
"Kenapa kamu berani menyakiti anak saya! " ujar tuan sembari menunjuk Tania. Desya terdiam sejenak mencerna sesuatu. Ditatapnya kedua orang itu bergantian hingga akhirnya...
"Ck...!" Desya mendengus geli. Ia berjalan menghampiri Tania. Dilihat olehnya tubuh wanita tersebut yang penuh dengan luka lebam. "Wow, Lo bener bener niat banget ya buat ngejatuhin gue. Sampe sampe tanpa pikir panjang Lo buat buat tubuh mulus lo penuh luka dan biru biru kaya gini. "
"Elo yang nggak waras. Mana mungkin gue ngelukain diri gue sendiri. Jelas jelas Lo yang buat gue kaya gini. Pa Tania ngak mau dia tinggal lebih lama di rumah ini. Bisa bisa, Tania malah mati di tangannya! " ujar Tania dengan menekan kata kata diakhir kalimatnya.
Desya yang mendengar fitnah tentang dirinya memilih untuk bersikap masa bodoh. Ia lebih memilih duduk di sofa yang empuk sambil menikmati drama yang dibuat oleh Tania.
"Mmm... permisi, sebelum ketegangan ini berlanjut bisakah tuan yang baik hati, pengertian, penyayang, dermawan dan bijaksana memeriksa flashdisk yang saya bawa ini ?" Desya menunjuk nunjukan sebuah flashdisk ditangannya.
Tuan pun mengambil flashdisk tersebut sambil menatap Desya dengan heran. "Apa ini ?" Desya memutar bola mata malas. "Liat aja sendiri! "
Tuan pun mengambil laptopnya dan melihat flashdisk yang Desya berikan. Dan kini "Berani kamu membohongi saya! "
Plak!...Bug!...Bug!...
Desya tertawa geli melihat tuan yang kini malah membentak dan memukul putri tersayangnya itu. Sementara Tania hanya bisa menahan emosinya tidak terima.
Desya terus tersenyum sambil mengelus pipinya yang masih terasa perih. Dilihatnya kedua orang itu yang masih saling bersitegang. "Dasar anak sama bapak sama aja! " batin Desya.
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Desya membuka mata, dilihat olehnya ruangan sudah terlihat sepi dan itu artinya orang itu sudah meninggalkan tempat ini. Desya berjalan menghampiri tuanya.
"Sudah puas tidurnya ?" Desya terkekeh geli. "Sangat puas..." Desya terdiam menatap tajam tuanya. "Wanita itu bukan anak kandung istri tuan kan ?" tanya Desya tiba tiba. Sontak saja hal itu membuat tuan terbatuk tidak percaya.
Dilihatnya kembali gadis didepannya. "Bagaimana kamu bisa tahu ?"
"Mudah saja! " Desya langsung memberikan sebuah flashdisk. "Flashdisk itu berisikan semua informasi data tentangnya. Dan pastinya tidak ada yang mengetahui rahasia ini kecuali saya dan tuan..."
"Kamu berusaha mengancam saya ?"
"Mungkin...tapi sayangnya saat ini saya tidak tertarik."
Tuan berdiri merapikan jasnya. "Saya tidak takut. Saya memperkerjakan kamu untuk menjadi bawahan saya. Bukan, seorang pemberontak! "
"Jika begitu tidak masalah bukan ? saya memberikan tahukan rahasia tentang wanita itu bahwa dia adalah anak hasil selingkuhan anda dengan wanita malam..."ujat Desya dengan berani.
Tuan yang mendengarnya semakin terkejut. "Siapa anak ini sebenarnya ?" batin Tuan.
"Berani sekali kamu mengancam saya! "
"Mmm... kenapa tidak ?"
__ADS_1
"Dengarkan saya baik baik, berani kamu membocorkan rahasia ini. Maka, kesepakatan kita akan batal! " ancam balik tuan.
Desya terdiam berpikir sejenak. Ia mencermati perkataan tuanya itu. Lalu kemudian....
"Hmm...oke kalo gitu. Tapi bisakah anda mentransfer uang ke saya, tidak banyak hanya 50 juta."
"Kamu memeras saya ?"
"Iya, anggap saja sebagai imbalan tutup mulut. Bukankah pastinya anda tidak ingin keluarga anda hancur. Coba bayangkan keluarga yang dikenal sempurna, harmonis, tentram, aman dan damai tiba tiba saja hancur berantakan hanya karena si suami ketahuan berselingkuh bahkan sampai memiliki seorang anak dengan wanita malam..."
"Tutup mulut kamu! " bentak tuan semakin keras. Tuan berjalan dan kemudian tangannya melayang hendak menampar Desya.
Hap!
"Dan sayangnya dia gagal." Desya tertawa menikmati raut wajah orang tua ini. "Tuan anda tidak boleh melakukan kekerasan terhadap perempuan. Nanti bisa dipenjara loh...!"
Tuan menarik tangannya dan berusaha meredam emosi. "Apa tujuan kamu sebenarnya, bagaimana bisa kamu melakukan semua ini ?"
Entahlah...saya tidak ingin memberitahukan nya kepada anda bagaimana caranya. Tapi, anda tidak perlu khawatir. Saya tetap seorang profesional yang pastinya saya akan melakukan hal yang terbaik. Walau...mungkin akan ada sedikit kejutan." Desya tertawa dan kemudian memilih untuk pergi dari ruangan ini.
Dan tentunya dengan alat perekam suara yang ada di kantongnya. Tapi, sebelum pergi Desya berbalik dan...
__ADS_1
"Jangan lupa transfer ya! "
Bersambung...