
"Maksudmu?", tanya ku yang terheran-heran.
"Lepaskan pelukanya, nafas ku sesak aku ingin ganti baju",
"Oohh,. Maaf, baiklah", jawabku, yang ku pikir itu apa tadi.
Laras perlahan berdiri dan pergi menuju kamar mandi aku hanya melihatnya mengahapus air mata yang menetes di pipinya, saat aku tersadar dan melihat baju ku yang benar-benar basah, aku juga berdiri dan menganti baju, perlahan ku buka baju ku dan membuka lemari untuk mengambil pakaian baru, tiba-tiba.
~tiik~, mati lampu,
~aaaaaaaaaaaa~,
~barrrrrrkk,. Burkkkk~,
Suara laras yang berteriak di kamar mandi membuat ku panik dan kocar kacir saat ku lihat semua ruangan sangatlah gelap, baju ku yang ku lepas tidak tau kemana letaknya,
"Siiialll", aku mengupat mengeluarkan kata yang kesal, hari ku benar sial hari ini,
"Laras apa kau baik-baik saja!!", sorak ku padanya,
"Aku tidak apa-apa hanya kitak sabun saja yang jatuh!!, Tapi Aku takut, semuanya gelap, aku tidak bisa melihat, apa aku butaa!!", balasnya
"Dasar bodoh, kau tidak buta, ini hanya mati lampu saja",
"Aku takut, aku tidak bisa kemana-mana",
"Baiklah tunggu disana aku akan menyusul",
"Jangan!!", soraknya,
"Lalu aku harus apa?", tanya ku,
"Aku tidak menemukan pakaian ku, jangan kemari",
"Kau pikir kau saja yang tidak menemukanya, aku juga tidak menemukan baju ku",
__ADS_1
"Jika kau tidak beRpakaian baju itu tidak apa, lalu aku bagaimana",
"Yaa tunggu saja disana sampai hidup lampu",
"Aku sangat takut, ini benar-benar gelap, aku tidak melihat setitik cahaya satu pun",
"Baiklah aku akan berdiri di pintu kamar mandi kau juga berdiri di pintu kamar mandi, kita tunggu lampunya sampai hidup",
"Hmm iya", sahut laras,
"Aku kesana, oke!!", sahut ku,
Saat aku mencoba mencari baju.
~brakk~
"A,.arrk,. Ashh sial", sorak ku,
Kaki ku tersandung kayu tempat tidur, rasanya seperti tersentrum, ini hari yang tidak baik bagiku, apa ini akibat melawan pada ayah ku.
"Kau kenapa??", sorak laras,
"Apa kau baik-baik saja?", tanya laras,
"Menurut mu",
"Hmn baiklah, cepat lah kemari aku sudah dipintu",
"Hiya sabar lah sedikit", sorak ku, wanita ini tidak punya prikemanusiaan.
Aku mencoba meraba sisi jalan ku,. Dimana semuanya terlihat sangat gelap, kaki ku yang kesandung hanya bisa pincang untuk dibawa berjalan, tahap demi tahap kutelusuri sisi ruangan gelap hingga aku merasakan sesuatu di kaki ku, saat ku raba dan ku rasakan, nah ini dia yang kucari, perasaan ku mengatakan ini baju ku. Aku mengambilnya di lantai dan ku coba untuk memakainya, tepat sekali ini baju ku, kembali ku telusuri tiap-tiap jalan dan ruangan gelap ini saat ku raba perasaan ku mengatakan aku telah di depan pintu toilet.
"Laras dimana dirimu!!", sorak ku,
"Aku di depan pintu", balasnya,
__ADS_1
"Coba kau ketuk pintu ny, apa aku benar-benar sudah ada di depan pintu",
"Baiklah", jawab laras,
~toktuk~, suara pintu yang laras pukul,
"Ahhh,. Iya aku sudah disini", balasku,
"Apa kau sudah menemukan baju mu?", tanya laras,
"Sudah, kau bagaimana?", tanya ku,
"Belum, aku tidak ingat dimana aku menjatuhkanya",
"Hmm,. Lalu apa yang kita lakukan sekarang",
"Yah,.!! Apa lagi menunggu lampu hidup, seperti ini", jawabnya,
"Ahhh,.. baiklah", aku mencoba duduk di depan pintu toilet, menemani laras yang takut akan kegelapan, membuka mata namun tak ada satupun yang bisa ku lihat.
"Arya!!", sahut laras dari dalam toilet,
"Hmm,.", balas ku,
"Kau sedang apa?", tanya nya,
"Duduk disini, kau masih berdiri?, duduk lah", jawab ku,
"Hmm iya",
"Aryaaa!!!", sorak laras,
"Apalagi?", balas ku,
__ADS_1
TBC.