
Plak !
Desya menatap Indri dengan jijik. Bisa bisanya orang ini menyatakan perasaan nya kepada dirinya yang notabene nya sama sama seorang wanita.
"Are you Bich!" Desya berjalan menjauh dari Indri. Tapi sayangnya tidak semudah itu, karena tiba-tiba Indri mengeluarkan sebuah sapu tangan. Desya yang melihatnya bergegas berlari setelah menyadari niat busuk Indri. "Oh ****! " batin Indri.
"Ahkk...!" sial bagi Desya. Ia tidak sengaja tersandung. Indri tersebut puas melihat Desya yang kini tidak bisa lagi menghindar. "Elo nggak usah takut, gue ngak bakal nyakitin Lo kok, tenang aja !"
"Lo jangan macem-macem sama gue!" Desya berusaha untuk bangun menyelamatkan diri tapi kemudian...
Plak !
Indri mengusap pipinya yang kembali terasa perih akibat ditampar hanya saja kali ini lebih menyakitkan. "Berani Lo !" Indri menatap Kelvin yang kini tengah menatap dirinya dengan tajam.
Kelvin berjalan mengambil sapu tangan lalu kemudian membakar nya tepat dihadapan Indri. "Elo bener bener menjijikkan !"
Indri tertawa mendengar hinaan yang keluar dari mulut Kelvin. "Gue menjijikkan, bukannya Lo lebih parah dari gue ya ?"
__ADS_1
Kelvin lebih memilih menghampiri Desya. Dilihat olehnya kaki Desya yang terkilir dan tanpa pikir panjang Kelvin mengendong Desya membawanya pergi.
Indri yang melihat hal tersebut berusaha menghentikan langkah Kelvin. "Lo lepasin dia, ngak usah ikut campur !" panggil Indri.
"Ngak, gue ngak akan biarin lo ngelakuin hal itu. Apalagi ke Desya !"
"Oh, jadi selama ini Lo selingkuh dari gue sama Desya ?"
Kelvin menghentikan langkahnya lalu menurunkan Desya dengan hati hati. Dan kemudian berbalik melihat Indri tapi tanpa aba-aba...
Plak !
Kelvin mengusap pipinya dan kemudian membalas tamparan dengan lebih keras hingga suaranya menggema. "Gimana enak ngak ditampar berkali-kali hari ini !" Kelvin mencengkram tangan Indri lalu...
Pletek!
Dengan kuat Kelvin mematahkan tangan Indri hingga membelokkan nya. Indri berteriak-teriak kesakitan. Ia berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari Kelvin. Tapi sialnya sia sia.
__ADS_1
Kelvin melirik Desya yang hanya terdiam ditempat. "Lo harus tau, ada kalanya seseorang harus di tolong dan ada kalanya seseorang harus dibiarkan menderita !" tukas Kelvin kepada Indri.
"Dan lo! " Kelvin mendekatkan wajahnya lebih dekat kepada Indri. "Mulai hari ini kita putus !" lalu kemudian dengan kasar menghempaskan tubuh diri hingga ia tersungkur ke lantai.
Ia memegang tangannya dan malah tertawa seperti orang gila. Indri menunjuk Kelvin dan menatap dengan tajam. "Lo ngak perlu nyesel karena itu emang keinginan gue."
Indri berdiri dan mendorong tubuh Kelvin. "Lo pikir Lo siapa. Elo, itu cuma seorang cowok yang bisanya berbuat onar. Jadi, ngak usah sok kepedean jadi orang! "
Indri melenggang pergi meninggalkan mereka berdua. Tapi sebelum itu...
"Lo kaya gini supaya Lo punya temen kan ?" setelah mengatakan itu Indri benar benar pergi.
Sementara Desya yang melihat hal ini hanya bisa terdiam. Ia melihat Kelvin yang terdiam di tempat. Dapat dilihat oleh Desya ada raut kekecewaan di wajahnya. "Kel ?" panggil Desya.
"Mending lo ke mobil duluan..." setelah mengatakan itu Kelvin meninggalkan Desya begitu saja. Indri hanya bisa memikirkan apa yang telah terjadi. Sungguh semua ini mengejutkan dirinya. "Sebenernya apa yang telah terjadi ?"
Bersambung....
__ADS_1