Finosya

Finosya
stadium 4


__ADS_3

setelah aku dibawa ke UGD aku ditangani oleh dokter yang biasanya menganangiku ya itu dokter arya.


"frisya, papa mama kamu mana? "tanya dokter arya.


"papa, mama ?sepertinya papa mama belum tau "


"jadi kamu kesini sama siapa? "


"aku kesini sama bi Ayu sama Fino dok"


Akhirnya dokter mempersihlakan masuk fino dan bi Ayu. Ternyata mama dan papa sudah berada dirumah sakit, mama dan papa masuk bersama Fino dan bi Ayu.


"bagaimana kondisi frisya dok"tanya papa kepada dokter.


"begini pak, kanker frisya sudah memasuki stadium 4, dimana sel kanker sudah menyebar ke organ lain, sehingga membuat kaki frisya mengalami kalumpuhan"


"jadi apa yang harus kami lakukan dok"


"untuk saat ini sebaiknya frisya di rawat dulu dirumah sakit, karena kami bisa memberikan perawatan yang lebih intensif di bandingkan rawat jalan" dokter menjelaskan.


"ya udah dok lakukan apapun yang menurut dokter terbaik buat anak saya, berapapun biayanya" papa lagi dan lagi menuruti keinginan dokter.


"baiklah pak, buk, saya permisi"


dokter pun keluar dari ruangan.


aku tertawa terbahak-bahak lalu menangis tersedu-sedu.


"hahahahaha, dengarkan gua nggak bisa jalan lagi kan fin, ahhaha lo liat nih liat gua punya kaki tapi udah nggak bisa digerakin buat apa coba gua masih hidup? "


"lo nggak boleh ngomong kayak gitu sya"ucap fino.


"pa ngapain sih papa ngikutin saran dokter papa kan udah tau sekarang aku gimana, aku cacat, aku sakit-sakitan, aku nggak bisa lagi apa-apa malahan aku hidup cuman buat beban kalian aja"aku menangis meratapi nasib ku yang tragis.

__ADS_1


"kamu nggak boleh ngomong gitu, kamu nggak pernah ngerepotin papa, kamu anak papa satu-satunya, anak yang slalu banggain papa, papa yakin kamu pasti sembuh sayang"papa memelukku dengan penuh kasih sayang.


"iya sayang mama juga yakin kamu pasti sembuh kita jalani ini bersama"mama ikut menyemangati ku.


"iya non bibi yakin non pasti sembuh, bibi yakin non"tak terkecuali bi Ayu.


"makasih kalian semua slalu ada buat aku, gimana pun kondisi aku"


hari itu rasanya aku benar-benar beruntung memiliki orang-orang seperti mereka yang slalu ada untukku dikala senang maupun susah.


sore harinya.


"yang boleh nungguin frisya disini cuman satu orang, jadi biar papa yang bakalan nungguin frisya"ucap papa kepada yang lain.


"gimana kalau bibi aja tuan, soalnya tuan sam nyonyakan pasti capek baru pulang dari kantor langsung kesini"ajuan diri bi Ayu.


"om, tan biar aku aja yang nungguin frisya, toh selama libur aku juga nggak bakalan kemana-mana, aku juga udah izin sama mama, papa aku tadi"


akhirnya papa menerima pengajuan fino, aku senang fino disini jagain aku dia selalu menepati janjinya.


"iya pa"aku tersenyum kepada semuanya.


"sya gua kebawa dulu ya, gua mau ambil baju, tadi gua nyuruh supir gua antarin baju, katakya udah dibawah sekarang, gua tinggal bentar ya" fino pamit kebawah.


"iya-iya"jawabku.


fino pergi, aku menonton siaran yang ada ditelevisi rumah sakit.


beberapa menit kemudian finopun datang membawa satu tas besar.


"trekkk" suara pintu terbuka.


"fin, lo yang benar aja itu tas gede isinya baju semua"

__ADS_1


"iyalah jadi isinya apa lagi? bom, ahhahah"fino masih saja bisa bercanda.


"ihhh bukan itu maksud gua kok banyak amat"


"kan gua udah janji nemenin lo sampai lo sembuh"


"ohhh gitu, fin"


"ha"jawab fino, sedang berberes


"makasih ya, lo slalu ada buat gua"


"yaelah pake makasih-makasih segala, norak lo "ucap fino.


beberapa waktu kemudian.


suster membawakan makanan buat ku makan malam, ya maklum makanan rumah sakit pasti ya begitu deh.


"oh iya sampai lupa gua kalau lo belum makan malam dari tadi pagi, gua suapin ya?"fino membuka makanan yang diberikan suster.


"gak usah fin gua lagi nggak doyan makan"


"pokoknya lo harus makan, kenapa nggak mau makan? nggak enak ya? "


"ho oh" aku mengangguk.


"ya udah lo mau nya apa? "


"nggak ada gua nggak mau apa-apa"


"ya udah deh gua keluar dulu ya cari makanan buat lo, untung gua bawa motor"fino mengambil kunci motornya.


"nggak usah kan gua udah bilang, gua lagi nggak doyan makan"

__ADS_1


"bodoh amet" jawab fino tak peduli.


__ADS_2