Finosya

Finosya
hadiah ulang tahun terindah


__ADS_3

besok pagi adalah hari ulang tahunku.


entah ada yang ingat atau tidaknya itu bukanlah suatu permasalahan.


malam sudah larut aku bersiap untuk tidur bi Ayu menolongku menuju tempat tidur.


lalu mama mengucapkan slamat malam kekamar ku.


memang sepertinya tidak ada yang ingat hari ulang tahunku.


aku mulai memejamkan mata. aku terhanyut dalam sebuah mimpi, tiba-tiba.


"derengggggg"hp ku berdering dan berhasil membangukan ku dari mimpi ku.


aku sedikit heran ada orang yang menghubungi ku di tengah malam.


saat ku lihat, ternyata panggilan itu dari fino.


aku mengangkatnya dengan nada bicara orang yang masih ngantuk.

__ADS_1


"hmmm, apaan, gua mau tidur nih"


"happy birth day, yeyyyyyyyy, pokoknya gua yang ucapin duluan, gua nggak mau tau, pajak nya besok pagi gua tunggu"


"makasih fin, gua kira lo lupa "


"ya nggak lah masak ultah sahabat sendiri gua lupa"


setelah ucapan ulang tahun dan beberapa kata setelahnya usai, aku kembali tertidur pulas seperti sedia kala.


pagi harinya.


aku terbangun dari tidur pulas ku.


setelah aku sarapan. tiba-tiba ada yang mengetok pintu rumah, bi Ayu bergegas membukakannya, ternyata orang itu tak lain dan tak bukan adalah fino, fino langsung masuk menuju meja makan, lalu langkahnya terhenti saat aku menoleh menujunya.


"sya, lo berhijab? ini seriusan lo kan? iyakan?"


"aku hanya mengangguk, tersenyum tersipu malu"

__ADS_1


"sumpah deh lo cantik banget"fino memuji.


lalu fino membawa ku menuju halaman depan rumah, aku sangat terkejut melihat teman sekelas berada tepat didepan rumah di sertai kursi dan meja yang telah di susun rapi seperti sedang terjadi pesta.


mereka serentak mengucapkan


"selamat ulang tahun frisya"aku sangat terharu dengan ini semua, aku merasa ini adalah ulang tahun terbaik seumur hidupku.


fino membawa sebuah kue yang sangat besar bertabur lilin di atasnya. sebelum aku meniup lilin beberapa teman bersalam-salaman dengan ku tak terkecuali michel ia meminta maaf kepada ku atas hal yang pernah terjadi di antara kami dulu.


juga ada recsy yang memuji hijab ku.


semua orang bersenang-senang saat itu, tak terkecuali aku, lalu tiba saat nya acara tiup lilin. fino di sertai amelia mendekat membawa kue yang begitu besar dan cantik.


aku bersiap meniup lilin dalam hitungan ke tiga, semua orang menghitung.


"1,2,3"serentak semuanya.


"fuhhhh"aku meniup lilin hingga mati semua bertepuk tangan.kini tiba saatnya memotong kue, fino memberikan pisau pemotong kue untukku, aku sudah bersiap memotong kue, tapi tiba-tiba tangan ku menjatuhkan pisau kue itu dengan sendirinya, semua orang terkejut, hingga akhirnya aku batuk disertai darah, nafas ku sesak, fino meletakkan kue nya di atas meja lalu, menggondong ku menuju mobil, disertai amelia yang mengikutinya, saat itu aku masih berada di alam kesadaranku.

__ADS_1


aku melihat fino dan amelia yang sangat cemas terus saja mendesak supir agar mempercepat laju mobil, hingga akhirnya kesadaranku mulai memudar, dan benar-benar gelap, semuanya hitam, hitam tak berwarna.


akankah tuhan mengambil nyawaku di hari yang sama, saat nyawa itu di berikan?


__ADS_2