Finosya

Finosya
sakit


__ADS_3

Hari ini fino mengajakku pergi makan bakso langganan kami saat pulang sekolah.Entah kenapa selama disekolah fino tidak ada membicarakan, menoleh, ataupun, menyapa amelia sekalipun.


jujur saja aku merasa aneh dengan itu,


"fin, lo kok aneh banget ya hari ini "?singgung ku memancing fino menjelaskan apa yang terjadi.


"aneh apanya, nggak ah gua biasa aja kok"elak fino,


"udah kalau ada masalah lo cerita aja ama gua"tawarku.


"nggak gua biasa aja hari ini emangnya ada yang beda apa dari gua? "heran fino.


"nggak biasa aja gua lu kan biasanya pagi-pagi udah nyapa amelia, kenapa emangnya cinta lo ditolak ya?"aku mulai memancing fino.


"ih apaan sih lo, seorang fino di tolak ya nggak lah, gua cuman nggak mau aja pacaran, gua nggak mau waktu gua buat lo terbagi karna gua pacaran, buat gua persahabatan kita nomor 1"ucap fino tegas sambil menyeruput teh es nya yang mulai memudar.


"ululu macak cih, kalau gitu ya udah deh makasih karena udah mikirin gua dan makasih juga karena udah jaga persahabatan kita"aku merasa senang karena fino ternyata menganggap persahabatan kami adalah prioritas utamanya.


"ya udah sini kita berpelukan dulu biar kayak teletubis"ajak fino sambil merentangkan tangannya.


"idih ogah"tolakku keras.


"hahaha gr lu ya emang lu pikir gua juga mau heh gua ma juga ogah pelukan ama lu"ucap fino kesal.kami tertawa bersama saat itu.

__ADS_1


"uhuk uhuk fin uhuk uhuk ambilin gua minum"


nafas ku sesak, aku tidak bisa manghentikan batuk itu.


"ehhh lu kenapa, ini nih gua ambilin minum"


aku mengambil gelas dari tangan fino, berusaha menghentikan batukku yang mulai membuatku sangat sulit bernafas, tapi ntah kenapa tanganku lemas gelas itu lepas dari genggamanku, badan ku serasa tak lagi dapat ku kendali dengan baik, lemas itu yang kurasakan.


"trakk"gelas itu terjatuh bersamaan dengan badanku yang menyantuh tanah.


"nafasku, nafasku sesak fin, fino"aku terisak tak dapat berbicara lidahku kaku untuk melontarkan sepatah-kata.


"sya, sya" teriak fino yang berusaha mempertahankan kesadaranku, kecemasan menyelimuti raut wajahnya, hingga akhirnya semuanya gelap, gelap sekali aku tak tau kegelapan apa yang menyelubungiku.


"srettt"suara pintu yang terbuka.


terlihat jelas fino yang membuka pintu itu.


"sya"fino bergegas menuju kearah ku dan memegang tanganku.


"fin gua dimana,kok gua bisa disini"tanyaku parau.


"lo tadi pingsan pas kita lagi makan bakso bang ujang"ucap fino cemas.

__ADS_1


"mama papa gua udah tau"tanya ku


"udah bentar lagi mama, papa lo bakalan nyampe sini kok, lo tenang aja sekarang pokoknya, nih gua udah bawain makanan buat lo makan ya"sambil membuka makanan yang dibawa.


aku hanya mengangguk, finopun mulai menyuapiku, aku sangat beruntung punya seseorang yang seperti fino,dia adalah hal yang berharga yang kupunya saat ini, setelah mama dan papa.


tak lama setelah fino menyuapiku papa dan mamapun datang, pintu dibuka dan mama langsung berlari memelukku.


"kamu kenapa sayang? "tanya mama cemas.


"aku gak papa kok ma cuman capek sedikit kok"aku memberi senyuman ku kepada mama, berusaha meredahkan kecemasannya.


"fino makasih ya udah nemanin frisya dari tadi"ucap manis mama kepada fino.


"iya nte sama-sama"fino membalas mama dengan senyuman manisnya.


"ya udah fino kamu pulang aja besokkan kamu sekolah, biar om sama tante aja yang jagain frisya"ucap papa kepada fino.


"ya udah om tan aku pulang dulu ya, besok pulang sekolah aku langsung kesini lagi"sahut fino kepada mama dan papa dengan senyuman.


"jelek gua pulang dulu ya, jangan lupa makan, cepat sembuh gua nggak mau pergi sekolah sendirian"pamit fino kepadaku.


"iya-iya lo jangan lebay deh mpol paling bentar lagi juga gau udah sembuh, jadi kita bisa pergi sekolah bareng lagi"ku lemparkan senyum ku kepada fino.

__ADS_1


"ya udah gua pulang dulu, tan, om, aku pulang dulu ya"fino pergi meninggalkan rumah sakit, sekarang hanya ada aku, mama dan papa disini.


__ADS_2