Finosya

Finosya
berakhir


__ADS_3

setelah berminggu-minggu lamanya fino dan aku tidak terlalu akrab,sekarang aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan michel.


namun ada hal yang tak biasa,aku merasa ada sesuatu didiriku yang hilang sekarang meskipun fino masih tetap menjemput antarku pergi dan pulang sekolah tapi tetap saja kami sangat jauh kurasakan saat ini entah kenapa aku kurang enak hati dengan fino,disatu sisi aku sudah berpacaran dengan michel dan disisi lain aku tidak mungkin menjauhi fino tanpa alasan,sahabat yang slalu ada untukku susah maupun senang.


malam ini adalah malam minggu ya karena sekarang aku sudah berpacaran dengan michel jadi aku sekarang menghabiskan malam minggu ku dengannya ya...dan fino pun memang sudah memaklumi hal itu.


michel dan aku pergi kesebuah club yang sedikit jauh jaraknya dari rumahku,aku dan fino sering malam mingguan tapi tak pernah sampai ketempat seperti ini,tapi aku mencoba menyesuaikan segalanya dengan keadaan sekarang,namun semakin lama aku benar-benar merasa tidak nyaman dengan keadaan club aku tidak terbiasa dengan hal itu sampai pada akhirnya akupun benar-benar ingin keluar dan pergi dari sini,dengan terburu-buru aku meninggalkann michel yang sedang asik menikmati musik dengan teman-temannya yang lain aku dengan cepat keluar dari club itu,dan tanpa fikir panjang aku langsung menghubungi fino.


aku:fin lo dimana fin


fino:gua lagi dirumah emangnya kenapa kayaknya lo ketakutan gitu


aku:fin plis tolongin gua fin,gua lagi di sk club,tadi michel ngajakin gua kesini, tapi sumpah gua nggak suka suasananya pliss jemput gue dong


fino:oke-oke sekarang juga gua kesana lo tunggu aja di sana jangan kemana-mana


dengan perasaan yang sedikit ketakutan aku menunggu fino didepan club sambil berharap kalau michel nggak menyadari kalau aku pergi.setelah beberapa menit menunggu,akhirnya fino datang menjemputku, tapi oh sial michel keburu menyadari kalau aku sudah keluar dari club itu,michelpun keluar dan menghampiri ku yang masih berada didepan club dengan kondisi sedang ingin menaiki motor fino.


michel:yank kamu mau kemana?kok ada fino disini?

__ADS_1


aku:michel aku pulang duluan ya sama fino,aku gak suka kondisi tempat-tempat begini.


michel:enak aja kamu itu sekarang pacar aku,dan kamu harus nurutin keinginan aku,nggak bisa pergi seenaknya aja dong!sekarang juga ikut aku kedalam lagi ayok.


michel menggenggam erat pergelangan tanganku,dan berusaha membawaku masuk dengan paksa.tanpa ku sangka fino dengan cepatnya menepis tangan michel yang menggenggam tanganku.fino langsung menarikku kebelakang punggungnya.


michel:apa-apaan lo seenaknya aja bawa-bawa pacar gua,emangnya lo siapa ha?


fino:gua sahabatnya,lo mau apa?


michel:hah apa sahabat lo bilang?gua pacarnya dan gua yang lebih berhak atas dia sekarang,lo nyingkir atau gua pukul lo!


tanpa sungkan michel yang marah langsung memukuli fino dengan sangat kuat,aku tidak tahan melihat fino dipukuli michel akhirnya aku menghalangi michel yang hendak memukul fino.


aku:cukup udah cukup berhenti,udah mulai sekarang kita putus.


kata-kata itu terlontar dengan sendirinya dari mulutku,michel berhenti memukuli fino dan berusaha meminta maaf denganku,namun aku sudah tidak peduli dengannya,musuh fino adalah musuhku,teman fino adalah temanku.


dan akhirnya aku mengajak fino yang sudah babak-belur pergi dari tempat itu.diperjalanan aku menyuruh fino singgah di sebuah apotik,lalu melanjutkan perjalanan malam itu kesebuah tempat tongkrongan biasa kami,yaitu bakso bang ujang,setelah memesan dua mangkok bakso aku membersihkan luka fino,sambil menahan air mataku,tanpa kusadari air mata itu tak dapat lagi ku bendung,aku sedikit terisak saat membersihkan luka fino, fino memegang tanganku dengan lembut,dan menepis air mataku,kedua mata kami saling berserobok,namun mataku tetap saja tak menghentikan rintihannya.

__ADS_1


fino:lo kenapa?lo takut ya liat kejadian tadi?


aku:nggak kok


fino:lah terus lo nangis kenapa jelek?


aku:gua nggak suka liat lo terluka kayak gini fin, gua nggak mau lo kenapa-napa,gua nggak mau kehilangan lo, lo satu-satunya sahabat gua fin,gua nggak mau lo pergi dari hidup gua fin.


aku meletakkan kepala ku di bahu fino,dengan lembut fino memelukku dan meletakkan dagunya diatas kepalaku.


fino:ihhh jelek dasar cengeng lo,ntar tambah jelek loh.


aku melepaskan pelukan fino perlahan, lalu menepis air mata ku,lalu memberikan senyuman tipis ku kepadanya.


fino:lah lo kok cantik kalau senyum.


aku:ihhhh fino


aku kembali tertawa lapas malam itu, itu semua takkan terjadi tanpa ada fino bersama ku, lo hal yang berharga yang tuhan kasih buat gua fin,dan gua janji bakalan jaga hal itu.

__ADS_1


__ADS_2