First Love Masa SMA

First Love Masa SMA
Eps 16 : Iya, karena Lo itu bodoh!


__ADS_3

Desya mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia menepuk nepuk pipinya bahkan menampar dirinya sendiri.


Plak!


"Aww! " Desya mengusap pipinya yang terasa perih. "Lo sakit Kel ?" Desya menyentuh dahi Kelvin. "Apaan sih, Lo yang sakit mana malah nampar diri sendiri! " jawab Kelvin menggelengkan kepala melihat tingkah konyol Desya.


Sementara Desya malah plonga plongo tidak jelas seperti orang bodoh. Kini pipi Desya bersemu merah. Aneh rasanya, padahal dia yang nembak duluan tapi dia yang salting. "Apa ini mimpi ?" batin Desya tidak percaya. Ia terus menepuk-nepuk pipinya tiada henti.


Tapi tiba tiba. "Pipi Lo kenapa ?" Kelvin menyentuh pipi Desya yang terlihat membiru. "Gue abis ditampar." jawab Desya yang malah menikmati sentuhan lembut Kelvin.


"Sama siapa ?" Desya terkekeh, ia senang sekaligus merasa lucu melihat Kelvin yang mencemaskan dirinya. "Ya tadi kan gue abis nampar diri gue sendiri." jawab Desya bohong.


Kelvin mengerutkan alisnya. "Lo bohong sama gue! "


"Ngak kok! "


"Ngak mungkin Lo nampar diri Lo sampe lebam gitu, jawab gue ini sama siapa. Jangan bohong! "


Desya mengambil tangan Kelvin dan menggenggamnya dengan erat. Ditatapnya sepasang mata manik yang terlihat sayu itu. Entah karena suasana yang mendukung atau memang ini sudah terlalu malam.


"Apa ini ulah papa gue ?"


"Iya."


"Apa karena gue ?"


Desya memejamkan mata sejenak. "Iya."

__ADS_1


"Maaf..." lirih Kelvin.


"Ngak papa, lagian ini udah jadi tugas gue sebagai guru privat Lo."


Desya tersenyum untuk menyembunyikan kebohongannya.


Bohong jika Desya mengatakan bahwa ini karena Kelvin. Tapi tidak sepenuhnya juga. Sangat tidak mungkin bagi Desya memberitahu bahwa dirinya telah mengetahui rahasia besar yang di sembunyikan selama ini oleh papanya. Dan apalagi dirinya akan menjadi alasan kehancuran keluarganya Kelvin. Setidaknya untuk saat ini.


"Mmm...gue baru inget kalo lo itu sebenarnya guru privat gue. Tapi, kenapa Lo ngak pernah ngajarin gue soal pelajaran sekolah ?"


"Itu karena gue mau merubah sikap Lo dulu. Karena norma, adab dan sopan santun jauh lebih utama dibandingkan ilmu dan status."


Kelvin tertawa. Desya yang melihatnya mengerutkan alisnya heran. "Lo kenapa ketawa, emang ada yang lucu ?" tanya Desya. "Lo sok sok ngajarin gue sopan santun padahal sikap Lo kelewat bar-bar. "


Desya menggelengkan kepala. "Terserah Lo. Udahlah, gue mau ke kamar, ngantuk! " Desya beranjak pergi tapi Kelvin mencegahnya.


Desya tercengang takjub tidak percaya tak kala melihat lift rahasia ada di dalam kamar Kelvin. "Ini benar benar gila! " Desya masih tetap tidak percaya. "Gila banget, Lo bener bener anak orang kaya ya ?"


"Hmm..." Kelvin hanya berhmm...ria dan kembali menarik Desya masuk ke dalam lift. Tapi, Desya malah diam tidak bergerak.


"Lo ngak niat perkosa gue di dalem kan ?"


"Ya nggak lah! "


"Ya elah santai aja jawabnya kali! "


Lalu kemudian mereka berdua masuk ke dalam lift....

__ADS_1


Ting!


Desya semakin tercengang takjub ketika melihat isi ruangan tersebut dimana banyak sekali perhargaan berjejer rapi. "Ini sungguh gila! " ucap Desya sembari memperhatikan penghargaan disana satu demi satu. "Ini semua punya Lo ?"


"Iya."


"Tapi kenapa Lo bodoh banget kalo disekolah. Mana dapet telur ayam mulu! "


"Itu karena gue ngak tertarik lagi sama semua ini." Kelvin menghela napas sembari mengingat masa lalu.


Tapi tanpa Kelvin sadari sesuatu tiba tiba saja akan menyerang dirinya.


Pletak!


Desya menjitak kepala Kelvin dengan keras hingga membuat empunya merasa kesakitan.


"Lo kenapa ngejitak kepala gue! " Kelvin meringis kesakitan. Gadis didepannya benar benar beringas. "Lo itu bodoh banget jadi orang! " sarkas Desya.


Kelvin tertawa untuk sesaat tapi kemudian ia menatap tajam Desya. "Lo ngak tau apa-apa tentang gue yang dulu Des! "


"Kalo gitu kasih tau gue sekarang! "Balas Desya tak kalah tajam.


Kelvin menatap Desya heran. Ia merasa heran kenapa Desya kini begitu marah karena hal sepele seperti ini. Sepeduli itukah gadis itu kepadanya ?


"Lo marah sama gue ?" Kelvin menunjuk dirinya memastikan.


"Iya, karena Lo itu bodoh! "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2