
dua hari berlalu setelah kejadian dirumah sakit itupun akhirnya aku kembali masuk sekolah, kali ini aku benar-benar telah menguatkan tekad kalau aku nggak boleh cemburu liat fino dan amelia pergi sekolah bareng. setalah susah payah aku membujuk agar fino mau pergi sekolah bersama amelia lagi.
dan akhirnya fino dan ameliapun datang aku menyambut mereka dengan senyum sumringah.
"nah begini dongkan enak diliat kalau kalian berdua sedekat ini"
"kamu bisa aja"ucap amelia malu
"sya lo gangguin cewek gua, awas ajaloh"ancam fino.
aku tertawa lepas saat itu bersama amelia dan fino.
"oh iya besok malam, malam minggu gimana kalau lo ikut kita malam mingguan pasti seru"ajak fino.
"sory gua nggak bisa, gua ada urusan"elakku padahal jadwal kemoterapiku minggu depan tapi aku mau memberikan privasi kepada fino dan amelia.
"gua usahain kalau urusan gua udah kelar ntar gua kesana, emangnya rencanya kalian mau kemana? "
__ADS_1
"rencananya sih kami mau ke taman kota"
"oke, kalau ntar gua sempat gua pasti kesana kok"
percakapan kamipun terpecah seketika lonceng masuk berbunyi.
keesokan malamnya.
malam ini adalah malam minggu, malam yang dulunya paling aku suka tapi sekarang tidak lagi.
akhirnya aku pamit kepada bi ayu untuk, pergi keluar mencari angin.
aku pergi menggunakan taksi, sesampainya ditaman kota aku tidak melihat fino dan amelia, ada banyak pasangan ditaman kota, aku menelusuri taman kota, akhirnya aku menemukan fino dan amelia, mereka terlihat sangat senang.
fino mengecup kening amelia, aku senang mereka bisa sedekat itu, tapi aku nggak bisa terus membohongi diriku sendiri, aku berlari meninggalkan taman kota, berjalan menelusuri jalan pulang, dikala itu aku terus menangis, lalu mengusap air mataku.
hingga hujanpun turun, alam juga tau kesedihan yang kurasakan, rintik tetesan hujan menjatuhi tubuhku, dulu aku sangat menyukai hujan karena hanya hujan yang bisa membuatku terasa damai tapi sekarang aku menyukainya hanya karena hujan yang bisa menyembunyikan air mataku, aku aku terus menangis sekencang-kencangnya.dan berteriak kehilangan arah.
__ADS_1
finnooooo, gua sayang sama lo fin, gua suka sama lo, gua nggak mau kehilangan lo, gua gak suka kalau lo bagi waktu lo buat cewek lain, gua sedih dengan keadaan ini fin, gua sedih fin tapi gua nggak mau lo kehilangan gua disaat gua udah nggak ada untuk lo fin.
aku biarkan tetasan hujan menghatam tubuhku,biarkan malam ini saja, malam ini saja aku luapkan semua, kepedihanku semuanya, semuanya.
sesampainya dirumah.
bi ayu membukakan pintu dan berteriak khawatir.
"ya allah gusti, non kok bisa basah gini non, nanti non sakit, ayo masuk non ganti dulu bajunya biar bibi buatkan teh hangat buat non".
aku menuruti bi ayu, kutukar bajuku lalu turun kebawah menemui bi ayu.
"ini non teh hangatnya"
aku meminum teh hangat buatan bi ayu, akhirnya aku merasa sedikit lebih baik.
tuhan sampai kapan ini harus kujalani? seiring berjalannya waktu rasa sakit ini juga terus tumbuh.
__ADS_1