Finosya

Finosya
jaga fino untukku


__ADS_3

amelia terlihat heran melihat tempat yang kami datangi sekarang.


"Lia lo kenapa, kok kayak kaget gitu? "tanyaku heran.


"iya aku kaget aja aku belum pernah kesini aku suka pemandangannya"jawab amelia senang.


"ini tuh danau yang sering di bicarain dikelas ituloh"


"ohhh jadi ini danaunya indah ya pantes aja jadi perbincangan anak kelas"


"tapi sekarang ikut gua dulu yuk! "aku membawa amelia menuju tempat biasa aku duduk bersama fino.


"nah kalau disini tempat biasa gua sama fino, setiap pulang sekolah kami langsung kesini,buat ngeliat langit langit senja, kami suka banget suasan langit senja disini."


"wah kelihatannya seru banget ya"jawab amelia sambil tersenyum.


"hm, salahnya udah lama kami nggak kesini"


aku duduk direrumputan tepi danau, sembari memeandang langit, amelia pun ikut duduk disisi kananku.


"lia gua mau ngomong serius ama lo, lo jawab jujur, sebenarnya lo cinta nggak sama fino?" tanya ku, sambil menoleh kearahnya.

__ADS_1


"iya sya aku cinta sama fino, emangnya kenapa?"


"lo bisa janji kalau lo nggak bakalan kecewain dia? "tanyaku dengan penuh keseriusan.


"iya aku janji"jawab amelia sedikit terbata.


"gua mau minta tolong ama lo, tolong jagain fino buat gua lia!"aku menatap mata amelia dengan penuh harapan.


"Emangnya kamu mau kemana sampai minta tolong hal yang kayak gini, kan kalian sahabatan kalian bisa saling jagakan?"tanya amelia kebingungan.


"nggak, nggak lagi, gua nggak bakalan bisa jagain fino lagi?"


"hah maksud kamu ? "


"a, a, aku, aku kanker lia, aku divonis kanker paru-paru 5 bulan yang lalu, dan aku nggak punya banyak waktu lagi" tanpa sengaja air matakupun jatuh.


"hah, frisya"amelia terkejut, lalu mendekat ke arahku, ia memelukku dengan sangat erat, aku membalas pelukannya.


"tapi lo janji sama gua lia lo nggak bakalan ngasih tau siapapun tentang ini terkhususnya fino"aku menangis dipelukan amelia.


"iya sya aku janji"amelia ikut menangis merasakan kesedihanku, aku melepaskan pelukannya lalu menggapai kedua tangannya.

__ADS_1


"lo bisakan jagain fino?" aku menunggu jawaban ya dari amelia.


"iya sya aku janji, aku janji bakalan jagain fino aku janji gak bakalan ngecewain fino"sambil menepis air matanya.


"makasih lia"aku senyum kearahnya.


aku menceritakan semua tentang fino kebiasaannya, fobianya dan lain sebagainya.


"fino itu paling suka bakso bang ujang, kalau di ajak kesana dia selalu cepet, tapi dia suka banget makan yang pedas-pedas padahal, setelah makan itu ntar dia pasti ke toilet lama banget, kalau masalah fobia, fino fobia hantu jangan sekali-kali lo ngajak fino nonton hantu ntar lo nyesal percaya de sama gue, ahahha".aku tertawa menceritakan semuanya.


sampai lupa kalau aku nggak akan bisa lihat semua itu lagi.


"wah aku baru sadar kalau disini ada bunga matahari,cantik banget"


"bunga matahari ini gua ama fino yang nanam sebagai lambang per sahabatan kami, dan kami janji kalo bakalan rawat bunga itu sama-sama, salahnya gua nggak bakalan bisa jaga bunga ini sampai bunganya gede, jadi gua harap lo yang gantiin gua buat rawat nih bunga"


amelia hanya mengangguk sambil tersenyum.


"gua sama fino udah sahabatan dari sd, dari sd fino belum pernah pacaran sama cewek manapun, padahal lo taukan kalau fino cowok idaman cewek-cewek disekolah kita, awalnya gua sempat khawatir, kalau setelah gua pergi nanti fino bakalan hancur banget, sampai akhirnya lo pun datang kekehidupan kami, finopun jatuh cinta sama lo, gua senang akhirnya ada orang yang bisa jagain fino setelah gua pergi nanti, cuman lo satu-satunya orang yang gua percaya buat jagain fino lia"aku memandang lia dengan penuh pengaharapan.


"iya sya, aku bakal lakuin semua hal yang kamu bilang tadi."

__ADS_1


"makasih lia"aku memeluk lia, aku senang akhirnya bisa langsung mengatakan hal ini kepada lia, meskipun ini berat untuk ku.


__ADS_2