First Love Masa SMA

First Love Masa SMA
Eps 13 : Bisa anda jelaskan apa yang terjadi?


__ADS_3

"Gue cabut ke ke kamar." ujar Kelvin setelah itu melepaskan genggaman tangannya. Desya hanya menganggukkan kepala tanda mengiyakan. Ia tidak berhenti melirik Kelvin hingga tubuh pria itu menghilang dibalik pintu. Desya tersenyum berusaha menenangkan diri. Jantungnya benar benar terasa akan copot dari tempatnya.


Ia berjalan kesenangan menuju dapur. Perutnya sedikit terasa lapar mungkin karena ia hanya sarapan sedikit tadi pagi. Ketika Desya membuka pintu kulkas dan mengambil beberapa snack cemilan dan lalu menutup pintunya tiba tiba saja...


"Astagfirullah Alazim! " Desya berteriak terkejut melihat sesosok penampakan. Terlihat seorang nenek sihir tengah menatap dirinya dengan begitu tajam, setajam silet.


"Apa apaan sih lo, ngagetin aja! untuk gue ngak punya penyakit jantung! " gerutu Desya. Dan tanpa pikir panjang, basa basi sana sini Desya menyantap snack tersebut dengan lahap ditemani tatapan maut ala Tania.


Tania tersenyum geli. "Dasar bicth! " Dengan keras Tania menyindir Desya dan melihatnya dengan jijik. Desya menghentikan kegiatan ngemilnya dan berbalik melihat Tania. "Ada masalah apa sih gue sama Lo ?" tanya Desya.


Tania berjalan menghampiri Desya lalu mengambil botol air minum dan dengan sengaja mengguyur Desya. Desya sontak saja terkejut dan berdiri dengan apa yang diperbuat Tania. "Elo apa apaan sih! " tanya Desya jelas tidak terima. Tapi sepertinya Tania tidak sampai disitu saja.


Plak!


Terdengar suara tamparan yang begitu keras. Desya tertunduk memegang pipinya yang terasa nyeri.


"Gue ngak suka Lo ada di rumah ini dan gue mau Lo cabut sekarang juga! " Bentak Tania dengan begitu emosi.


Desya terdiam ditempat nya hingga akhirnya. "Hah...?" Desya tertawa dengan keras. Ia menggelengkan kepala tidak percaya. Orang ini benar benar aneh. "Elo kesambet setan apaan ?" Tanya Desya sambil tertawa terpingkal-pingkal.


Tania terlihat tidak terima. Ia kembali melayangkan tamparan kepada Desya dan...


Hap!

__ADS_1


Sayangnya kali ini tidak berhasil. Desya mencengkeram tangan Tania dengan kuat. Ia tidak akan membiarkan Tania berhasil menamparnya kembali. "Lo bener bener ngak waras! "


Tania terdiam terlihat ia mengerang kesakitan. Sementara itu, Desya hanya tersenyum puas. "Lepasin tangan gue! " berontak Tania. Tapi, sepertinya Desya memiliki rencana lain. Lalu...


Pletak!


Terdengar bunyi patahan dari tangan Tania. Tania menarik tangannya dengan paksa dan kini mengusap tangannya yang kini terasa menyakitkan.


"Elo yang nggak waras! " Tania menangis menahan sakit. Dapat ia rasakan pergelangan tangannya kini patah. "Gue pastiin Lo ngak akan bisa tinggal lama di rumah ini! " ancam Tania.


Desya tertawa geli mendengarnya. "Lo lucu banget, emangnya ada sesuatu ya di rumah ini? sampe sampe Lo pingin gue keluar dari rumah ini." tanya Desya penasaran.


Tania hanya terdiam mendengar pertanyaan yang Desya lontarkan. "Bukan urusan lo! " dengan cepat Tania melengos pergi meninggalkan Desya seorang diri di dapur. "Dih, dia yang mulai duluan. Dasar gila! "


🌸🌸🌸🌸


"Ahkk...!" Tania melemparkan semua barang yang ada. Dia benar-benar kesal dengan tingkah Desya. "Gue ngak boleh biarin dia tinggal disini. Bisa bisa rahasia gue bakal ke bongkar! " Tania mengigit kukunya. Ia harus memikirkan sebuah rencana lain. Gadis itu pasti tidak akan merasa jera.


Tania melihat pergelangan tangannya. Ia tersenyum. "Kayanya gue punya ide! "


🌸🌸🌸🌸


Desya melirik jam ditangannya, terlihat sudah menunjukkan pukul 8 malam. Ia memijit pelipisnya yang terasa pusing. Waktu yang dimiliki oleh nya tidak lama lagi.

__ADS_1


Ia bergegas bangun dan berjalan. "Mending gue ke kamar Kelvin." Desya membuka pintu dan tepat dihadapan nya berdiri seseorang, sepertinya ia hendak mengetuk pintu.


"Ada apa ?" tanya Desya kepada mbak Minah salah satu pembantu di rumah ini. "Mmm... non dipanggil sama tuan..."


Desya menatap mbak Minah dengan heran. "Kenapa mbak keliatan gugup gitu ?" pasalnya orang ini terlihat ketakutan. "Mbak permisi non! " ujar mbak Minah melenggang pergi begitu saja meninggalkan Desya.


"Dasar aneh! " tapi kini pikirannya melayang entah kemana hingga akhirnya Desya menyadari sesuatu. "Tuan! "


Desya berlari menuju ruangan kerja tuan Ahmad Adirya papanya Kelvin. Sepertinya akan ada hal buruk yang menimpa dirinya. Dan dapat Desya tebak siapa dalangnya.


Desya mengambil napas. Ia berusaha menenangkan diri dan kemudian membuka pintu.


"CK..." Desya mendengus geli. Tepat sepertinya dugaan nya, wanita itu pasti telah melaporkan dirinya.


"Ada apa tuan memanggil saya ?" tanya Desya memecah keheningan di ruangan ini. Tapi, tiba-tiba tuan berdiri dan berjalan menghampiri Desya lalu...


Plak!


Desya mengusap pipinya yang kini kembali terasa perih. " Berani kamu menyakiti anak saya! " bentak tuan. Walaupun saat ini keadaan terasa mencekam tapi tidak membuat Desya gemetar ketakutan. Desya justru tertawa geli.


Ia menatap tuanya. "Bisa anda jelaskan apa yang terjadi ?"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2