First Love Masa SMA

First Love Masa SMA
Eps 21 : Semoga lo ngak ada disana, Kel...


__ADS_3

Desya menepis kasar tangan sialan itu. Ia menjambak rambut Indri hingga empunya menjerit kesakitan. "Lo bener bener ngak bisa dengar ya, jangan salahin gue kalo kaki Lo bakal pincang hari ini!" dengan kesabaran yang sudah diujung tanduk tanpa aba-aba Desya menendang kaki Indri dengan sekuat tenaga.


Bugh!


"Ahkk!" Indri tersentak. Ia menatap tajam Desya yang mengancam. "Lo bakal nyesel, Des!" Indri merogoh sakunya. Ia mengambil sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Walau kakinya sudah terasa kaku. Tapi, rasa penasaran ini justru semakin membuncah.


"Sial!" Indri kini sudah tidak bisa berkutik. Desya berhasil melumpuhkan pergerakan Indri sepenuhnya. Kini tubuhnya tengah dalam posisi mencium lantai yang dingin. Dan saputangan miliknya sudah tidak diketahui nasibnya. Entah dimana. Ataupun terlempar kemana. "Gue ngak sebodoh itu." Ucap Desya berbisik.


Indri bergidik ngeri ketika Desya membisikkan sesuatu. "Lo itu sebenarnya siapa ?" tanya Indri. Jujur sedari awal ada yang aneh dengan gerak gerik perempuan ini.


Jauh sebelum Desya menembak Kelvin. Perempuan ini sudah mengawasinya. Kemanapun Kelvin pergi, Desya pasti juga ada disana. Awalnya Indri hanya mengira Desya sebagai salah satu mantan pacar Kelvin yang tidak terima diputusin seenaknya. Tapi pandangan nya berubah tak kala dengan berani perempuan itu menembak Kelvin secara terang-terangan di depan umum.


Ya, memang benar. Momen itu juga telah ikut menggemparkan dirinya. Dan kini perempuan itu tengah menyiksanya. Dengan tatapan mata manik seolah olah ada sesuatu yang disembunyikan.


Lalu dengan berbagai pertanyaan dibenaknya semakin mendominasi dirinya untuk mengetahui lebih banyak tentang perempuan itu.


Desya berbisik. "Gue datang untuk menghancurkan sebuah keluarga yang gue benci!"

__ADS_1


Deg!


Indri terkejut berusaha mencerna sesuatu. Sebuah keluarga yang ingin dia hancurkan? apa maksud semua itu? apa hubungannya dengan Kelvin? dan yang paling penting. Apa alasannya?


Desya menendang kembali kaki Indri dengan kasar hingga berbunyi dan menendang tubuh wanita itu.


Pletak!


Tanpa bersua apapun lagi Desya pergi meninggalkan Indri seorang diri.


Indri berusaha berdiri dan berjalan tertatih tatih. Ia mengepalkan tangannya kuat. "Lo itu sebenarnya siapa, malaikat atau pembawa petaka ?"


🌸🌸🌸🌸


Desya membasuh wajahnya. Rambutnya yang dibiarkan terurai tanpa terikat tali apapun. Desya merasa kepalanya harus menyentuh air karena sesuatu terasa terbakar di ubun-ubun kepalanya. Perkataan Indri seolah membuat dirinya merasakan panas yang luar biasa.


"Dia dirumah gue, abis begadang semalaman sama gue." kata kata itu terus terngiang-ngiang. "Gue benci sama Lo Kel!" Desya mengacak rambutnya frustasi hingga tanpa sadar membuat rambutnya rontok. Desya memandang rambut miliknya untuk sesaat dan memutuskan memilih untuk menghanyutkan nya dibawa pergi oleh air keran.

__ADS_1


Ia menendang meja wastafel. Menatap pantulan dirinya dari balik cermin. Ada rasa kesal, dendam, dan benci yang membekas dihatinya. Tapi kini, disisi lain ada rasa cinta dan peduli yang mulai mengisi hatinya. Membuat dirinya merasakan didalam sebuah dilema.


Ada dua janji yang telah mengikat hidupnya. Dua buah janji yang selama ini menjadi bayangan kelam sekaligus harapan yang indah.


Tit...Tit...Tit...


"Halo." Desya memperhatikan keadaan sekitar memastikan tidak ada yang menguping pembicaraan nya. "Bagaimana perkembangan kasusnya, apa kamu sudah menemukan bukti yang saya minta ?"


Desya menghela napas pasrah tanda kecewa. Orang kepercayaannya tidak kunjung mendapatkan titik terang.


"Apapun yang terjadi, awasi Tuan Ahmad Adirya dan langsung beritahu saya begitu kamu mendapatkan informasi." lalu Desya langsung menutup sambungan teleponnya.


Ia berjalan pergi dan berusaha berpikir jernih kembali. Terlepas dari urusan dengan Tuan Ahmad Adirya, Ia harus terlebih dahulu menemukan kebenaran Kelvin. Dan kini mau ngak mau Desya harus melepaskan egonya sendiri. Ia harus pergi ke tempat yang ia benci.


Setidaknya ia masih memiliki petunjuk terakhir. Dan dari perasaan terdalam. "Semoga lo ngak ada disana, Kel..."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2