
Desya tidak bisa tidur memikirkan bagaimana keadaan Kelvin. Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari tapi Kelvin tidak kunjung pulang. "Ini anak kemana sih sebenernya, udah jam segini tapi ngak pulang juga !" Desya mulai merasa cemas.
Dan akhirnya Desya mengambil kunci mobil dan berniat menyusul Kelvin. Tidak butuh waktu lama Desya sudah sampai di klub malam. Walaupun waktu sudah akan pagi tapi sepertinya tempat seperti itu tidak akan sepi.
Ketika memasukinya Desya menutup hidungnya. Aroma alkohol dan parfum menyengat indra penciumannya. Desya melihat kesana kemari mencari keberadaan Kelvin.
Tapi, sialnya seseorang mengganggu nya. "Hey, cantik mau ditemenin ngak ?" ajak seorang cowo tengil . Desya menutup mulutnya, bau alkohol yang menyengat seketika membuatnya mual.
Cowo tengil itu terus saja mengganggu nya. "Cari siapa sih, mending sama aa aja." Desya mengepalkan tangannya. Rasanya ia sudah tidak sanggup lagi. "Bukan urusan lo !" Desya mencengkeram kerah cowo tengil tersebut berniat memukulnya.
Karena aksinya seketika semua orang memperhatikan mereka berdua. "Eh, sabar neng, aa cuma bercanda..." sanggah cowo tersebut. "Sabar sabar, elo nya yang gangguin gue duluan, brengsek !" Desya langsung menghempaskan cowo tersebut hingga tersungkur.
__ADS_1
Untungnya karena aksinya Desya bisa melihat keberadaan Kelvin. "Itu dia !" dengan cepat Desya berlari ke arah Kelvin. "Emang dasar anak nakal, gue cemas mikirin dia, eh dia malah enak enakan sama cewe...lain...?" Desya terdiam ditempat tak kala melihat sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan.
Desya berbalik, ia menunduk menahan sakit di dada nya. Saat ini, Kelvin seseorang yang dicintai nya sedang berciuman mesra dengan perempuan lain. Desya berjalan pergi tapi kemudian Desya berbalik dan berjalan kearah Kelvin. "Ayo pulang !" panggil Desya.
Seketika kegiatan ciuman itu terhenti. Kelvin mengusap bibirnya yang basah lalu melihat Desya dengan malas. "Gue ngak mau, mending lo yang pergi end stop ngatur ngatur hidup gue !" Kelvin mengusap bibir perempuan disampingnya hendak melanjutkan ciumannya kembali.
Tapi dengan sigap Desya menarik tangan Kelvin dan membawanya keluar dari klub. "Gue ngak peduli, pokoknya lo harus pulang sekarang juga, titik !" tapi kemudian tanpa terduga tiba tiba dengan kasar Kelvin menampar wajah Desya.
Plak...!
Kelvin yang sedang mabuk tanpa pikir panjang lagi mengambil botol kaca dan memukul kepala Desya dengan keras hingga pecahan botol kaca tersebut berserakan kemana mana.
__ADS_1
Prang...!
Desya tertunduk memegang kepalanya yang sakit. Terlihat darah mengucur dari kepalanya. Sementara itu Kelvin tampak terdiam menyadari perbuatannya. "Apa pun yang terjadi, lo harus tetep pulang ke rumah..."ujar desya sambil menahan rasa sakit.
Lalu Desya menarik tangan Kelvin dan membawanya keluar dari klub. "Masuk !" perintah Desya dingin. Kelvin yang mendengarnya hanya terdiam menuruti. Sesampainya di rumah Desya langsung membawa Kelvin ke kamarnya. Desya menyenderkan diri saat kepalanya mulai terasa pusing. Kelvin yang melihatnya berinisiatif bertanya. "Lo- "
"Jangan lupa besok lo sekolah, jadi jangan bangun kesiangan. " potong Desya dan langsung meninggalkan Kelvin yang masih terdiam. Tapi sebelum itu, "Good night..." ucap Desya dengan lembut lalu kemudian menghilang dibalik pintu.
Ceklek...
Seketika Desya langsung duduk terkulai lemas. Terlihat darah segar terus saja mengalir. Desya menangis menahan sakit. Bukan sakit karena luka di kepalanya tapi melainkan rasa sakit dihatinya.
__ADS_1
Desya memejamkan matanya. "Gue harus kuat...!"
Bersambung...