Finosya

Finosya
fin plis gua butuh lo


__ADS_3

Mama dan papa sudah berangkat kekantor dari tadi, aku dirumah hanya berdua dengan bi Ayu. Hari ini aku tidak memiliki kegiatan apapun, ingin rasanya mengajak fino jalan-jalan, tapi tidak, sepertinya aku istirahat saja dirumah.


aku berusaha menghindari kaca, karena aku tidak ingin melihat tubuhku yang kurus kering.


sudah jam 09.00 aku gerah ingin mandi, memang libur semester lumayan panjang, membuatku sedikit lebih pemalas.


setelah mandi aku menyisir rambutku, tiba-tiba rambutku rontok, banyak sekali, apa mungkin ini efek dari kemoterapi?


tapi ya sudahlah aku tidak terlalu memikirkannya.


hingga akhirnya.


aku terjatuh secara tiba-tiba, aku berusaha berdiri tapi kakiku tidak bisa digerakkan, kenapa kakiku mati rasa? apa yang terjadi denganku? aku harus menghubungi fino.


aku berusaha menggapai handpone yang berada diatas meja rias, posisinya tak jauh dari posisiku sekarang.


aku berusaha menuju meja rias, ku bawa badan ku menggunakan kedua tanganku, sepeti orang yang menggayung sampan.


salahnya tanganku tak sampai. Aku memanggil bi Ayu spontan.


"bi, bi Ayu tolong aku bi"


akhirnya bi Ayu mendengar teriakan ku.


"astagfirullah non, non kenapa, kenapa bisa seperti ini"


"udah bi pokoknya bibi, tolong aku sekarang, tolong hubungi fino, bi cepat bi"

__ADS_1


"iya non, iya"bi Ayu bergegas. Bi Ayu menghubungi fino.


Fino mengangkat telfonnya.


"ya, sya lo kok nelpon, gua pagi-pagi gini, gua masih mau molor nih"


"halo den, den ini Bi Ayu, non frisya jatuh den kakinya nggak bisa di gerakkan, den tolong kesini ya"


"hah frisya jatoh, oke bi aku langsung kesana"


fino menutup telfonnya.


Bi Ayu menemani ni ku menunggu fino datang.


"ngrengggg"suara motor fino.


"iya non bibi kebawah dulu ya, ngasih tau den fino kalau non ada disini"


aku mengangguk.


akhirnya fino bersama bi Ayu memasuki kamarku.


"ya allah sya lo kok bisa gini?"


"gua nggak tau gua lagi nyisir rambut, gua jatuh terus pas gua mau berdiri tiba-tiba aja kaki gua mati rasa"


" ya udah kalau kayak gitu kita kerumah sakit sekarang ya"

__ADS_1


"bi mobil hitam ada di garasi kan?"tanya ku


"mobil kedua-duanya dipakai non, soalnya papa sama mama non ada urusan dilain tempat"


"ahh ya udah deh kita pake taksi aja, kebetulan gua punya nomor taksi langganan gua"


fino menghubungi taksi langganannya, lalu setelahnya menggendongku menuju lantai bawah.


fin kalau boleh jujur gua senang dengan keadaan ini sekarang lo bakalan slalu ada buat gua dalam keadaan apapun itu, sekarang gua benar-benar udah nggak takut lagi buat


ngejalani ini semua, batinku mendadak berbicara.


taksi datang fino menggendongku menuju mobil, bi Ayu bersama ku didalam taksi, sementara fino, fino mengikuti menggunakan motornya.


sesampainya dirumah sakit.


fino dengan cekapan memanggil suster, akhirnya ada seorang suster yang membawakan ku kursi roda, fino membantu ku menuju kursi roda.


suster itu membawaku.


fino dan bi Ayu mengikuti dari belakang.


sesampainya di UGD, para suster mulai memeriksa ku, fino disuruh menunggu diruang tunggu, tapi aku menghentikannya.


"fin lo disini aja jangan kemana-mana gua takut"


"lo jangan takut, lo pasti kuat gua janji bakalan nungguin lo kok, oke pokoknya lo tenang aja gua nunggu lo didepan" akhirnya setelah fino meyakinkan ku aku pun melepas ganggaman tanganku.

__ADS_1


__ADS_2