
Dipagi harinya setelah kejadian malam Arya yang sial dan juga Laras yang malang.
Laras terbangun disubuh hari dan membersihkan diri, dirinya menatap tajam sebuah kaca yang mengcopy paste wajahnya didalam kamar mandi, Laras teringat akan ucapan Arya kemarin malam, ia memang bukan istri yang diharapakan Arya.
"Aku memang tidak berguna, memang!! Aku tidak ingin di nikahi seperti ini, tapi demi keluarga ku, aku rela akan pernikahan ini, maaf kan aku Arya, aku tidak yang kau harapkan", ucapan Laras yang menatap diri di hadapan sebuah kaca.
Perlahan dirinya keluar dari kamar mandi dan melihat Arya yang masih tertidur pulas akan lelapnya.
Laras yang tersadar diri merubah kehidupan nya untuk menerima Arya sebagai suaminya,
"Aku istri mu, aku akan berusaha menjadi istrimu", sahutnya menatap Arya sambil tersenyun manis.
Dirinya beranjak pergi mempersiapkan baju, dan sarapan untuk Arya.
Selesai sudah yang disiapkan, Laras kembali menuju kamarnya, dan masih melihat Arya tertidur lelap, dirinya mulai mendekati Arya secara perlahan.
Menatap Arya yang masih tertidur lelap, wajah Laras mulai gembira mengigat kejadian malam.
Tapi sayang nya saat dirinya menatap Arya, secara tiba-tiba Arya terbangun dari tidurnya, mata mereka bertatapan satu sama lain, tak lama kemudian tatapan itu hilang dan kini hanya tinggal ke maluan.
Laras membuang muka begitu juga dengan Arya memalingkan wajahnya,
"A,.. a,.aku, menyiapkan makanan mu, mandi dan turun lah kebawah, aku sudah menyiapkan semuanya", kata Laras yang gagap tersipuh malu, lalu beranjak pergi ke luar.
Arya yang melihat hanya terheran-heran melihat Laras yang berubah Dratis.
"Kenapa dirinya", sambil berusaha berdiri dan menuju kamar mandi, namun lirihan mata nya terlihat aneh, saat dirinya melihat sebuah pakaian kerja yang digantung didepan lemari baju.
__ADS_1
"Baju ku!!", kata Arya yang terheran-heran, saat perlahan dirinya menuju gantungan baju itu.
"Ini baju ku, siapa yang menyiapakanya?", pikir Arya yang terheran. Kembali dirinya meluruskan tujuan untuk membersihkan diri.
Saat selesai mandi, Arya pergi beranjak keluar kamar dan menuju ruang makan, saat itu Arya melihat Laras menyiapkan sebuah piring dan gelas makan, perlahan kaki nya menuju kursi meja makan dan melihat Laras terheran-heran.
"Ayo duduk lah", sahut Laras tersenyum manis kepada Arya.
"Hmm", balasnya yang masih melihat Laras dan mencoba duduk di kursi.
Laras yang sibuk akan urusan nya menyiapkan sarapan sedangkan Arya hanya terdiam dan tidak berkutik sama sekali.
Setelah selesai sarapan Arya mencoba beranjak dan pergi menuju kamar, saat Laras melihatnya ia mengikuti Arya, Laras hanya terdiam heran disaat Arya mencari sesuatu di lemari.
"Kemana dia", kata Arya yang mengacak-acak lemari.
"Nah ini dia", kata Arya yang memperlihatkan benda yang ia cari.
"Ku pikir kau mencari apa", sahut Laras,
Laras mencoba mendekati Arya, sedangkan Arya terdiam dan hanya melihat Laras mendekati tubuhnya.
Perlahan tangan laras mengambil benda yang ada ditangan Arya, sebuah dasi yang dipakai Arya saat berkerja.
"Sini ku pakai kan", kata Laras.
Arya hanya terdiam dan melihat tingkah Laras yang berubah semalam saja.
__ADS_1
"Kenapa dirinya", pikir Arya yang masih melihat Laras memakai kan dasi nya.
Wajah Laras yang kebingungan memakai kan dasi untuk Arya, di dalam ruangan yang terpampar cahaya matahari di pagi hari. Arya hanya bisa terdiam melongo melihat Laras, sedangkan Laras dirinya hanya sibuk mengacak-acak dasi yang ia pakai kan untuk Arya.
"Apa kau tidak pandai memakai kan nya?", tanya Arya.
Sontak membuat diri Laras melihat Arya dan tersenyum manis kepadanya,
"Heheh, tidak", balasan datar yang dijawab Laras,
"Lalu kenapa mengambilnya dari tangan ku",
"Aku hanya ingin membantu mu", balas Laras.
"Ini namanya tidak membantu, malah membuang waktu ku", kata Arya yang menghelakan tangan Laras dari lehernya, dan beranjak pergi sambil bersorak kepada laras, "aku pergi",
"Iya hati-hati", jawab Laras yang kesal melihat nya.
Saat Arya pergi keluar dan menuju ke mobilnya, tiba-tiba saja ia melihat buket bungga yang semalam di lantai, diri nya melihat sekeliling sudut ruangan dan sontak saja kaki Arya main menghelakan burket itu.
~cuitt~.
Buket nya terbang menuju sela-sela meja.
"Hmm,. Dasar buket sialan", mengupat Arya.
TBC
__ADS_1