First Love Masa SMA

First Love Masa SMA
Eps 12 : Gue harap lo bener Des...


__ADS_3

Desya memukul ban mobilnya tanpa henti. Sudah berjam jam ia menunggu dan menelpon Kelvin tapi tidak kunjung ada balasan. "Angkat Kel! " Desya mengusap kasar wajahnya. Ia tidak menyangka Kelvin akan bersikap seperti tadi.


"Apa lo bener bener suka sama dia ?" Batin Desya memikirkan Kelvin. Tanpa berlama-lama Desya bergegas pergi mencari tahu keberadaan Kelvin. Hatinya tidak tenang jika hanya berdiam diri tanpa kepastian kabar.


"Kalo lo marah sama gue perihal tadi, gue minta maaf..."


🌸🌸🌸🌸


Kelvin duduk termenung, ia tidak pernah menyangka Indri bisa memutuskannya secara sepihak. "Lo itu cuma seonggok sampah yang ngak berguna! " kata kata Indri terus tergiang di kepalanya. Kelvin menatap langit. Jujur saja ia sendiri pun bingung dengan jalan hidupnya.


Semua hal yang ia lakukan, semua hal yang ia perbuat untuk menyenangkan dirinya tidak ada yang berhasil, semua sia sia belaka. "Gue sekarang udah banyak temen, tapi kenapa gue masih ngerasa kesepian ?" Kelvin menghela napas.


"Itu karena jalan yang lo pilih itu salah! " Kini Desya berdiri tepat dihadapan Kelvin. "Salahnya dimana ?" Kelvin menatap Desya mempertanyakan dimana letak kesalahannya.


"Salahnya disini, di dalam diri lo sendiri! " Desya menunjuk diri Kelvin. "Lo salah besar kali Lo ngira semua masalah bisa hilang cuma dengan Lo biarin. Justru, karena masalah yang Lo pendam terus menerus lama lama tanpa lo sadari justru semakin menghancurkan tubuh dan pikiran Lo sendiri. Elo, egois Kel! " Lanjut Desya.


"Terus sekarang gimana ?" Kelvin lagi lagi bertanya pada gadis dihadapannya. Walaupun mengganggu tapi jujur Kelvin senang dengan kehadiran Desya. Entahlah mungkin selama ini yang diinginkan olehnya hanyalah sebuah perhatian dan gadis yang bernama Desyana telah memberikannya. Sebuah perhatian yang begitu tulus.


Desya terdiam tapi tidak untuk waktu yang lama karena kemudian...

__ADS_1


Hap!


Kelvin menarik tangan Desya dan seketika membuat Desya jatuh kedalam pelukan Kelvin. "Lo ?" ucapan Desya terhenti saat melihat raut kesedihan di wajah Kelvin. "Lo hari ini kenapa ?" batin Desya. Dan akhirnya Desya membiarkan Kelvin memeluk dirinya.


Dapat Desya rasakan detak jantung milik Kelvin berpacu cepat dengan miliknya. Rasa nyaman sekaligus gugup berkecamuk jadi satu dalam diri Desya. Ia memejamkan matanya sejenak menikmati momen ini. Tapi, hanya sejenak...


Desya melepaskan pelukan Kelvin dan kini berganti menatap kedua bola mata indah tersebut. Tak dapat dipungkiri Kelvin memiliki wajah yang tampan hanya saja tertutupi oleh tingkah konyolnya.


"Lo ganteng kalo lagi anteng." Desya mengusap rambut Kelvin dengan lembut. Kelvin tersenyum manis mendengar pujian Desya. Senyuman yang begitu memabukkan bagi Desya yang melihatnya. Desya tertunduk malu menutupi wajahnya yang kini sudah semerah jambu.


"Kelvin tertawa renyah mendengar penuturan blak blakan Desya. Ia tertawa melihat raut wajah Desya yang sudah memerah karena ulahnya. Desya terlihat begitu imut saat ini. Ternyata terlepas dari sikap galaknya tersimpan tingkah lucu baginya.


Desya mengalungkan tangannya ke leher Kelvin. Dapat Desya rasakan napas memburu berhembus. Kini baik dirinya dan Kelvin berada dalam jarak yang begitu dekat. "Elo sesuka itu sama dia ?" Desya bertanya kepada Kelvin. Ia menginginkan sebuah kepastian.


"Lo keliatan lagi sedih..."


"Serius ?"


"Hmm..."

__ADS_1


"Mungkin karena Indri."


"Kenapa Lo sedih, bukannya Lo udah sering gonta-ganti pacar ?"


"Emang bener tapi ini yang pertama kalinya bagi gue diputusin sama cewe kaya gini. Kan biasanya gue yang mutusin cewe! "


"Rasain! "


"Dasar ngak berperikemanusiaan! "


"Lo salah! seharusnya ngak berperikehewanan! "


"Asu Lo! "


Mereka berdua tertawa satu sama lain. Rasa hangat dan nyaman mendampingi mereka berdua. Desya benar terlepas dari semua masalah yang dibuat oleh Kelvin tapi sebenarnya ia adalah pria yang lembut dan Desya bersyukur atas itu semua.


Desya melihat raut wajah Kelvin dan menggenggam erat tangannya. "Lo ngak perlu sedih lagi, karena mulai sekarang udah ada gue yang akan ada di sisi Lo terus dan ngak akan pernah pergi..."


Desya berdiri dan menjulurkan tangannya kepada Kelvin. "Ayo pulang! " ajak Desya. Kelvin tersenyum suasana ini membuat candu baginya. Ia meraih tangan Desya dan berdiri. Desya tertawa melihat Kelvin dan kini berjalan tanpa melepaskan genggaman tangan mereka antara satu sama lain.

__ADS_1


Kelvin Melihat raut wajah Desya yang bersinar. Tanpa melepaskan genggaman tangannya ia ikut tertawa. "Gue harap lo bener Des..."


Bersambung....


__ADS_2