First Love Masa SMA

First Love Masa SMA
Eps 22 : It's okay, gue ngak ngak peduli


__ADS_3

Di perusahaan Farmasi Adirya...


Tuan Ahmad Adirya berjalan mondar-mandir kesana kemari memikirkan perkataan Desya tempo hari. Ia masih tidak menyangka karena tidak menyadari membiarkan perempuan ular itu masuk ke rumahnya. Dan dengan gilanya perempuan itu berhasil mengetahui rahasia gelapnya dan mengancam dirinya.


Pak Ahmad menghubungi seseorang. "Ke ruangan saya sekarang!" lalu tidak lama seseorang mengetuk pintu. "Masuk!" perintah Tuan Ahmad.


Terlihat seorang Pria Dewasa berumur seumuran dengannya yang masih terlihat muda. Berpostur tegap dan tinggi. Memiliki mata yanga tajam. Rambut yang disemir dengan rapi seperti gaya rambut kantoran tapi sedikit mengandung gaya badboy. Kulit kuning Langsat yang eksotis dan wangi Parfum melengkapi penampilan tampan nya hari ini.


"Duduk!" perintah Tuan Ahmad.


Pria dewasa yang bernama Naufal itu datang dengan membawa sebuah berkas ditangannya. Lalu membacanya dengan jelas tanpa melewatkan sedikitpun.


"Desyana, seorang perempuan berusia 17 tahun yang kini tengah menempuh pendidikan di SMA Harapan Mimpi. Dia duduk di bangku 11 dan merupakan salah satu siswi yang berprestasi dan juga menjabat sebagai ketua OSIS hingga mendapatkan beasiswa yang telah menjamin pendidikannya. Sebelumnya dia tinggal di sebuah panti asuhan harapan Nusa bangsa. Dia temukan oleh warga setempat saat masih bayi di jalanan dan kemudian diserahkan ke panti asuhan tersebut." jelas pak Naufal dengan panjang lebar menjelaskan.


Tapi pak Ahmad merasa tidak puas mendengarnya. Ia masih merasa ada yang janggal dari informasi itu. "Kamu nyakin hanya itu informasi yang kamu dapatkan ?" tanya pak Ahmad.


Pak Naufal hanya membalas dengan anggukan kepala dan bertanya dengan wajah datar. "Apa ada yanga bapak curigai dari perempuan itu ?" tapi pak Ahmad yang di tanya malah melotot tajam seolah meminta nya untuk diam.

__ADS_1


Pak Naufal memandang ke arah lain merasa bahwa dirinya sudah salah bicara. "Tapi ada satu informasi yang menarik yang tengah beredar mengenai hubungan perempuan itu dengan putra bapak, Kelvin Adirya." lanjut pak Naufal.


Pak Ahmad mengangkat alisnya. Menghentikan aksinya dan menatap orang itu. "Apa yang kamu dengar ?" tanyanya. Seingatnya baik Desya dan Kelvin tidak memiliki hubungan yang lebih dari sekadar guru dan murid. Setidaknya itulah yang Ia dapatkan dari para pembantu dirumahnya.


Pak Naufal tersenyum. "Perempuan itu menyatakan perasaannya dan mengajak putra bapak Kelvin Adirya untuk berpacaran dengannya di depan semua orang."


Pak Ahmad terkejut mendengar penuturan pak Naufal. Pantas saja ada yang aneh terhadap tatapan mata perempuan itu terhadap putranya. Dan itu juga artinya para pembantu dirumahnya telah bekerja sama dengan Desya. Kalau tidak bagaimana mungkin dirinya tidak mengetahui berita ini.


Pak Ahmad menggertakan giginya, menahan rasa geram kepada Desya dan juga para pembantunya. "Berani sekali orang rendahan seperti mereka telah menipu saya!" tapi kemudian...


Pak Ahmad malah tertawa. Ia merasa telah menemukan sebuah rencana untuk menjebak Desya. "Oke kalo itu mau kamu, maka saya akan ikuti." pak Ahmad tertawa. Ia memandang pak Naufal seolah memberikan instruksi kepadanya.


🌸🌸🌸🌸


Dengan mantab Desya berjalan dan mengetuk pintu rumah itu. Ada perasaan yang campur aduk yang kini mendominasi dirinya. Tapi sebisa mungkin Ia atasi.


Tok...Tok...Tok...

__ADS_1


Tapi semua harapan itu seketika pupus berantakan. Tak kala apa yang tidak diinginkan ternyata benar terjadi. Kelvin yang telah membuka pintu rumah Indri.


Tapi saat menyadari bahwa yang mengetuk pintu rumah Indri adalah Desya dengan buru buru Kelvin menutup pintu.


Tapi dengan cepat Desya menghalau. "Gue mau ngomong sama Lo!"


Suasana terasa begitu hening dan sunyi. Baik Desya ataupun Kelvin mereka berdua sama sama bungkam. Hingga akhirnya Desya memberanikan diri untuk membuka obrolan.


"Gue mau minta maaf sama Lo."


Kelvin tertawa mendengar ucapan maaf yang dilontarkan oleh Desya. Dipandangnya gadis yang tengah duduk di dihadapannya. Kelvin tersenyum sinis. "Gue ngak sudi!" jawab Kelvin jutek.


Desya berdiri dan berjalan kearah Kelvin. Ia melepaskan ikatan tali yang mengikat rambutnya. Lalu kemudian disusul dengan melepaskan jaket miliknya dan membuangnya ke segala tempat.


Desya merasakan sebuah dorongan yang kuat menuntun dirinya. Dan Ia juga merasakan seolah ada jutaan kupa kupu yang siap untuk meninggalkan sarang yang selama ini ditinggali.


Desya duduk dipangkuan Kelvin dan mengalungkan tangannya ke leher Kelvin. Hingga dapat Desya rasakan napas Kelvin yang memburu berhembus menyentuh setiap permukaan wajahnya.

__ADS_1


Ditatapnya dalam mata indah itu dan kini jarinya tengah mengusap bibir yang ranum tersebut. " It's okay, gue ngak peduli."


Bersambung....


__ADS_2