First Love Masa SMA

First Love Masa SMA
Eps 23 : Lo cantik, Adinda...


__ADS_3

Tangan Desya mengusap punggung Kelvin yang membuatnya merasa sebuah sensasi. Tidak hanya sampai disitu Desya mencium dada yang bidang itu hingga membuat Kelvin mendesah merasakan sebuah gelora yang menggairahkan.


Lalu bibirnya yang sudah siap berusaha menyatu dengan bibir laki laki itu. Dengan hujan yang turun seolah memberikan semangat kepada mereka untuk melakukan hal yang lebih. Membuat suasana lebih mendukung.


Ketika bibir itu sudah siap berbuat lebih jauh tapi tanpa terduga sebuah telapak tangan membungkam nya. Desya memandang Kelvin dengan sayu. Seolah mempertanyakan maksud semua ini. "Kenapa?" batin Desya.


Sepasang mata itu saling menatap. Walau rasa gelora ini sudah membakar tubuhnya. Tapi, entah sebuah dorongan yang tidak diketahui asalnya mencegah Kelvin untuk berbuat lebih jauh lagi.


"Cukup sampai disini." lalu dengan lembut Kelvin menurunkan tubuh Desya dari pangkuannya. Ia mengikat rambut hitam pekat itu dan membantu Desya mengenakan jaketnya.


Diusapnya dengan lembut lalu Kelvin mencium kening Desya seolah memperlakukan nya seperti seseorang yang berharga. Yang tidak boleh dirusak.


Cup!


Dan jujur saja dorongan ini murni dari hati yang sama sekali Kelvin tidak sadari.

__ADS_1


Desya menangis. "Kenapa?" pertanyaan yang kini mengungkapkan perasaannya. Dengan berlinang air mata Desya mempertanyakan apa maksud perlakuan Kelvin. "Kenapa Lo ginian gue?" jujur dari hati yang terdalam Desya sudah pasrah jika harus menyerahkan keperawanannya. Setidaknya Desya berpikir untuk mengikat Kelvin dengan perasaan bersalah. Walaupun ia tahu, bahwa itu salah. "Jawab Kel, kenapa Lo giniin gue, kenapa disaat gue udah pasrah nyerahin semuanya ke Lo, Lo malah nolak itu semua, kenapa?" Desya menangis dan menyandarkan kepalanya ke dada laki laki itu.


Kelvin mengangkat kepala Desya. Air mata yang jatuh membuat dirinya merasakan perasaan bersalah. "Maaf kalo gue udah bikin lo sakit hati, tapi gue ngak mau Lo ngejatuhin harga diri Lo sendiri demi gue, karena Lo adalah seseorang yang gue anggap berharga..."


Deg!


Kelvin tersentak, Ia tidak percaya dengan apa yang telah dirinya ucapkan. Tanpa sadar kata kata itu terucapkan begitu saja. Dilihat nya Desya yang kini sedang menangis larut dalam kesedihannya. Kelvin merasa bingung dengan semua ini.


Desya menghapus air matanya saat tiba tiba Kelvin pergi meninggalkan dirinya begitu saja. Ia langsung mengejar Kelvin tapi sial baginya. Langkah Kelvin terlalu cepat hingga Desya kehilangan jejak.


Dibawah guyuran hujan yang semakin deras dan riuh untuk turun, Kelvin kembali menghilang. Tapi kini Desya tidak akan membiarkan nya. Dia tidak akan membiarkan Kelvin pergi meninggalkan dirinya kembali.


"Gue ngak bakal biarin lo pergi lagi, Kel!"


🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Kelvin duduk termenung ditepi danau. Memandangnya dengan perasaan kekosongan yang hampa. Ditempat inilah dulu Ia mengungkapkan seluruh keluh kesahnya. Hanya saja kali ini tidak ada yang menemani.


"Gue rindu sama Lo, Din..." Kelvin mengusap air matanya ketika mengingat kenangan masa lalu yang diputarnya kembali. Kenangan yang indah sekaligus menyakitkan untuk diingat.


"Lo masih ingat ngak, dulu kita selalu ketemuan diam diam disini. Lo bahkan sampe rela kabur-kaburan dari rumah sakit demi ketemu sama cowo culun ini." Kelvin berbicara seorang diri sambil menatap langit, berharap dia akan mendengarnya. "Gue minta maaf sama Lo karena udah ngecewain Lo, gue gagal..." Kelvin semakin larut dalam kesedihannya.


Ia menghela napas, berusaha meluapkan perasaan sesak yang memenuhi dadanya. Angin semilir yang berhembus dengan kencang menerbangkan dedaunan seolah menjadi saksi bisu betapa pedihnya luka yang laki laki itu pendam.


"Gue tahu ini gila, tapi gue berharap Lo ada disini , meluk gue dari belakang dan bilang "Semangat, Lo pasti kuat!" tapi mustahil. Lo udah bahagia disana, disisinya." Kelvin tertawa betapa bodohnya dia saat ini, yang kini sedang menangis dalam duka.


Meski tahu, semua ini adalah mustahil. Tapi salahkah Ia berharap sebuah keajaiban datang. Dirinya belum menerima kepergiannya. Bahkan, walau tahun demi tahun sudah ia lewati.


Kelvin menatap danau yang tenang. Ia tersenyum membayangkan kehadirannya disana. Sedang melambaikan tangan dan tersenyum dari sana hingga tanpa sadar Ia terjebak dalam mimpi, dan ikut melambaikan tangannya.


Dari dalam hatinya yang terdalam, Kelvin tersenyum. "Lo cantik, Adinda..."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2