
~bbrrrakkkk~ (suara tabrakan)
"Kau menabrak nya", tanya Laras melihat ke arah depanya,
"Apa dia mati", kata Arya,
"Kau benar-benar tidak punya perasaan", sambil menoleh ke Arya begitu juga dengan Arya menoleh ke Laras, "jika mati tinggal dikubur saja", kata Arya dengan wajah tak bersalah.
"Benar benar hati batu", jawab Laras yang mengupat ke Arya, membuka pintu mobil lalu melihat yang di tabrak Arya, sesuatu yang kecil dan tak berdaya lagi, bercucuran darah didekat kaki nya, pikir laras ia sudah mati, perlahan laras mendekatinya dan ternyata ia masih bergerak menatap mata Laras yang penuh rasa kesakitan, Laras memapah dengan kedua tangan, "apa kau kesakitan, kasihan sekali, maaf kan aku", kata Laras padanya,
"Meeeong", Suara itu yang dikeluarkan untuk membalas kata Laras.
Laras masuk ke mobil memeluknya sontak Arya melihat Laras dan berkata, "apa dia mati",
"Cepat lah kita ke Rumah Sakit obati dia, dia kesakitan", menoleh ke Arya yang matanya berkaca-kaca, sontak Arya melihat matanya dengan kesedihan dan tidak ambil pusing ia tanjap gas ke Rumah Sakit, bukan rumah sakit yang diminta namun sebaliknya Rumah Sakit yang tidak diharap kan Laras, tubuh Laras melemas menoleh ke Arya dan berkata, "kau berhenti dirumah sakit mana, kucing ini harus dibawa ke Rumah Sakit Hewan bukan rumah sakit untuk manusia", rengek Laras pada Arya,
"Sudah lah ini Rumah Sakit terdekat, aku kenal dengan Dokter disini ayo turun", sambil memakirkan mobilnya.
Tak ambil pusing Laras dan Arya pergi ke dalam Rumah Sakit, dan ditanyai oleh Suster disana, "ada yang bisa saya bantu pak?",
"Saya ingin bertemu dengan Dr. Roi", jawab Arya yang tergesa-gesa,
"Baikalah pak ikuti saya",
Bergegas menuju ruangan Dr. Roi, saat datang Arya langsung bersorak kepada Roi, "Roi bantu aku",
"Arya!! Kau kenapa", jawab Roi yang terkejut mendengar teriakan itu,
"Aku menabrak sesuatu", kata Arya yang memperlihatkan kucing yang digendong Laras, namun Roi yang salah sangka ia berfikir yang ditabrak arya adalah wanita,
__ADS_1
"Kau menabrak nona cantik ini", tanya Roi,
"Bukan kucingnya bodoh", sorak Arya dengan kesal,
"Kau!! (Wajah kesal) menabrak kucing lalu datang pada ku, kau pikir aku Dokter Hewan", jawabnya dengan lantang,
"Sudah sembuhkan saja kau kan Dokter", mengambil kucing dari tangan Laras dan menidurkanya di kasur pasien,
"Dasar kau ini, lain kali jika begini aku akan memukul kepala ku sendiri biar aku lupa denganmu", jawab Roi dengan diri yang sabar,
Roi mengobati kucing tersebut, membersihkan luka yang bersempah darah, membalut kaki kucing dengan perban.
"Untung lah nyawanya tidak melayang, nona ini menolongnya ya", tanya Roi melihat Laras, sontak Arya langsung menjawab, "alihkan pandangan mu itu", jawab Arya pada Roi yang langsung berdiri didepan Roi,
"Nona kucing nya tidak apa-apa, jika memastikanya sembuh total kau harus bawa ke Dokter Hewan, hmm!! apa kau terluka?", tanya Roi pada Laras yang menyikirkan Arya dari pandanganya,
"Tidak aku baik-baik saja", jawab Laras dengan senyuman dan mengambil kucing dari kasur pasien lalu mengendong kucing itu dipangkuan.
"Tidak masalah, kalau boleh tau siapa nona yang kau ajak ini", tanya Roi pada Arya melirih wajah Laras,
"Dia (memegang pundak Laras, dan membuatnya terkejut lalu menoleh kepada Arya) dia istriku", jawab Arya yang menoleh kepada Laras dengan tersenyum, seraya Laras memandangi nya berfikiran kenapa terdengar begitu tulus di telinganya,
"Istrimu,. Kapan kau menikah?", dengan raut wajah kaget Roi menanyai Arya,
"Maaf kan aku tidak mengundang mu Kami hanya menikah tertutup", jawab Arya memukul pundak Roi,
"Nona kenapa mau menikahi nya?", tanya Roi melihat ke Laras,
"Entah lah, pikiran kita sama", balas Laras yang menyingkirkan tangan Arya dari pundaknya Lalu pergi meningalkan mereka dan bersorak, "terimakasih Dr. Roi", sambil menoleh ke belakang menatap mata Roi dengan senyuman,
__ADS_1
"Wahh cantik sekali", jawab Roi yang penuh terpesona dengan senyuman Laras,
"Dia istriku", balas Arya, memukul jidad di kepala Roi, lalu pergi meningalkan ruangan,
"Ini kepala ku,. Kau kebiasaan seperti itu, liat saja akan kubalas,. Ngomong-ngomong dari mana dia dapat perempuan cantik seperti itu", sorak Roi yang kebigungan berfikir, melihat mereka yang lambat laun sudah pergi,
Arya dan Laras berjalan menuju parkiran, Laras memangku kucing imut berwarna putih mata nya yang hijau terpana dengan Laras yang menghelus kepalanya, lirih mata Arya melihat Laras memangku kucing itu berkata, "kita apa kan kucing ini", terhenti jalan Laras menatap Arya, sahutnya mengatakan, "aku akan membawa nya pulang", senyum lebar terpaku diwajah Laras menatap Arya, "jangan bilang kau akan memelihara nya di rumah", balas Arya yang menaikan kedua alis nya kerut kening Arya terlihat jelas oleh Laras, "pokoknya aku ingin memeliharanya", balas Laras, suara rengek yang dikeluarkan Laras membuat Arya pasrah mengela kan nafas dalamnya, "terserah mu saja", kata Arya yang berjalan membuka pintu mobil.
Selama di perjalanan Laras masih menghelus lembut kucing itu, melirih kan matanya pada Arya yang sedang menyetir mobil rasa bersalah timbul di hati Laras atas keras kepala diri nya, Arya yang selalu mengalah atas kekanakan Laras, apa boleh buat rasa sayang nya pada kucing ini Menguturkan hati nya untuk memelihara kucing malang ini pikir Laras, perlahan Laras menatap wajah Arya, mengatakan, "kau tidak keberatan kan atas kucing ini tinggal bersama kita", tutur kata itu keluar lembut dari bibir merah muda Laras.
Arya yang melirihkan mata nya kepada Laras mengatakan, "terserah mu saja", kembali Laras langsung mengelus kucing yang sudah tertidur pulas, "baiklah sekarang nama mu adalah Cery, Cery anak kuu!!", kata lembut yang dikeluarkan Laras memaparkan senyum indah nya, sontak Arya melihat Laras yang terkejut ketika mendengar, "Cery anakku", senyuman Arya terlihat saat menyetir oleh Laras, "kenapa kau tersenyum", sahut Laras melihat Arya, "tidak ada", balas Arya menghilangkan senyuman di bibir nya, mengerutu di hati Laras pikirnya tanpa ia sadari, "kenapa dia".
****
Pagi hari yang cerah, tepat pukul lima pagi Arya bangun dari tidurnya, menoleh ke arah kiri ia tidak mandapati Laras, "kemana dia", pikir Arya. Arya beranjak dari ranjang dan keluar mencari Laras dan teryanta ia sedang duduk di sofa, ntah apa yang di lakukan Laras. Arya langsung menuju ke arah sofa, dan bertanya, "tumben pagi begini kau sudah bangun?", yang melihat Laras.
Laras sontak terkejut dan melihat Arya, "kau sudah bangun, cepat sekali", kata Laras,
"Seharusnya aku yang bertanya, kau yang bangun cepat", sambil duduk di sofa, "kau mengurus kucing lagi", tanya nya melihat Laras yang memegang kucing,
"Begini,.. hari ini aku tidak masuk kuliah, aku akan mengantarnya ke Rumah Sakit Hewan, kau temani aku ya?", tanya nya merayu Arya,
"Aku!! Kenapa harus aku, kau bisa pergi sendiri kan",
"Yasudalah kalau begitu", balas Laras memperlihatkan wajah cemberutnya,
"Baiklah tapi hanya setengah hari, perkejaan ku masih banyak", balas Arya meningalkan Laras dan pergi menuju meja makan mengambil air.
Laras melihat Arya dan tersenyum begitu pula dengan Arya, seketika air yang diminum Arya tersembur keluar.
__ADS_1
*TBC*