
finoooooooooo
hosh, hosh, hosh.
aku berusaha mengatur nafasku, aku terbangun disebuah ruangan serba putih terlihat jelas fino berada tepat dihadapan ku.
"sya, lo kenapa? lo bad dream? dari tadi lo neriakin nama gua".
"hah, hah, lo, lo disini? jadi yang tadi cuman mimpi? lo disini? hahah lo disini sumpah gua takut banget tadi fin"aku merabah wajah fino, dan memastikan bahwa hal yang tadi hanyalah mimpi.
"fin lo kapan pulang? hah lo baik-baik aja kan? gak kenapa-napa kan? "aku masih tidak percaya dengan penglihatanku.
"iya gua baik, udah dari tadi gua nyampe cuman pas gua nyampe lu udah tidur, bi Ayu juga udah pulang"terang fino, membuatku lega.
aku memilih tidak menceritakan mimpiku kepada fino.
keesokan harinya.
papa dan mama datang kerumah sakit.
"maaf ya sayang kemarin mama sama papa nggak bisa jengukin kamu soalnya ada urusan penting"ucap papa merasa bersalah.
"iya pa, gak papa kok, pa aku mau pulang, aku bosan disini, serius pa aku bosan aku mau pulang"aku memaksa papa.
papapun menurutiku.
__ADS_1
dokter mengizinkan ku untuk rawat jalan.
hari ini akhirnya aku pulang.
aku pulang kerumah merasakan kembali udara segar, fino juga pulang kerumahnya, aku yakin saat ini pasti ia sangat lelah.
aku sudah tidak bisa menjalani rutinitas ku seperti biasanya, karena kondisiku, dan sekarang apapun yang aku lakukan harus di bantu oleh bi Ayu.
entah apa yang terjadi semakin hari nafsu makan ku rasanya semakin berkurang, aku merasa lemas sekali, berat badanku juga menurun secara drastis.
setiap bi Ayu menyuapiku makanan, rasanya aku slalu ingin muntah, aku tersiksa dengan kondisiku, aku capek hidup dalam keadaan seperti ini.
saat aku sudah pulang kerumahpun fino masih menyempatkan diri untuk menjengukku kerumah, tak ada kata absen, capek atau lelah baginya. tuhan terlalu baik padaku memberiku seorang sahabat sesempurna fino.
aku tak tahu sampai kapan aku bisa bertahan hidup, tapi yang pasti untuk saat ini aku ingin melanjutkan hidup demi orang-orang yang masih membutuhkan aku.
aku bosan terus-terusan dirumah.
aku ingin keluar, besok sore aku ingin mengajak fino pergi kedanau.
rencana ini sudah aku bicarakan dengan fino.
besok sore kami akan pergi menggunakan mobil karena kondisiku yang tidak memungkinkan kami untuk naik motor berdua lagi.
keesokan sorenya.
__ADS_1
banyak hal yang telah berubah didanau, bunga matahari yang kami tanampun sudah tumbuh menjadi bunga yang besar dan sangat cantik.
fino mendorong kursi roda ku dan membawaku menuju bunga matahari.
"fin bunga nya cantik ya"
"iya sama kayak yang punya" fino menatapku sambil tersenyum.
aku membalas senyuman fino.
"oh iya fin btw gimana hubungan lo sama amelia baik-baik ajakan? "tanya ku pensaran.
"ya begitu deh baik-baik aja "ungkap fino dengan ekspresi datar.
namun aku tak ingin menanyakan hal ini lebih dalam.aku berusah mempercayai apapun yang dikatakan fino.
fino terus mendorong kursi rodaku berjalan-jalan, di sekitar danau.
aku terus saja menatapnya, sampai akhirnya fino pun tersadar dengan tatapan itu.
"ngapain sih lo sya? gua tambah ganteng ya? sampai-sampai lo liat gua segitunya"fino menaikkan salah satu alisnya.
aku hanya menunduk lalu tersenyum.
"nggak ah, gua cuman heran, kok lo masih mau sahabatan sama orang yang cacat kayak gua, gua udah nggak kayak dulu lagi fin, sekarang gua nggak bisa apa-apa"
__ADS_1
fino terdiam lalu berlutut didepan kursi rodaku, lalu menggapai telapak tanganku.
"sya bagaimanapun kondisi lo, lo tetap sahabat terbaik gua selamanya, kan gua udah janji kalau lo dan gua bakalan sahabat selamanya"ucap fino lalu menciumi punggung tanganku.