
( "Mungkin gara gara mimpi ku, jadi kepengen makan itu", bangun dari tidur dan mencoba mencari hpnya.)
Saat ia menghidupkan layar hp, Laras terkecut, "aaargh", "sudah siang", soraknya.
"Kenapa aku baru bangun, dasar Laras kau gila, masih banyak urusan yang belum selesai", kata Laras yang kocar kacir membereskan semuanya dari membersihkan kasur yang berantakan hingga dengan cepat dan sigap ia bergegas mandi.
Hingga semuanya selesai Laras tersenyum lega, "sudah beres", namun sayang nya waktu yang ia pakai berjalan dengan cepat.
Ia pun melihat jam dinding yang terpampang, yap, sudah hampir sore, apa lah daya Laras hingga langsung pergi tanpa sarapan apa pun, sia sia sosis bakar yang ia idamkan pun tidak jadi dibuatnya.
Didalam perjalanan Laras mencoba menelfon Arya,
~hallo~, kata Arya
"Kenapa kau tidak membangunkan aku", sorak Laras.
~tanya pada dirimu~
"Kenapa aku",
~aku sudah membangunkan mu kau sendiri yang tidak ingin bangun, sudah lah aku berkerja dulu~
~tuut tuuut~,
"Ahh pria ini", mengupat Laras dengan kesal.
Saat sampai di butik yang sudah di janjikan Laras, ia pun mencoba berbagai macam baju, namun satu pun baju tidak ia temukan.
"Aduhh sial banget sih Gw", sahutnya yang duduk disofa.
Ia pun kembali mencari cari baju yang ingin dikenakan nya, hingga berjalan nya waktu yang tadi siang menjadi malam.
Satu baju yang Laras temukan, mungkin ini pilihan terakhirnya, tidak memperpanjang waktu dengan cepat ia membayar tagihan baju dan pergi dari butik tersebut.
Saat di luar ia melihat hari yang begitu gelap, perut yang memulai meminta makan dan tubuh yang begitu lemas.
"Aku harus kemana, pulang, atau pergi mencari makan", kata Laras.
"Okehh,. Berfikir lah Laras",
~kruuuk~
"Argh perutku, aku cari makan saja", pikir Laras.
Laras pun berjalan menelusuri berbagai tempat, tujun nya Cuma satu makan yang sajianya tersedia sosis bakar.
Saat berjalan dan melihat sekeliling tempat ia melihat satu resto yang terbuka sepertinya resto tersebut menyediakan sosis, "pikir Laras", dan menuju tempat tersebut.
__ADS_1
*brakk
~bruukss~
Tiba tiba saja ada yang menabrak jalan Laras, seorang pria muda yang tinggi.
"Ahh,. Maaf saya tidak sengaja", kata pria itu,
"Mm ngak apa apa kok", balas Laras.
"Hmm sepertinya aku melihat dirimu, dimana yah", pikir pria itu.
"Aku pun merasa begitu",
"Kamu bukan nya yang di bawa Arya ke rumah sakit ya", kata pria itu.
"Aaah aku baru ingat kamu bukanya Roi itu ya, yang menyembuhkan kucing", balas Laras tersenyum.
"Hahaa iya benar, dan aku bukan dokter kucing",
"Hehe iya maaf", kata malu Laras.
" ngomong ngomong kenapa kamu ada disini?", tanya Roi.
"Aku habis berbelanja, kamu sendiri?", tanya balik Laras ke roi.
"Hmm benar kah apa?", tanya Laras.
"Bisa kah kita bicara tidak disini, rasa nya tidak enak, bagaimana kalo kita duduk ditempat makan sekitar sini", tawaran roi pada Laras.
"Kamu benar juga",
Dengan rasa ingin laparnya, Laras berjalan menuju resto yang ingin dimasuki nya, namun Roi.
"Ah tidak disana sepertinya disana saja", tunjuk roi.
"Ah baiklah", kata Laras yang menyesal ^sosis bakar ku^, cemberutnya sambil melihat resto tersebut dan berjalan mengikuti Roi.
Sampai nya di Resto yang tidak diharapakan Laras, ia pun duduk dan tersenyum manis pada Roi, sebenarnya hati yang dirasakan Laras sangatlah mengerutu.
Roi pun memesan makanan yang ada di Resto tersebut, dan mengeluarkan pertanyaan yang selama ini dipendamnya.
"Laras!", serunya.
"Mm iya",
"Jadi begini, aku hanya sedikit kepo, boleh kah?", tanya Roi.
__ADS_1
"Tentu, kamu ingin bertanya apa", jawab Laras.
"Bagaimana bisa kamu menikahi Arya?, apa pernikahan kalian tersembunyi, atau kalian menikah sirih?", tanya Roi.
^yaa,. ampun tuan ini, bilangnya sedikit kepo tapi yang ditanya ini jalan ceritaku dengan Arya^, pikir Laras, yang tersemyum.
"Sebenarnya kalau dijelaskan sangatlah panjang, tapi aku akan menceritakan intinya saja, mula mula kami menikah atas permintaan orang tua kami, lalu menikah diam diam tanpa publik tau, dan sampai saat ini, tidak ada kata menikah sirih", jawab Laras.
"Ah, simple sekali, dan kamu langsung setuju menikah tanpa mengenal Arya terlebih dulu?", tanya Roi.
"Hmm", Angukan kepala Laras.
"Wah, berarti sampai saat ini semua orang tidak tau kenyataannya, nona kau harus hati2, kamu tidak keberatan dengan semua ini?", tanya Roi.
"Tidak, sebenarnya Ayah Arya akan memberitahu publik tentang pernikahan ini, aku pun juga tidak tau kapan, tapi Arya bilang kamu adalah temannya lalu kenapa tidak tau tentang pernikahan ini?", tanya Laras.
"Aaaa, begitu, ^apa Arya menyembunyikan kenyataan dari Laras^, pikir Roy. aku dan Arya memang teman, kamu tau sendiri Arya itu sangatlah dingin, orang nya sangat tertutup, kami berteman cukup lama sih, mengenal dari Smp dan kuliah bareng, setelah bekerja hubungan pertemanan kami sedikit rengang",
Saat berbicara dan berbincang, pesanan yang dipesan pun sampai. Laras pun menyantap makanan sambil berbincang, lumayan lah penyangal laparnnya.
"Apa Arya sangat perhatian padamu?", tanya Roi.
"Hmm lumayan", jawab Laras yang sambil menyantap makanannya.
"Sudah berapa lama pernikahan kalian?", tanya Roi.
"Hmm ntah lah", jawab Laras.
"Sepertinya kamu dan Arya 11-12",
"Hmm maksundya", melongo Laras.
"Dingin dan jutek, sangat cocok",
"Benarkah menurut ku tidak juga", jawab Laras, sambil mengambil minumnya.
"Apa kalian tidak berencana punya momongan?", tanya Roi.
"Uhuk uhuk (sedakkan Laras), jangan bertanya tentangΒ itu",
Tbc.
γ
MAAF UNTUK SELAMA INI AKU NGK UP KARNA AKUN NY HILAng πππ
γ
__ADS_1
γ