Forced Married

Forced Married
Dia


__ADS_3

part 2


Sebelumnya


"Tapi ayah", kata laras,


,....


"Laras apapun pilihan orang tua adalah yang terbaik bagi dirimu, mengerti lah sedikit, ibu dan ayah maupun keluarga mereka sudah sepakat dan sudah merencanakanya", kata ibu dengan raut wajah mengasihani,


"Baik lah bu, jika memang iya bahagia ayah dan ibu aku menikah, aku tidak akan membantahnya", kata laras dengan nada yang pelan, "ternyata anak ibu sudah dewasa dan mengerti", sahut ibu.


Keesok harinya,..


"Ibu aku berangkat kuliah dulu", "hari ini kau tidak usah kuliah", sahut ayah pada laras, laras memang takut pada ayahnya membantah sedikit kata saja tidak berani, ayah laras memang tegas dalam mendidik anaknya, tidak banyak suara adalah tipe ayahnya.


"Ayah ingin kamu dirumah saja hari ini, karna keluarga mereka akan berkunjung ke rumah, kau juga akan dikenalkan dengan calon suamimu", kata ayah yang menatap tajam laras,


"apa menikah, kak laras menikah dengan siapa ayah?, kakak kan masih muda", sahut ibas dengan tegas,


"Ibas kau sudah siap lebih baik pergi sekolah jika tidak ingin terlambat, jangan ikut campur urusan orang dewasa, sudah sana pergi", jawab ibu, "tapi bu, aku berhak tau apa yang terjadi", ayah langsung memotong kata ibas "ibas apa yang ibu mu katakan kau berani melawan?",


"iya maaf ayah",


"ah iya, jangan terlalu lama pulang kau tidak ingin melihat besan kakak mu", kata ayah, ibas tidak berkata apa-apa ia langsung pergi dan mengambil tasnya, "anak ini", kata ayah sambil mengelengkan kepala.


Sorenya mereka datang, laras yang sudah lama menunggu gugup hanya duduk seharian berbolak balik kamar, memikikan apa jodohnya orang baik, suara mobil berhenti terdengar,


"mereka sudah datang", sambil membuka pintu, "waah sudang datang ayo masuk jeng", kata ibu, "aduh jadi merepotkan", sambil berpeluk dan mencium pipi,


laras sontak terduduk dan menjadi pendian, mereka duduk dan berkata pada laras "wah ini laras yah, cantik sekali" kata ibu tua tapi kelihatan muda sepertinya dia keturunan inggris, " ah iya bu", kata laras sambil berdiri menyalimi orang yang datang, tidak banyak juga keluarga mereka ada ibu itu, wanita cantik yang kecil, dan seorang lelaki paruh baya memakai jas, namun diluar juga ada seorang pria gagah, tampan, terlihat sombong, tinggi, dan putih, mungkin saja dia.

__ADS_1


"Ayo kemari duduk lah", kata ibu,


"wah sudah datang ya", sahut ayah dari ruang kantornya menuju ruang tamu,


"Arya!! kemari lah, lihatlah calon istri mu, begitu cantik", sorak ibu tua itu,


"ya bu",kata pria tampan yang masih diluar.


Mereka duduk dan berbincang-bincang dengan keluarga laras, sedikit mata laras menoleh pada pria tampan itu, namanya Arya pengusaha sukses muda,


"arya kalian diam-diam saja, pergi jalan-jalan keluar dan berbincang lah", kata ibu arya, "baik bu", sahut nya,


"Laras bawa arya keliling rumah", kata ibu laras, "iya bu", sontak laras.


berdua mengelilingi taman, arya dan laras bahkan tidak bicara satu sama lain, (pria ini, bagaimana jika jadi suami ku nanti, mati lah aku akan hidup dikesunyian ini, raut wajah menghelakan nafas, dalam batin laras), "ada apa", kata arya, laras terkejut dan mengupat dalam batinya, akhirnya dia berbicara, "ahh tidak ada", sontak laras,


"kau, apa terpakasa", kata arya,


"Apa kau terpaksa akan pernikahan ini, jika iya kau boleh batalkan saja",sahut arya,


"Aku tidak bisa membatalkanya, seberusaha pun aku melawan juga tidak akan bisa",


"Kau wanita, jangan menyesal jika kau akan menikah denganku nanti nya, waktu ku untukmu tidak akan banyak, dan juga untuk berusaha mencintaimu, pikirkan lah", sahut arya dengan tampang datar nya,


"Aku sudah memikirkanya, aku akan menikah denganmu dan hanya dengan mu demi membuat keluarga ku bahagia, tidak peduli kau akan mencintaiku atau tidak", jawab laas dengan lantang.


"Wahh kalian sudah dekat yah? Laras, arya ibu sudah memikirkan kapan kalian akan menikah, mungkin minggu ini dengan pernikahan yang sederhana saja bagaimana arya, laras?", kata ibu arya menghampiri mereka,


"aku tidak masalah bu, aku juga tidak suka keramaian", sontak arya.


Beberpa hari menjelang pernikahan laras, semua keluarga laras sibuk dengan persiapan pernikahannya, "ahh, tidak lama lagi aku akan menikah, kasur ku, kamar ku, semuanya, ini pasti menyakitkan meningalkan barang kesayangan ku, dring,....dring,...(bunyi hanpone).

__ADS_1


ya halo," jawab laras,


"Laras apa bener lu mau nikah, lu ngk gabarin gue lagu, blalablablabala**,.",


"Ahh ena lu kalo mau nanya satu-satu ntar gue jawab, lagian ngomong ngak pake titik koma sih", sahut laras,


"Eh iya maaf, tapi info yang gue dapat benerkan", kata ena,


sontak laras mengatakan "iya, lu jangan lupa datang, minggu ini gue nikah, pernikahanya sederhana doank kok", jawab laras,


"Laras lu ngak hamil diluar nikah kan?", dengan suara pelan ena bertanya,


"lu gila ya mana mungkin gue gituan, ah,.dasar lu ya otak bacot apaan tuh, lagian gue nikah karna bokap gue yang maksa, klo bukan karna itu mana mau gue, eh lu dapat kabar dari siapa?", kata laras, dan dijawab oleh ena "dari adik lu ibas, yaudah lah semoga lu bahagia ya".


,..tttutt,..


Dua hari kemudian


Yang ditunggu-tunggu hari pernikahan laras dan arya, berlangsung sederhana, dengan kerbat dekat, teman dekat, tetangga dan keluarga besar arya, semua berkumpul, laras dan arya sah menjadi suami istri di hari itu, laras langsung meningalkan rumah ayahnya dan tinggal bersama arya dirumahnya, rumah yang begitu luas, dan lima asisten rumah tangga, sesampai dirumah arya, laras bersih-bersih kamar barunya yang sekamar dengan arya, tubuh laras yang sexy memakai piama sontak membuat arya menahan imanya, "apa yang aku pikirkan", (batin arya), dan langsung pergi keluar dari kamarnya.


"Ahh, lelah juga, aku capek, bahkan arya sama sekali tidak membantuku, lebih baik aku tidur dulu saja, sambil membuka bra nya, dan berfikir sejenak, bagaimana bisa aku membuka bra ku,tapi jika tidak dibuka tidak akan nyaman saat tidur, hari ini juga malam pertama ku, sudah lah ku buka saja lambat laun arya akan tau sifat ku", pikir laras.


Laras tertidur puas karna lelah, arya yang masuk kedalam kamarnya melihar laras tertidur, menyelimuti laras yang tidur, melihat bibir istrinya yang begitu merah muda, imanya tergoyah dan melahap bibir muda itu kedalam mulutnya.


Sontak laras terbangun melihat apa yang terjadi, sedikit terkejut dan apa boleh buat dia adalah suamiku, pikir laras, laras membalas ciuman arya yang begitu hangat masuk dalam bibir nya, tangan arya yang memegang erat tangan laras membuat suasana menjadi kacau, arya membuka kencing bajunya dan menaiki kasur perlahan tubuhnya mendekati laras, bibir arya turun ke leher laras, laras mendesah, mengeluarkan suara, sejenak arya berhenti,.


,.....


 


 

__ADS_1


__ADS_2