
Kelvin mengusap kasar wajahnya. "Lo gak usah bercanda !" Desya tersenyum tapi tidak lama kemudian Desya memeluk Kelvin. Kelvin yang dipeluk sontak saja terkejut dan berusaha melepaskan pelukan Desya. "Lepasin gue dasar sialan !"
Tapi hal itu justru membuat Desya malah semakin mengeratkan pelukannya. "Kalo lo mau gue lepasin, bilang dulu gue pacar lo !"
"Ngak sudi !" jawab Kelvin yang kemudian Kelvin langsung mendorong Desya ketika berhasil melepaskan pelukan erat nya. "Aww sakit, bisa ngak sih lo lembut dikit ke gue, perasaan dari tadi kasar mulu !" gerutu Desya sambil berusaha berdiri akibat ulah Kelvin.
"Elo yang gila, tiba tiba masuk ke kamar gue tanpa ijin !" ujar Kelvin sambil menyeret Desya. Kelvin masih tidak percaya bahwa Desya tinggal bersamanya. Desya langsung mendorong tubuh Kelvin. "Kalo lo ngak percaya, sana tanyain ke bokap-nyokap lo !" jawab Desya sambil bersidekap dada. "Oke, tapi awas aja kalo lo bohong !" Dengan cepat Kelvin meninggalkan Desya memastikan kebenaran.
Kelvin berlari dengan cepat menuruni anak tangga. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya jika apa yang dikatakan Desya benar. "Kenapa bisa ada dia disini ?" tanya Kelvin the de point sambil menunjuk Desya. "Dia guru privat kamu." jawab mama Kelvin.
Kelvin benar benar tidak habis pikir. "Gue ngak setuju !" Kelvin menolak menerima keberadaan Desya. Tapi kemudian papa Kelvin yang angkat bicara. "Seperti yang kamu katakan sebelumnya bahwa kamu bukan siapa-siapa disini maka kamu juga tidak punya hak untuk mengatur keputusan papa !" jawab papa Kelvin melihat raut wajah putranya.
__ADS_1
Skat mat sudah. Kelvin tidak bisa membantah apa apa lagi. "Tapi kenapa harus dia ?" tanya Kelvin tetap tidak terima. Pasalnya, keberadaan gadis itu disekolah saja sudah cukup merepotkan apalagi jika harus satu atap dengan gadis itu.
"Papa sengaja memilih Desya menjadi guru privat kamu karena dia merupakan siswa unggulan disekolah kamu dan tentunya, pastinya dia tidak akan mau menuruti kemauan aneh dari kamu." Kini papa Kelvin melihat Desya seolah menyuruhnya mendekatinya.
Desya berjalan mendekati papa Kelvin yang kini notabe nya adalah atasannya. "Mulai sekarang kamu sudah menjadi guru privat anak saya dan saya menyerahkan sepenuhnya kepada kamu. Terserah apa yang akan kamu lakukan. Kamu bisa mengatur anak itu sesuka hati. " jelas papa Kelvin.
Desya tersenyum mendengar penuturan papa Kelvin dan menatap wajah Kelvin. Kelvin yang ditatap membuang muka. Sekarang hidupnya sudah benar benar kacau. "Sial !" gerutu Kelvin.
"Om, Tante, saya permisi ke kamar." pamit Desya yang hanya dibalas anggukan kepala mereka. Desya berlari di tangga mengejar Kelvin. Tapi ketika sampai di atas terlihat Kelvin sudah rapi memakai jaket kulitnya. "Lo mau kemana ?" tanya Desya.
"Gue mau ke klub. " balas Kelvin dingin. Desya menggelengkan kepala dan melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 11 malam. "Gue ngak ngizinin, ini udah terlalu malam. " ujar Desya dan langsung mengambil kunci mobil Kelvin. Kelvin menghela napas. "Gue ngak peduli !" jawab Kelvin masa bodoh dan berusaha merebut kunci mobilnya.
__ADS_1
"Gue bilang balikin !" bentak Kelvin. "Ngak mau, lo harus inget mulai sekarang gue-" kalimat Desya terpotong saat tiba-tiba saja seseorang mengambil kunci mobil dari tangannya. "Ini, udah cabut sana !" ujar wanita tersebut.
Kelvin terlihat sumringah ketika berhasil mendapatkan kunci mobilnya. "Makasih !" Kelvin langsung pergi tanpa basa-basi.
Desya melipat tangannya di dada selepas kepergian Kelvin. Gadis ini kini menatap tajam wanita itu. "Ini udah malem, kenapa lo izinin dia keluar, gimana kalo dia celaka ?" tanya Desya kepada wanita tersebut.
Wanita itu berbalik dan melihat Desya dari atas sampai bawah lalu membuang muka. "Lo ngak usah ikut campur. " Desya menghela napas. "Lo kayanya ngak peduli sama ade lo sendiri..."
Tapi sayangnya tidak ada jawaban dari wanita tersebut. Dia memilih untuk pergi meninggalkan Desya. Desya menggigit kukunya memikirkan bagaimana keadaan Kelvin. "Semoga lo ngak kenapa kenapa..."
Bersambung...
__ADS_1