
Laras melihat Arya dan tersenyum begitu pula dengan Arya, seketika air yang diminum Arya tersembur keluar.
~burrrrrs,.~.
"Haha,. Kau kenapa?", tanya Laras yang tertawa terbahak-bahak,
"Jangan tersenyum seperti itu kepada ku", Balasnya melirih mata Laras dan menuju kamarnya,
Laras yang melihat melongo berpikir kenapa pria itu hari ini, pikirnya,
"Kenapa senyumku!!", sorak Laras melihat Arya yang perlahan masuk ke kamarnya, tanpa ada seruan dari Arya.
***
Pukul enam pagi mereka makan bersama dan pergi menuju Rumah Sakit Hewan, saat tiba Laras dan Arya membawa kucing ke dalam ruangan, di sana kucing malang itu di periksa, Dokter memberi Cone Coller di lehernya ya sebuah corong yang dipasang di leher hewan, setelah selesai dokter bilang,
"aku memberinya Cone Coller, dan menukar perban di kakinya sepertinya dia di tabrak oleh sesuatu, tapi tidak cukup parah benturan di tubuhnya", tanya Dokter.
Laras menoleh ke arah Arya mengeram bibir yang kesal akan kejadian malam, lirihan mata Arya juga melihat ke Laras, "yasudalah Dok dia tidak apa-apa, itu sudah bagus", jawab Arya lalu pergi meningalkan ruangan.
Laras melihat pria itu yang langsung saja pergi ke luar ruangan, "benar-benar tidak punya hati", pikir laras yang mengupat, dan mengambil kucing dari tangan Dokter tersebut lalu tersenyum lebar dan berkata, "terimasih Dok", balas Laras dan tersenyum sepuh Dokter melihat mereka.
Selesai akan hal masalah kucing Arya dan Laras pergi menuju rumah, selama di perjalanan, ~drinkkkkk~(suara panggilan Hp),
"Hp siapa?", tanya Laras melihat Arya,
"Hp ku",
__ADS_1
"Angkat lah nanti ada keperluan mendadak", kata Laras,
"Kau angkat saja, aku sedang menyetir", balas Arya,
"Bilang saja malas mengangkatnya", jawab Laras yang mengambil Hp Arya di depanya,
Perlahan Laras melihat Hp Arya dan ternyata Ibu arya menelpon nya, Lalu dengan cerdiknya Laras mengecoh Arya, "selingkuhan mu menolfon", sontak membuat Arya terkejut mengeluarkan tampang imutnya, "hahahahahiihiwkwk", tawa geli laras.
"ini ibu mu?", tanya laras,
"Jawab saja, kau ingin bermain dengan ku ya", balasnya,
Laras menerima pangilan dari Ibu Angeline, Ibu dari Arya hanya tertawa geli.
"Hallo Bu",
"Iya Bu, Arya nya sedang menyetir jadi katanya aku saja yang mengangkat",
"Mumpung kalian berdua, Ibu ingin kalian ke rumah, Ayah Agus ingin bertemu dengan Arya, ada yang ingin di bicarakanya",
"Hmm,.. aku tanya ke Arya dulu ya Bu",
"Arya Ibu bilang pergi berkunjung ke rumah Ibu Angel, Ayah Agus ingin bicara pada mu?", tanya Laras melihat Arya, lalu Arya melirih matanya kepada Laras sambil menyetir mobil, "baiklah", jawabnya menghelakan nafas,
"Baiklah Bu,.aku dan Arya akan ke rumah Ibu Angelin",
"Ya sudah Ibu tutup telponya ya, Ibu tunggu di rumah",
__ADS_1
"Ya Bu",
~tutttutt~
Laras kembali melihat Arya yang menyetir berfikir apakah ke rumah Ibu tidak membawa sesuatu, lalu bibirnya berusaha untuk mengatakan ke Arya,
"hm,. Apa ke rumah Ibu tidak membawa sesuatu?", tanya Laras melihat Arya.
"Hmm,.",
"Tapi jika tidak bawa sesuatu itu tidak baik, kau berhenti saja jika melihat toko buah", tanya Laras kembali ke Arya,
Lirih mata Arya melihat Laras, "terserah lah", jawab jueknya seperti biasa.
Terhenti Arya di sebuah toko buah, namun sayang tokohnya tutup, akhirnya mereka pergi ke sebuah Minimarket besar bukan Moll, selesai memilih buah tangan yang akan dibawa, Laras dan Arya membayar dikasir,
"Mbak, sebentar ya uang nya kembali dulu", sahut petugas kasir,
"Ah,. Tidak usah aku ambil ini saja", Laras mengambil sesuatu berupa kotak yang ia pikir adalah permen, dan ia berikan pada Arya, tanpa Arya sadari dia mengambil dari tangan Laras dan pergi menuju mobil, meningalkan Laras.
Di dalam mobil Arya yang masih menunggu Laras menuju ke mobil, membuka kotak itu.
*CERBUNG*
__ADS_1
Baca juga *PAIR OF ANGELS*