First Love Masa SMA

First Love Masa SMA
Eps 9 : Tentang Indri


__ADS_3

Desya menuntun gadis tersebut menuju ruangan kepala sekolah. Tapi, sebelum itu "Lo cepetan panggil pak Bagas guru IPA di kelas 11 sekarang !" perintah Desya kepada seseorang dari balik telpon.


Desya berbalik melihat gadis itu kembali. "Elo tinggal jawab semuanya dengan jujur tanpa terkecuali !" peringat Desya. Gadis itu membuang muka mengganggap remeh Desya. "Kenapa gue harus nurutin kemauan lo ?" tanya gadis tersebut.


Desya memejamkan mata dan memandang wajah gadis itu. Terlihat raut wajah yang cemas dan walaupun gadis itu telah berusaha keras menyembunyikan nya. "Kalo lo mau semuanya cepet kelar, mending lo dengerin kata kata gue !"


Desya membuka pintu, terlihat seorang bapak kepala sekolah telah menunggu kedatangan mereka berdua bersama dengan bapak Bagas. Guru yang telah Desya panggil untuk datang kemari. "Permisi..." sapa Desya dengan sopan.


Bapak kepala sekolah tersenyum dan mempersilahkan Desya dan gadis disampingnya untuk duduk. "Silahkan duduk." Dan kini akhirnya pembicaraan serius pun dimulai.


Bapak kepala sekolah membuka obrolan dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu. "Saya Irwansyah Kepala sekolah yang menjabat saat ini dan disebelah saya bapak Bagas guru materi IPA untuk kelas 11."


"Dan didepan saya adalah Desyana seorang ketua OSIS disekolah ini dan gadis yang dibawanya adalah seorang korban disini !" Seketika suasana terasa hening tak kala kepala sekolah menyebut siswi yang bernama Indriani adalah seorang korban.

__ADS_1


Desya tersenyum puas melihat pak Bagas yang wajahnya kini telah memucat. "Saya telah mengumpulkan beberapa bukti yang bisa membuktikan perbuatan bapak selama ini." ucapan Desya membuat pak Bagas melotot ke arahnya.


"Apa maksud kamu !" tanya bapak Bagas. Desya tersenyum. "Andaikan ada rekor untuk orang bodoh sedunia mungkin saya sudah mendaftarkan nama bapak di sana." ujar Desya memandang rendah pak Bagas.


Bapak Bagas tidak terima dengan hinaan yang Desya lontarkan dan berniat memukul Desya. " Berani kamu sama saya !" bentak pak Bagas sembari berusaha memukul Desya. "Hentikan, dan anda tolong bersikap sopan disini !" perintah bapak kepala sekolah.


Bapak Bagas tersenyum geli mendengarnya. "Saya bersikap sopan, lalu bagaimana dengan dia ?" Desya berdiri dan kini menatap tajam pak Bagas. "Bapak tidak perlu repot memikirkan saya, lebih baik bapak pikirkan masa depan bapak yang sebentar lagi akan menjadi suram !"


Kata kata Desya membuat bapak Bagas kini terdiam. "Apa maksud kamu ?" Tanya bapak Bagas.


Tok...Tok...Tok...


"Masuk !" jawab Desya. Terlihat Ryan masuk sambil membawa sebuah map hitam ditangannya. Bapak Bagas yang melihatnya mengusap wajahnya frustasi. Ryan berjalan menuju Desya dan memberikan map tersebut.

__ADS_1


Desya melirik pak Bagas sebentar sebelum membuka map yang diberikan oleh Ryan. Dapat dilihat dengan jelas wajah pak Bagas yang kian memucat. "Ini silahkan dilihat !" ujar Desya menyodorkan beberapa foto yang memperlihatkan perlakuan tidak senonoh yang dilakukan pak Bagas kepada beberapa siswi termasuk Indri.


Bapak Bagas yang melihatnya berusaha menjelaskan. "Saya bisa menjelaskan semuanya, ini tidak seperti apa yang bapak pikirkan !" elak pak Bagas. Tapi sepertinya bapak kepala sekolah tidak menghiraukan alasan yang bapak Bagas lontarkan. Ia kini lebih memihak Indri sebagai seorang korban saat ini.


"Indriani jawab jujur saya, apa benar bapak Bagas telah melakukan semua ini termasuk kepada kamu !" tanya bapak kepala sekolah menyakinkan.


Desya menatap Indri. Dapat dilihat saat ini siswi tersebut terlihat gugup dan cemas. Desya menggenggam erat tangan nya. "Lo ngak perlu merasa takut, disini lo sepenuhnya dilindungi tapi sebelum itu lo harus menjawab pertanyaan bapak kepala sekolah dengan jujur !" ucap Desya memberikan semangat sambil melototi bapak Bagas dengan tajam.


Walaupun Indri masih terlihat gugup tapi sepertinya kata kata Desya sedikit memberikan perasaan lega. Indri menggenggam tangan dengan erat.


"Indriani apakah benar bapak Bagas telah melakukan pelecehan kepada kamu ?" tanya bapak kepala sekolah sekali lagi. Indri sempat terdiam sejenak hingga akhirnya...


"Ya benar, bapak Bagas telah melakukan pelecehan terhadap saya !" jawab Indri dengan lantang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2