Forced Married

Forced Married
LANJUT


__ADS_3

Diriku benar-benar bingung akan hal ini, disisi lain Dia, aku menempatkan nya dalam kesusahan dan disisi lain aset perusahaan juga Laras.


NEXT


"Baiklah aku akan mengikuti kata Ayah kecuali ayah kembalikan dia",


"Kau anak ku yang pintar, pilihan yang tepat, Deal",


"Jika dia tidak kembali dengan cepat maka aku sendiri yang akan bertindak, ingat Ayah", aku menatap mata ayah dengan tajam dan penuh kesal Lalu pergi meningalkan ruangan ayah dengan penuh amarah.


~brakkkk~, suara pintu yang ku tutup keras.


Saat tiba di parkiran mobil, Anto menyambut ku dengan baik, tapi aku.


"Pak akan saya antar?", tanya anto.


"Kau bisa lihat wajah ku, ahh,.. kau juga sekongkol dengan ayah ku bukan??,. Mana kunci mobilnya aku akan pulang sendiri", bentak ku pada dia.


"A,..aa,.",

__ADS_1


"Manaa!!", sorak keras ku membentak Anto.


"Maaf pak ini pak", sambil ia berikan kunci mobil ke tangan ku.


Aku mengambilnya dengan paksa di tanganya, harus apa lagi aku benar-benar kesal akan hal ini, saat di perjalanan aku sempatkan berhenti di tepi jalan, tiba-tiba.


~triiing~, pesan masuk.


Ada pesan masuk di Hp ku dengan lemas tubuh ku, aku mengambil Hp dan melihat pesanya, ternyata pesan dari laras,  ia meminta izin pada ku untuk pergi merayakan kelulusan sidangnya.


"Apa ini benar-benar cobaan", sahut ku memukul stir mobil.


Saat malamnya aku sampai di rumah ku. Aku membuka pintu rumah dan kudapati tidak ada satu pun orang di rumah ku, ku lihat kandang Cery ia pun juga tidak ada,


"Dimana orang rumah ini", sahut ku.


Aku melihat jam ditangan tepat pukul 08:00pm, sembari diriku duduk di sofa menunggu Laras, aku melirih setiap sudut ruangan, satu ruangan kenangan terindah ku masih terlihat bersih diluar namun didalamnya mungkin tidak, semenjak kejadian itu aku tidak pernah membuka nya lagi, sambil aku tersenyum mengigat moment indah ku.


Tiga jam lebih aku menunggu Laras Dan masih terdiam sipuh duduk di sofa, "apa dia ke klap, apa di mabuk, kenapa dia belum pulang", pikir ku.

__ADS_1


~sstsss~, suara mobil.


Aku melirih melihat ke arah jendela dan ku tebak pasti itu Laras, saat aku menuju jendela dan membuka sedikit gorden, aku melihat dia di antar dengan mobil hitam, aku hanya memperhatikan siapa yang mengantarnyA, saat mata ku yang tajam melihat jelas itu Erik mantan kekasih laras, aku sangatlah marah dan kesal melihat ini semua saat laras diberi burket bungga, gejolak kemarahan ku memanas, hatiku sangat sakit ketika istrimu sendiri begini, aku mempertahankan semuanya bahkan ayahku sendiri ntah benci denganku, lalu apa ini semua, keluarga ku Bahkan istriku, apa semunya musuhku, dimana letak dosa ku.


Saat aku melihat seyuman Laras yang diberi burket bungga aku benar benci denganya, ku tutup gorden yang ku buka lalu duduk di sofa tanpa suara.


Laras hanya berjalan lurus dan tidak sama sekali melihat ku, saat jalan nya terhenti ia baru menyadari aku yang duduk disofa, lalu bertanya, "kapan aku pulang", aku hanya membalas cuek dan jutek, lalu ku tatap matanya, ia tersenyun manis padaku.


"Ahh,.. aku yang salah membuat perangkap atau kau yang salah masuk lubang", pikir ku melihatnya.


Lalu kulihat burket bungga yang ia pegang, amarah ku memuncak saat disana apalagi bau akohol yang sangat menyengat di hidungku.


"Apa yang kau lakukan bersamanya laras, kemana kau, kenapa seperti ini", pikir ku melihat wajahnya.


Saat itu aku benar sedang tidak dalam kendali, aku mecacimaki laras, mengangapnya rendah, aku meluangkan semua amarah ku padanya, aku melihat tetesan air matanya.


 


TBC

__ADS_1


__ADS_2