
Keesokan harinya hasil kesehatan ku akhirnya keluar.
dokter memanggil mama dan papa keruangannya untuk memberikan hasil kesehatanku aku tak sabar mengetahui apa sebenarnya penyebab kejadian kemarin siang.
"srett"suara pintu terbuka akhirnya mama dan papa kembali keruanganku wajah mama sangat murung begitupun papa yang tak kala murungnya dari mama, sejenak mereka terdiam aku yang penasaranpun memecah keheningan kala itu.
"pa, ma, dokter bilang apa?"tanyaku penasaran.tangis mama meledak seketika,
"ma,mama kenapa nangis"?mama hanya menganis tak henti. aku beralih menanyakan hal yang sama kepada papa, papa tak kuasa ingin bertutur seakan-akan ada gambok besar yang mengunci papa berbicara.
akhirnya papapun ingin mengatakan hal yang sebenarnya.
"kamu, kamu divonis dokter mengidap kanker paru-paru"papa tak kuasa lalu pergi keluar dari ruangan itu, aku tak percaya dengan apa yang aku dengar ini sungguh hal yang mustahil, ini nggak mungkin terjadi pasti hasil nya salah.
aku tak kuasa menerima keadaan bahwa aku mengidap kanker paru-paru, mama memelukku dan berusaha membuatku tetap tenang.
__ADS_1
"sya kamu tenang aja, mama sama papa udah nyiapin semuanya kok kamu nggak usah khawatir kita jalani ini bersama ya sayang" mama memelukku erat seakan tak ingin melepasku.Mendengar kata kanker saja aku sudah pasra, aku sudah tidak terlalu lama bisa hidup lama.
"kamu tenang aja semua akan baik-baik aja kok, mama bakalan ngasih tau fino tentang sakit kamu, pasti nanti fino bakalan buat kamu semangat, ya sayang ya! "mama masih memelukku dan meyakinkan ku bahwa semuanya akan baik-baik saja, tapi aku nggak ingin buat fino sedih aku nggak ingin buat fino khawatir.
"ma, plis jangan kasih tau fino ya ma, fino pasti bakalan khawatir banget kalau tau aku kanker ma plis ma buat kali ini aja jangan kasih tau fino ya ma"aku memohon kepada mama dengan harapan mama mau ngikuti keinginan ku kali ini. mama mengangguk lalu mengecup keningku.
di siang harinya saat mama dan papa sedang makan siang di kantin rumah sakit, aku yang sedang menikmati televisi,sontak melihat kearah pintu yang terbuka ternyata yang membuka pintu adalah fino.
"hai jelek lo apa kabar? nih gua ada bawain lo bunga, bagus nggak? suka nggak?"
"oh iya dokter bilang apa?, lo kenapa kemarin siang? kok bisa pingsan gitu?"
aku tersentak mendengar pertanyaan fino aku nggak tau ingin jawab apa.
"ah, gak papa kok dokter bilang itu cuman karena gua kecapean doang kok!"
__ADS_1
"oh gitu, ya udah kapan lo boleh pulang kata dokter?"
"ntar sore juga gua udah boleh pulang, besok juga kita udah bisa berangkat sekolah bareng"
ucapan ku membuat fino seketika bersorak
"yeee"sorak fino dengan senangnya.
andai fino tau kalau semua hanyalah kebohongan, apa mungkin dia masih tetap bersemangat seperti ini?
fino, lo berharga untuk gua, gua nggak mau lo sedih dengar kondisi gua, maafin gua karena udah berbohong ini semua gua lakuin karena gua sayang sama lo fin.
Aku tak dapat membendung air mataku, aku melihat fino bahagia, tapi aku membohonginya.
maafin gua fin udah ngelanggar janji persahabatan kita bahwa nggak ada rahasia antara sahabat.
__ADS_1