Finosya

Finosya
rutinitas baru malam minggu


__ADS_3

sudah 2 bulan lamanya, sejak aku melakukan kemoterapi dimalam minggu aku tidak pernah lagi pergi malam mingguan bersama fino.


aku harus mencari rutinitas baru untuk mengisi malam minggu ku jika sedang tidak ada jadwal kemoterapi, akhirnya aku menemukan solusi agar malam mingguku tidak terasa membosankan, aku memutuskan untuk melanjutkan novel finosya yang kubuat.


setiap bab yang ku buat entah kenapa aku merasa hatiku bergetar hebat, aku berusaha mengatur kata-kata dalam novel finosya agar penerbit bisa menerima buku ku.


aku ingin menyelesaikan secepat mungkin buku ini karena tidak lama lagi kami akan melaksanakan ujian semester genab dan aku harus fokus belajar untuk itu, makanya aku selalu menulisnya setiap aku memiliki waktu luang.


tinggal beberapa bab lagi dan buku ini akan selesai, aku hanya tinggal harus mengetiknya, print lalu mengirimkannya ke penerbit, sangat besar harapanku untuk buku ini.


aku hanya terus menulis tak memperhatikan hal-hal disekitarku, dan tanpa kusadari bi ayu mengetok pintu kamarku lumayan lama. Seketika aku tersadar, lalu mempersilahkan bi ayu masuk kemarku.


bi ayu membawa semangkuk bakso yang kelihatannya lezat.


"non ini tadi bibi belikan bakso bang ujang kesukaan non",sambil menyuguhkan sebangkok bakso.


"wahhh bi ayu baik banget, makasih ya bi"


"iya non"


tanpa berlama-lama aku langsung melahap bakso bang ujang yang dibeli bi ayu.

__ADS_1


hingga terlintas dipikiranku, fino sama amelia lagi dimana ya, mereka malam mingguan nggak ya, telpon ah, ehhh jangan deh ntar kalau mereka lagi malam mingguan aku jadi ganggu dong.


udah ah kayaknya nggak usah, aku mengurungkan niat ku untuk menghubungi fino, dan akhirnya kembali melanjutkan tulisanku. hingga aku lupa mengeluarkan sketsa cover novel yang dibuatkan recsy untukku, dari dalam tas buku, semoga masih baik-baik saja.


huhhhh syukurlah ini tidak rusak, aku menghembuskan nafas panjang, memang buatan recsy yang terbest sesuai dengan keinginanku.


huh akhirnya bab terakhir dari bukuku pun selesai aku hanya tinggal mengetiknya dan mengirimnya kepenerbit.


kenapa sejak tadi aku tidak pernah tenang menulis ya, rasanya ada sesuatu yang ganjal,


jujur saja ragaku dirumah namun fikiranku terbang mencari dimana fino berada, tapi ya sudahlah fino pasti lagi menikmati malam minggunya sama amelia.


hari seninnya.


"kesambet apaan lu? tumben ramah ama gua"jawab fino padaku.


"sebenarnya mau lo apaan sih? gua sapa lo bilang gua kemasukan? gua diam lo bilang gua sombong, jadi lo maunya gua gimana?"


"gua maunya lo menjadi sahabat gua selama-lamanya"


"ihh apaan sih lo, lebay banget"

__ADS_1


"suka gua mulut, mulut gua wekkk"fino mengejekku dengan mengulurkan lidahnya, akhirnya aku yang kesal menjambak rambut fino.


"udah-udah, ampun iya gua salah, ahhh sakit udah, gua yang salah"teriak fino kesakitan


"gitu dong kan seneng gua liat lu kalah"


bangga ku kepadanya.


"btw gimana malam minggu lo kemarin? "


"ya begonoh biasa doang, malam minggu besok lu jalan ama gua, ama lia ya, plis"mohon fino.


"maaf fin bukannya gua nggak mau tapi gua mau fokus belajar, kan mulai senin besok kita udah ujian akhir semester, jadi sory banget ya, kapan-kapan aja".


"lo memang ahlinya ya dalam mencari alasan, setiap gua ajak lu malam mingguan bertiga, pasti ada aja alasan lo buat nolak ajakan gua, sebenarnya kenapa sih? lo nggak mau jalan bertiga, maunya cuman jalan berdua ama gua? ayuk! "bujuk fino.


"lu nggak usah gr deh, gua memang benar-benar kepingin fokus belajar buat ujian"elakku.


"hmm ya udah deh kalau gitu, lu belajarnya yang semangat ya, supaya bisa pertahanin juara lo"fino memberiku semangat.


"siap pak boss"jawabku lantang.

__ADS_1


fin maafin gua, karena bohongin lo terus, sebenarnya minggu ini jadwal kemoterapi gua, tapi gua nggak mungkin bakalan ngasih tau lo kan?, gua harap lo nggak keberatan dengan kebohongan kecil gua.


hati kecilku mendadak berbicara.


__ADS_2