
Dalam lamunan yang menyedihkan itu, Kelvin kembali melanjutkan kata-katanya. "Dari sekian banyak perempuan di dunia ini, cuma Lo yang ada dihati gue. Dari sekian banyak kasih yang gue terima, cuma Lo yang gue kenang. Hanya Lo dan cuma ada Lo." Kelvin menundukkan kepala, memukul dadanya yang terasa sakit. "Lo adalah seseorang yang gue anggap berharga, saking berharganya tuhan cemburu dan ngambil Lo dari gue." Kelvin menangis. Ia masih belum ikhlas menerima kepergian Adinda.
Adinda, adalah seorang gadis yang Kelvin temui dirumah sakit. Berawal dari ketidaksengajaan dirinya yang membaca buku harian gadis itu. Tapi siapa sangka, hal itu justru berubah menjadi sesuatu yang disebut cinta.
Gadis itu menderita kanker otak yang membuatnya meregang nyawa. Pergi meninggalkan Kelvin dengan sejuta rasa kepedihan yang ditinggalkan. Dan Kelvin, laki laki itu dengan bodohnya menerima semua itu begitu saja karena tidak bisa melupakan Adinda. Orang yang ia cintai.
Masih dalam bayangan yang menjebak, Kelvin menanti hal bodoh itu terulang kembali. Tapi tanpa terduga...
"Lo pasti kuat kok!"
Deg!
Jantung Kelvin berdetak kencang ketika ia merasakan sebuah tangan menyentuh pundaknya dan kini memeluk tubuhnya. Rasa hangat dan kasih yang nyaris terasa sama membuat Kelvin bertanya. "Apa ini benar Lo?"
Kelvin berbalik memastikan. Tetapi Kelvin malah menunjukan ekspresi datar yang membuat jawaban ambigu. Tidak tahu apa Ia kecewa atau mungkin senang, karena dapat merasakan kehangatan yang nyaris sama." Ia memandang gadis itu dengan perasaan yang sulit dijelaskan.
__ADS_1
"Gue kecewa ." ucap Kelvin yang melihat Desya. "bukan Lo yang gue harapkan." Kata kata Kelvin m menjadi jawaban yang menyakitkan untuk Desya. Bahwa selama ini Ia hanya dianggap sebagai tempat pelampiasan untuk mengenang seseorang. Yang selama ini di cintai.
Dengan mata yang masih terpejam, tangan yang memeluk tubuh laki laki itu dengan hangat, dan jantung yang berdegup kencang, Desya tersenyum. "Gue ngerti kok!"
🌸🌸🌸🌸
Flashback 3 tahun yang lalu...
Brak!
Seorang anak laki-laki tersungkur ke lantai hingga membuat dahinya berdarah. Ia meringis kesakitan. "Aww, sakit!" Ia memegang kepalanya yang berdenyut nyeri.
dari seberang sana, seseorang mendatanginya dengan tergopoh-gopoh. "Ya ampun, tuan muda kenapa bisa jatuh? sini mbak Minah obati." lalu dengan cekatan Ia mengobati luka di kepala anak laki laki itu. "Nah udah selesai, sekarang tuan muda istirahat gih sana, lukanya bentar lagi juga bakal sembuh!" ucap mbak Minah sambil tersenyum ramah.
Saat mbak Minah hendak beranjak pergi, alangkah terkejutnya dirinya yang baru menyadari luka luka lebam yang dialami tuan mudanya. "Ya ampun, tuan muda! Ini kenapa tuan muda bisa sampe luka luka begini. Aduh...kalo kaya gini mbak Minah pasti bakal repot, tuan besar pasti marah ini!" ujar mbak Minah panik.
__ADS_1
Tuan muda tersenyum. "Bibi ngak perlu khawatir, papa ngak bakal tahu kok! Kelvin ngak bakal bilang bilang ke papa. Jadi, jangan khawatir." jawab Kelvin berusaha menenangkan mbak Minah.
Mbak Minah menghela napas. "Iya, bibi tahu. Tapikan tetep aja mbak Minah takut. Tuan muda tahu sendiri kan kalo tuan besar marah seremnya kaya apa! Makanya mbak Minah mohon tuan muda jangan ikut ikutan tawuran lagi ya?" bujuk mbak Minah.
Kelvin terdiam dan melihat mbak Minah dengan sendu. "Mbak Minah...,Kelvin mohon jangan larang Kelvin ikut tawuran ya? nanti kalo Kelvin ngak ikut tawuran nasibnya temen Kelvin gimana? Mbak Minah tahukan, Kelvin tawuran itu buat ngebela temen temen Kelvin yang ditindas sama orang orang jahat. Nanti, kalo Kelvin berhenti tawuran temen temen Kelvin bakal ditindas lagi dan mereka pasti bakal sedih lagi. Kalo mereka sedih, Kelvin pasti ikut sedih juga. Jadi, Kelvin mohon mbak Minah jangan ngelarang Kelvin tawuran lagi. Kan Kelvin tawuran itu dengan niat yang baik, niat buat ngebela temen temen Kelvin yang disakiti. Ya, ya, ya?" Dengan wajah memelas yang dibuat sendu, Kelvin berusaha membujuk balik mbak Minah.
Mbak Minah mengecup dan mengelus rambut Kelvin haru, Ia bersyukur betapa baik tuannya ini.
"Yaudah kalo gitu, mbak Minah bisa apa? Tapi, mbak Minah berpesan, jangan sampe tuan muda terluka lagi. Mbak Minah ngak mau tuan muda pulang dengan luka luka kaya gini lagi, janji?" tanya mbak Minah.
"Janji!" jawab Kelvin.
Lalu mbak Minah melepaskan pelukannya dan mulai mengobati luka luka ditubuhnya Kelvin. "Yaudah sini atuh, mbak Minah obati lagi lukanya." setelah selesai mengobati Kelvin, mbak Minah menyuruh Kelvin beristirahat. "Akhirnya selesai juga. Nah, tuan muda mending istirahat ke kamar, soalnya nanti tuan besar bakal jemput tuan muda buat menjenguk nyonya di rumah sakit."
Kelvin mengangguk. "Iya mbak, Kelvin istirahat dulu yah." lalu Kelvin beranjak pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Sesampainya dikamar, Kelvin langsung menghempaskan tubuhnya. Tanpa peduli dengan rasa perih yang ada ditubuh nya.
Ia membenamkan seluruh wajahnya ke dalam bantal. Dengan perasaan bersalah Kelvin mulai menangis. "Maafin Kelvin, udah bohongin m