Forced Married

Forced Married
Pemberitahuan


__ADS_3

Pagi hari ini,. Tepat nya Seminggu selang waktu Arya yang bungkam dan membalikan fakta bahwa ia ingin memberikan Laras hadiah.


Seperti biasa Laras dan Arya duduk di meja makan dan makan pagi bersama hari ini.


"Arya hari Rabu besok kau tidak ada acara kan?", tanya Laras


"Mm ntah lah", jawab acuh Arya.


^dasar pria dingin ini^, pikir Laras.


"Rabu besok aku Wisuda, kau datang ya", bujuk Laras


Arya yang sedang makan langsung menatap Laras, dengan jurus jitu pengoda ia merayu Laras, "jika aku tidak datang bagaimana",


"Kau sunguh kejam", cetus Laras


"Kau baru tau aku kejam",


"Pokoknya kau harus datang",


"Hm iya iya baiklah", jawab Arya


"Setelah lulus kau ingin kemana", tanya Arya pada Laras


"Kemana lagi kalau tidak melanjutkan perusahaan Ayah ku", jawab Laras


"Akan aku tebak kau akan sibuk mengurus dokumen kantor mu, profesi itu tidak cocok untuk mu, jiwa mu itu jiwa rebahan, sangat tidak cocok", balas Arya


"Lalu aku harus apa, lagian dirumah sebesar ini aku selalu sendirian", kata Laras meraungkan wajahnya.


"Jadi ibu sosialita saja",


Saat mendengar perkataan Arya, Laras langsung menyosorkan kata kesalnya,"Kau pikir aku setua itu untuk jadi ibu ibuk, aku ini masih muda",

__ADS_1


"Hahaha(tawa cengirnya) aku bercanda, sebaiknya kamu dirumah saja, karna seorang perempuan seharusnya dirumah, untuk apa lagi kamu berkerja, aku kan sudah berkerja, aku kepala keluarga disini, keluarga kita sudah mampu, lebih baik kamu dirumah saja", kata Arya yang mendalam.


"Lalu untuk apa aku kuliah jika ujung ujungnya hanya jadi ibu rumah tangga", balas Laras.


"Ntah lah, aku hanya memberi saran saja, itu hidupmu", jawab Arya


"Atau aku membantu mu berkerja saja",


"Aku meragukan mu", kata Arya yang berdiri dari tempat duduknya.


"Maksudmu?", lantang Laras yang juga ikut berdiri.


Namun yang Arya lakukan memgambil tas kerjanya dan pergi, sedangkan Laras mengikutinya dengan kata penasaran apa maksud kata Arya.


"Arya maksudmu apa, meragukan ku", celotehan Laras yang dihiraukan Arya.


"Ntah lah", jawab datar nya hingga beranjak pergi.


"Lihat saja jika kau pulang akan ku belah dua badan mu", sorak Laras dengan keras menunjuk Arya,


"Lakukan saja jika kau mampu", balas sorak Arya pada Laras.


~ishhh~mengupat Laras.


***


Seperti biasa waktu Laras dirumah di habiskan untuk rebahan dan menonton chanel kesukaanya.


Laras yang terbiasa menonton chanel tersebut tidak ada lagi kata menangis gara gara sinetron.


"Aduh aku lupa", kata Laras memukul jidadnya.


"Aku harus kerumah ibu, henpone ku mana", sambil kocar kacir mencari hp nya.

__ADS_1


"Nah ketemu", dengan cepat dan sigap Laras mencari kontak ibu nya dan menelpon ke rumah.


"Hallo bu",


~hallo Laras~ jawab ibu Laras.


"Bu aku ingin berkunjung ke rumah , ibu dirumah kan?", tanya Laras.


~iya ibu juga sudah lama tidak melihatmu, pulang lah, sekalian bawa mantu ibu~


"Bu Arya hari ini berkerja bagaimana bisa aku membawanya", jawab Laras


~hmm begitu ya, yasudah lah~


"Aku tutup teleponya ya bu, aku akan kesana", kata Laras


~iya~,.


~tuuuttttutttt~


Dengan sigap dan bergegas Laras bersiap diri, saat sudah kece ia mengambil tas nya dan beranjak pergi, namun tiba tiba minah menyapa nya.


"Mba Laras kemana?", tanya minah


"Aku ke rumah ibu ku", balas Laras.


"Ooowh,.  Mba Laras kalo pergi jangan kelamaan nanti pak Arya bertanya tanya, dan khawatir",


"AaAa (melongo) dia khawatir pada ku", kata Laras.


 


 

__ADS_1


__ADS_2