
...Happy reading 🥰......
Desya membuka mata. "Aww...!" Ia pun memegangi kepala nya yang terasa sakit. Lalu kemudian beranjak bangun. Menghampiri seseorang yang sedang tertidur di sofa. "Lo terlihat begitu manis kalo lagi tidur, Kel..."
Dengan lembut Desya mengelus rambut indah milik Kelvin. Sebuah perasaan sedih terlihat dengan sangat jelas dari wajahnya yang sendu. "Andaikan saja gue datang lebih awal. Pasti gue akan punya lebih banyak waktu buat Lo."
Dan...
Cup!
Desya mencium bibir Kelvin dan kembali berjalan pergi menuju tempat tidur nya. Tapi tiba tiba seseorang mencengkram tangannya.
Desya tersenyum. "Maaf kalo gue udah bengunin Lo." ujar Desya.
Kelvin pun berdiri dan memeluk Desya. Dia tenggelamkan kepalanya di pundak Desya. Lalu menatap wajah kekasihnya itu. "Gue mohon berhenti untuk lukain diri Lo sendiri. Gue ngak bisa ngeliat Lo tidur tidak berdaya kaya tadi."
Desya berbalik dan mengecup kening Kelvin. "Maaf..." hanya itu yang saat ini bisa Desya katakan pada Kelvin.
Mendapatkan kecupan dari Desya seketika membuat nafsu Kelvin meningkat. Dia memeluk tubuh Desya dengan erat hingga membuat tidak ada jarak di antara mereka berdua.
Napas mereka kini saling memburu, menandakan nafsu yang semakin menggelora. Kelvin pun menempelkan bibir nya pada bibir Desya yang mungil.
Dengan intens mereka saling berciuman. Desya pun mengalungkan tangannya di leher Kelvin.
__ADS_1
Kelvin yang tidak mendapatkan penolakan dari Desya pun semakin gencar dalam melaksanakan aksinya. Dia mengendong tubuh Desya lalu membaringkan nya di kasur.
Dengan lembut Kelvin mengelus wajah Desya. "Entah kenapa hari ini Lo terlihat sangat indah..."
Dan dengan nakalnya tangan Kelvin telah berani masuk menyusuri setiap jengkal tubuh Desya. Tapi dengan kuat Desya menghentikan aksi Kelvin. "Maaf tapi gue belum bisa ngelakuin ini."
Desya pun langsung berdiri dan berjalan pergi. Kelvin yang sudah berada di puncak hawa nafsu pun menghela nafas. Apalagi kini di bawah sana sudah ada yang mulai menegang. "Apa Lo nyakin? kali ini gue bener bener ngak bisa menahan hasrat seksual ini. Kalo Lo ngak mau menuhin kebutuhan *** gue, gue bakal lakuin hal ini bersama dengan Indri."
Desya terdiam mematung. Kini bibirnya terasa kelu. Meskipun dia sangat mencintai Kelvin tapi itu tidak membuat logika Desya terhenti. "Sayangnya gue tetap ngak bisa."
Mendengar jawaban tersebut Kelvin pun mengacak rambutnya frustasi. "Oke, jangan salahin gue kalo gue bercinta sama Indri. Dasar cewe ngak berguna!"
Dan dengan kasar Kelvin membanting pintu dengan keras.
Brak!
...~~~~...
Ke esokan harinya...
Semua orang terlihat begitu ramai. Dan tentu saja apalagi hari ini adalah hari yang begitu istimewa. Hari dimana seorang laki laki tua Bangka telah tiada.
Desya pun tersenyum puas. Kini salah satu musuhnya telah dia singkirkan. "Sekarang Lo target selanjutnya."
__ADS_1
Dan Desya pun semakin merasa senang ketika sebuah dering telepon terdengar.
Ting!
Desya membuka ponselnya. "Sekarang lakukan tugasmu."
"Baik!"
Desya menghirup napas. Lalu kemudian berjalan pergi. Dan begitu pintu terbuka sesosok wanita menyeramkan langsung menyerangnya. "Dasar cewe sialan!"
Brak!
Dengan kuat Tania mencekik leher Desya. "Kenapa, mau gue tambahin lagi penderitaan buat Lo?" tanya Desya dengan tersenyum jahat.
Melihat reaksi Desya seketika Tania melepaskan cengkraman tangannya. "Apa sebenarnya mau Lo?" tanya Tania dengan hati hati.
Mendengarnya Desya pun tertawa. "Mati. Gue mau kalian semua mati!"
Dengan pisau yang ada di tangannya. Desya menatap Tania. Tania yang mulai merasakan sesuatu yang buruk pun langsung berlari menyelamatkan diri. Tapi sayangnya semuanya sudah terlambat.
Kini pisau itu telah menancap tepat di jantung Tania. Seketika Tania langsung terjatuh tewas ditempat bermandikan dengan darah.
Melihat nya Desya tersenyum puas. "Sekarang tinggal tersisa satu lagi..."
__ADS_1
Bersambung...