First Love Masa SMA

First Love Masa SMA
Eps 15 : Lo mau ngak jadi pacar gue ?


__ADS_3

Ceklek!


Desya tertunduk, menyembunyikan senyuman yang puas setelah melihat raut wajah panik tuanya. "Lo harus ngerasain apa yang gue rasain dulu! " Desya pergi dengan kesenangan yang membuncah di hatinya. Tapi, ini baru permulaannya.


🌸🌸🌸🌸


"Ahkk...!" Tania berteriak seperti orang kesetanan. "Dasar sialan lo Des! " Tanpa memperdulikan luka dan darah yang sudah bercucuran Tania terus membanting dan melempar semua barang yang ada. Ia mengepalkan tangannya kuat. Masih teringat dengan jelas tawa Desya saat dirinya habis babak belur karena papanya.


"Kasihan..." tawa yang tidak akan pernah dilupakan oleh Tania. Tapi, tanpa sadar Tania terjatuh dan menangis. Ia memeluk tubuhnya dengan erat. Perasaan itu kembali menyerang dirinya. Tania mengacak rambutnya frustasi. "Ngak boleh! " Tania mengusap kasar air matanya. "Gue ngak boleh nyerah, gue nggak akan biarin semua usaha gue hancur sia sia, ngak boleh! "


Tania tertawa seperti orang gila. Dipegangnya sebuah foto. "Lo ngak boleh berubah, ya..." Ia mengusapnya pelan lalu. "Ahkk! gue benci sama Lo! " dengan kasar Tania merobek foto tersebut hingga menjadi potongan kecil.


"Hahahaha..." tawa Tania memenuhi ruangan tersebut. "Lo ngak boleh berubah, kalo lo berubah gue hancur..." tawa dan tangisan menjadi satu, tanda luka yang begitu dalam...


🌸🌸🌸🌸


Desya berjalan dengan kegirangan. Dapat Desya pastikan tidurnya akan nyenyak malam ini. Desya tidak peduli jika suatu saat nanti akan dipanggil dengan sebutan seorang penjahat. Desya menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah pintu. "Karena nyawa harus dibayar dengan nyawa..." batin Desya.


Ceklek!

__ADS_1


"Halo Kel-" Desya mematung terdiam ditempatnya. Ia sangat terkejut melihat pemandangan yang seharusnya tidak dilihat. "Wow! " ucap Desya dengan takjub sekaligus terkejut.


"Bisa ngak Lo refleks kaget gitu ?" tanya Kelvin sambil membenarkan lilitan handuknya. Ditambah lagi handuk itu hanya menyembunyikan bagian bawahnya tapi tidak dengan atasnya.


Desya yang mendengar hanya cengengesan tak jelas. "Oh... bentar...!" Desya menghela napas lalu kemudian berbalik dan...


"Ahh...Lo ngapain ngak pake baju malem malem gini! ' Desya berteriak terkejut lalu...


Pletak...


Kelvin menjitak kepala Desya. "Aww...sakit! " Desya meringis kesakitan. "Telat! " ujar Kelvin sementara Desya hanya cengengesan tidak jelas. "Ya elah maaf, soalnya badan Lo bagus apalagi di- "


Desya pun berjalan pelan menuju kasur dan duduk termenung disana. Hanya Kelvin satu satunya alasan dia senang disini. Walaupun mungkin bukan alasan utamanya. Desya m memandang sebuah foti keluarga yang terlihat harmonis.


Ada Kelvin, tuan dan istrinya. Tapi, di foto itu tidak ada keberadaan Tania. Desya tersenyum kecut. "Ternyata Lo ngak pernah dianggap ada di keluarga ini. " Desya merasa miris jika mengingat nasib Tania.


"Bahkan sampe Lo dibuat gila sama mereka." batin Desya memejamkan mata menikmati suara tangisan dan tawa dari sebuah handset yang terpasang di telinganya. Dan itu terasa begitu miris.


Dan tanpa Desya sadari Kelvin sudah berada tepat dihadapannya dan...

__ADS_1


Hap!


Kini kedua sepasang mata itu bertemu. Kelvin memeluk tubuh Desya di atas kasur miliknya yang hanya ada mereka berdua. "Lo lagi ngapain ?" tanya Desya yang kini malah merasakan dilema. "Kelvin terdiam memandang wajah gadis tersebut. Jantungnya semakin terasa berdetak begitu kencang.


Ada sesuatu yang berdesir di dari dalam hatinya. Kelvin menutup mata Desya dengan tangannya. Dan dengan sebuah dorongan Kelvin mendekatkan bibirnya. Tapi, Desya tidak akan membiarkan hal itu terjadi. "Kita ngak boleh ngelakuin ini! " ucap Desya membekap mulut Kelvin.


Kelvin yang mendengar langsung menghentikan aksinya. "Kenapa ngak boleh ?" tanya Kelvin dengan napas yang memburu. Lalu dengan cepat Desya membalikkan keadaan yang kini malah berada di atas tubuh Kelvin.


Desya menyentuh bibir Kelvin dengan jari telunjuk nya. "Entahlah...banyak alasan yang bisa digunakan untuk menghentikan sesuatu hal yang seharusnya tidak terjadi." jawab Desya.


Kelvin tertawa dan tersenyum memperlihatkan senyuman manisnya. Tangannya terulur mengusap rambut Desya dengan lembut hingga menciptakan suasana hangat bagi Desya.


Desya terdiam menikmati wajah Kelvin. "Lo ganteng tapi ngeselin! " Desya mencubit hidung Kelvin dengan gemas hingga membuat empunya berteriak kesakitan.


"Ahk.. sakit! " lalu Kelvin membalas cubitan tersebut hingga akhirnya berujung dengan saling kejar kejaran. Di sela sela kegiatan hangat tersebut Kelvin mengejutkan Desya.


"Lo mau ngak jadi pacar gue ?"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2