First Love Masa SMA

First Love Masa SMA
Eps 30 : Thanks, Kelvin...


__ADS_3

Kelvin terduduk lemas mengetahui apa yang baru saja terjadi. Ia memegang buku yang sudah hampir terbakar seluruhnya. "Sorry gue ngak bisa jagain peninggalan terakhir dari Lo, Dinda..." lirih Kelvin.


Ia memeluk erat dan mencium buku tersebut. Kelvin tersenyum mengingat kenangan singkat miliknya saat bersama Adinda, cinta pertamanya.


"Gue lugu banget ya waktu itu?" tanya Kelvin pada dirinya sendiri. "Disaat gue begitu lemah, Lo datang sebagai orang yang kuat dihadapan gue, walaupun gue tau Lo lebih rapuh dari yang terlihat" Kelvin menghela nafas, mengingat semua yang terjadi.


Hingga tanpa ia sadari seseorang merangkul tubuhnya dari belakang. "Hmm..." ujar Desya mengiyakan perkataan Kelvin.


Kelvin sontak saja terbangun tapi kemudian ditahan oleh Desya. "Udah diem, gue cuma mau peluk Lo bentar..." ujar Desya yang kemudian memejamkan matanya sejenak menikmati momen ini.


Kelvin memegang tangan Desya dengan lembut dan ikut terdiam menikmati momen. Tapi tidak lama kemudian Kelvin berdiri dan memeluk tubuh mungil Desya.


Desya yang dipeluk hanya terdiam menerima. Kini mereka saling menikmati detak jantung yang kencang dari diri masing masing. "Gue denger detak jantung Lo Kelvin..." ujar Desya.


Kelvin mencium kening Desya. "Hmm..." jawab Kelvin mengiyakan.


Desya mendongakkan kepala melihat Kelvin. Hari ini Desya merasa sikap Kelvin begitu manis kepadanya. "Lo kenapa?" tanya Desya penasaran.


Kelvin mengerutkan alisnya. "Kenapa Lo tanya kaya gitu?" tanya balik Kelvin.

__ADS_1


"Desya tersenyum. "Sikap Lo hari ini manis banget ke gue" jawab Desya.


Kelvin tertawa mendengar penuturan Desya. "Emang salah?" lalu dengan lembut kembali memeluk tubuh mungil Desya.


Desya hanya diam mematung tidak menjawab dan kemudian memilih fokus melihat buku yang dipegang oleh Kelvin. "Apa karena buku yang udah kebakar itu?" tanya Desya.


Kelvin melepaskan pelukannya dan melihat buku tersebut. "Lo ngak perlu tau" jawab Kelvin dan tanpa basa-basi langsung memasukkan nya ke dalam tas miliknya.


Desya hanya tersenyum, dan memilih untuk diam tidak menanggapi. "Oke, gue hargai privasi Lo hari ini"


"Sekarang Lo ikut gue!" ucap Kelvin langsung menggenggam erat tangan Desya dan membawanya pergi dari tempat itu.


"Iya, gue ngak mau punya pacar yang ngak waras" jawab Kelvin seadanya.


Desya tertawa dan kemudian melepaskan genggaman tangan Kelvin. "Oke, kali ini gue turutin kemauan Lo" lalu dengan lembut Desya yang menarik tangan Kelvin untuk segera bergegas pergi.


Kelvin hanya bisa menerima dan memperhatikan sikap Desya.


"Katanya emang bener, Lo ngak waras..." batin Kelvin.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


Kelvin duduk termenung menunggu Desya yang kini sedang berkonsultasi. Ia memandang ke arah sekitar sejenak untuk menghilangkan suntuknya. Sudah hampir selama tiga jam Ia menunggu.


Kelvin menghampiri Desya ketika keluar dari ruangan konsultasi. "Gimana?" tanya Kelvin.


Desya hanya terdiam dan memberikan sebuah amplop kepada Kelvin. Tanpa menunggu Kelvin langsung membukanya. "Gangguan bipolar?" tanya Kelvin.


"Hmm, itu alasannya kenapa gue selalu berubah mood secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas" jelas Desya.


Kelvin meremas kertas tersebut dan langsung melemparkannya ke dalam tempat sampah.


Ia langsung memeluk tubuh Desya dan mencium keningnya. "Tapi masih bisa sembuh kan?"


Desya menggenggam tangan Kelvin. "Entahlah, gue bingung Kel..." jawab Desya.


"Yaudah gapapa, nanti kita cari caranya, supaya Lo bisa hidup normal kaya yang lain" ujar Kelvin menenangkan Desya.


Desya yang mendengarnya semakin mengeratkan pelukan Kelvin. Ia merasa sangat nyaman disana. "Thanks, Kelvin..."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2