Finosya

Finosya
terbitnya finosya


__ADS_3

semua orang butuh cinta tak terkecuali aku.


hari ini, setelah sebulan yang lalu aku mengirimkan cerita ku kepada penerbit akhirnya buku finosya pun diterbitkan.


ingin sekali rasanya aku memberitahu fino tapi kurasa jangan dulu, hal yang spesial harus di beri diwaktu yang spesial.


malam hari.


aku memandangi wajahku dikaca kamarku, ini frisya? ini aku? nggak, nggak mungkin ini aku, iniiiiii, aku tak kuasa menahan tangisku setelah melihat keadaan diriku didepan pantulan kaca.


bagaimana bisa.


sepertinya sudah saatnya fino tau hal ini, fino dan amelia sekarang sudah benar-benar saling mencintai, dan semakin lama kondisiku juga semakin parah, aku nggak mau kalau di akhir kehidupan ku, aku nggak bisa habisin waktu dengan fino.


tiba-tiba terbesit di fikiranku untuk, mengajak fino kedanau dan memberi taunya soal ini.


aku berusaha menguatkan hatiku, dengan tangan yang bergetar dan perasaan yang bercampur aduk aku menghubungi fino.


fino mengangkat telfonnya.


"hallo fin"


"hai sya, apa kabar lu udah 2 hari ni kita nggak ketemu"


"besok sore lo punya waktu nggak? kita kedanau yuk" tanyaku dengan gugup.


"gua slalu punya waktu buat lo kok tenang aja, oke besok sore gua jemput"


"oke deh kita, sampai ketemu besok dah"aku menutup telfon.


aku mulai merangkai kata-kata yang ingin kusampaikan kepada fino besok. aku nggak tau harus mulai dari mana, fino pasti marah, tapi aku harus siap untuk itu ini semua salahku.


keesokan sorenya.

__ADS_1


aku keluar dari rumah, saat itu aku benar-benar memutuskan untuk tidak menggunakan make up sedikitpun.


fino menjemputku, aku berpamitan dengan bi ayu, lalu pergi bersama fino menuju danau.


di tengah perjalanan.


"udah lama banget ya fin kita nggak naik motor berdua kayak gini"


"ya elah kan lu sih yang nggak mau lagi pergi ama gua"


aku hanya diam tak menjawab perkataan fino yang 100% benar.


aku rindu sekali rasanya, aku rindu keadaan ini, aku rindu bisa teriak-teriak di motor menikmati suasana pagi bersama fino, salahnya sekarang hal itu tidak lagi bisa kudapatkan.


tak terasa akhirnya kami pun sampai didanau.


"fin liat deh, bunga matahari nya udah gede ya"


"iya tapi sayang nggak ada yang ngurusin, orang yang punya terlalu sibuk" fino melirik ku.


"iya deh, maafin aku ya bunga aku nggak bisa ngurusin kamu soalnya aku sibuk, puas lo?"tanya fino kesal.


aku sengaja membuat fino kesal.


aku tersenyum sindir kepadanya lalu berkata


"hmm puas banget hahahah"aku tertawa lepas. sampai aku lupa tujuan ku yang sebenarnya mengajak fino kesini.


aku terdiam duduk direrumputan sementara, fino asyik menyirami bunga matahari.


"sya untung aja sering hujan ya kalau nggak pasti udah mati nih bunga"


aku tidak menjawabnya.

__ADS_1


"woi, lu budeg ya bilangin gua budeg aja lo padahal lo sendiri yang budeg"


aku mulai mempersiapkan diri mengatakan


hal yang sebenarnya.


"fin gua mau ngomong serius ama lo"


"ya udah ngomong aja kali "


"lo sini deh duduk disamping gua"


fino beranjak dari bunga yang sedang ia sirami menuju ku, fino duduk disampingku lalu menatap ku.


"hah gua udah duduk nih, lo mau bilang apaan? "


"gua mau minta sesuatu sama lo"


"apa? lo mau minta apa? kayak nya serius amet"


"gua minta lo luangin waktu buat gua ya fin"


aku memandang fino dengan penuh harapan.


"ya elah itu doang, kalo itu doang sih mudah, lo mau minta semua waktu gua pun juga boleh"


aku tersenyum, lalu memandang langit cerah dikala itu.


"oh iya btw, gua nggak terlalu perhatiin lo tadi, lo kok pucet banget ya sya? lo sakit ha lo sakit? kalo sakit ngomong dong !"fino melihat wajah pucat ku


"fin gua minta maaf sama lo"aku tak kuasa menahan tangisku.


"lah lo kok nangis? lo kenapa? kok sampai nangis gini? "

__ADS_1


"fin sebenarnya gua...


__ADS_2