
Semua orang berbondong-bondong menuju lapangan begitu mendengar berita. Tidak tanggung-tanggung satu sekolah seketika dibuat gempar olehnya.
^^^"Woi, si Ketos nembak cowo di lapangan!"^^^
Semua orang menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang telah mereka dengar. Hari itu merupakan hari yang menggemparkan SMA Harapan Mimpi.
^^^"Gila, dia serius ?"^^^
"OMG, dia kayanya
emang buta deh."
^^^"Kasihan banget..."^^^
"Ternyata seleranya
murahan !"
^^^"Si Ketos kayanya udah^^^
^^^gila deh"^^^
__ADS_1
"Kok mau sih ?"
Tapi kemudian...
"Gue tolak!" jawab Kelvin Adirya begitu saja.
Keadaan semakin riuh tak kala mendengar jawabannya. Tapi, bukannya malu gadis itu malah bangun dan tersenyum. Dia melangkah maju mendekatinya mempersempit jarak diantara keduanya. Dan tanpa aba-aba jari telunjuk gadis itu telah menempel di bibirnya.
"Shtt, It's okay..."
🌸🌸🌸🌸
Kini mereka berdua sedang duduk tertunduk mendengar celotehan demi celotehan dari Bapak Iran sang Guru BK. "Kalian berdua ini kenapa ?" tanyanya dengan penuh emosi sembari melihat mereka berdua. Apa kali-"
Pak Iran seketika memijat pelipisnya yang mulai terasa pusing dengan tingkah laku Kelvin. " Dasar anak nakal !" umpatnya.
Tapi kemudian tidak lama pak Iran langsung mengunci pandangannya pada Desya sang ketua OSIS. "Kamu kenapa ?" Desya menatap balik pak Iran "Saya ngak kenapa kenapa." jawabnya dengan santai.
Pak Iran menghela napas panjang mendengar jawaban santai Desya. "Kamu tahu kan seberapa besar pengaruh kamu disini dan tiba tiba saja kamu nembak seorang cowo pembuat onar."
"Saya tentu saja tahu " Desyana berdiri dan pergi meninggalkan pak Iran tapi sebelum itu Desya berbalik dan. "Saya juga tahu apa yang terbaik buat diri saya sendiri !" jawabnya melenggang pergi.
__ADS_1
Siapa yang tidak kenal dengan dirinya. Desyana seorang ketua OSIS yang sangat jenius. Sudah banyak acara sekolah yang dibuat sukses olehnya. Setiap perlombaan yang diikuti olehnya selalu tidak pernah pulang dengan tangan kosong. Bukan hanya di bidang akademis tapi di bidang non-akademis pun dia juaranya.
Bahkan, dia juga terkenal sangat jago dalam taekwondo. Bukan hanya itu saja, Ia memiliki paras cantik serta sangat mudah bergaul dengan semua orang. Siswa yang begitu sempurna.
Tanpa sepengetahuan Desya tiba tiba saja Ryan menarik tangannya dengan keras dan menatap mata Desya meminta penjelasan. "Lo, udah gila !" tanyanya dengan penuh emosi.
Desya yang mendapat perlakuan seperti itu langsung menampar wajah Ryan dengan keras. "Bukan urusan lo !" Desya mendorong bahu laki laki itu dengan keras dan pergi meninggalkan nya begitu saja.
"Gue ngak akan ngebiarin lo jadian sama si brengsek itu Des !" Ucap Ryan dengan kesal memukul mukul dinding dengan keras. Desya menghentikan langkahnya dan kemudian berbalik "Gue ngak peduli..." jawabnya sembari memberi tanda Fake you.
Ryan berteriak dengan penuh emosi melihatnya. "Awas lo Kelvin, gue ngak akan tinggal diam, dasar sialan !"
🌸🌸🌸🌸
Desya berlari dengan cepat mengejar laki laki itu. "Woi, sialan tungguin gue !"
Brakkk...
Desya menabrak punggung laki laki itu dengan keras. "Aww sakit, bisa ngak sih lo sopan dikit ke gue ?" celoteh Desya memegang hidungnya yang terasa sakit.
Kelvin berbalik dan langsung maju mendekati Desya dengan tatapan mencurigakan. Desya yang melihatnya langsung mundur beberapa langkah. "Lo jangan macem-macem sama gue !" ancam Desya. Tapi sayangnya Desya sudah tidak bisa menghindar lagi dan kemudian tiba tiba saja dengan cepat Kelvin memegang dagu Desya.
__ADS_1
"Lo, bener bener ngak punya malu ya..."
Bersambung