
Laras yang kebingungan mencoba mundur perlahan-lahan. Sedangkan Arya mendekatinya secara dekat, perlahan demi perlahan tubuh Arya mendekati Laras, yap! Tepat dihadapan Laras, tiba-tiba saja Arya meluruskan jalan nya menuju kamar mandi, selisihan mata mereka menatap tajam seperti singa pemangsa.
"Apa!!", sorak Arya.
Laras yang kebingungan hanya melongo dan masih menatap Arya.
"Jangan ke geeran", sahut Arya.
"Mm, siapa juga yang ke geeran", balas Laras yang melayangkan kaki kanan nya menuju kaki Arya tepat di kaki yang terbentur, sontak Arya merasakan kesakitan yang bergetar dikaki nya.
~aa, kaki ku~, sorak Arya.
Arya memegang erat kaki Yang di sengol laras, sambil mengangkat kaki sakitnya dan memegang erat dengan tangan nya. Gaya reflek membuat tubuh Arya meloncat-loncat karna kesakitan.
"Kau kenapa?, aku hanya menyengol sedikit", sorak Laras dengan wajah cemas dan pucat, Laras memegang pundak Arya sambil dirinya panik akan perbuatanya.
"Kau menyengol kaki sakit ku", balas Arya,
"Sakit kenapa?, ayo! Duduk dulu", jawab Laras yang masih memengang Arya dan memapahnya untuk duduk di kasur.
"Kaki mu kenapa?", tanya Laras.
"Aa,.. kaki ku lembam, tadi saat mati lampu aku bersengolan dengan kayu ini", balas Arya memukul tempat kasur nya.
"Mampus lah kamu, jadi orang jangan melawan ke istri, rasain", balas Laras.
"Sudah lah, ganti celana mu, biar ku obati", jawab Laras menatap mata Arya.
__ADS_1
"Hmm", Balas Arya, yang menuju kamar mandi.
Saat selesai nya Arya menganti celana dan baju, ia duduk di atas ranjang sambil melihat sekeliling kamar.
"Kemana orang yang mau mengobati ku tadi", pikir Arya, yang mengambil henpone ny.
Tak lama kemudian.
~klekk~, suara pintu terbuka.
Tiba-tiba Laras datang membawa kotak P3K, perlahan ia memdekati Arya yang terduduk diam menatap Henpone nya.
"Sini ku obati kaki mu", sorak Laras.
Arya mendengar suara lembut dari seorang gadis, rasanya benar-benar tulus terdengar di telinganya, kelopak mata nya melihat Laras yang Berdiri dihadapan nya, dia yang memegang kotak P3K terlihat manis dihadapan Arya.
"Hmm, tidak, kau ke geeran saja", jawab Arya melongo.
"Sini kaki mu", sahut Laras.
"Kau apakan?", balas Arya,
"Aku goreng!!, masih bertanya, sudah kubilang dari tadi ku obati, dasar pria ini", jawab Laras yang merasa kesal.
"Hiya hiya, aku tidak menyimak", sambil mengulurkan kaki sakitnya.
Laras yang memegang kotak membuka kotak P3k itu, perlahan dirinya terduduk di hadapan Arya, mengambil sehelaian kapas, akhol dan betadin.
__ADS_1
Tangan lembut Laras yang memegang kapas membersihkan lembam di kaki Arya dengan tulusnya, sedangkan Arya melihat Laras tersenyum tersipuh malu, wajah Arya yang tadi biasa saja berubah memerah atas perhatian yang diberikan Laras.
Mata laras melihat Arya, dengan spontan Arya membuang wajah imutnya dari hadapan Laras.
"Kau kenapa?", tanya Laras,
"Tidak ada", jawab Arya.
"Kenapa senyum-senyum?", tanya Laras.
"Hanya heran saja",balasnya.
"Heran kenapa?, oohh,. Karna ini, diri ku sudah baik salah juga dihadapan mu", sambil menatap Arya dan merasa kesal dengan tidak sadarnya laras menekan kaki lembam Arya.
"Aaah, kaki ku, kau ikhlas tidak mengobatinya", sorak Arya.
"Kau yang mulai duluan", balas Laras.
"Sudah lah, aku ingin tidur", sahut Arya yang menghelak kan kaki nya.
"Dasar tidak tau Terimakasih", mengupat laras, sambil membersihkan P3k dan berdiri.
"Hmm,. Terimakasih", jawab Arya yang mengelumun kan dirinya dengan selimut.
"Ishh,.", mengupat laras melihat Arya dan beranjak pergi dari kamar.
__ADS_1