Forced Married

Forced Married
Next


__ADS_3

"AaAa (melongo) dia khawatir pada ku", kata Laras


、。。


"Iya mba kemarin aja waktu mba pulang malem pak Arya sampe putar balik putar balik nungguin mba pulang, pake alasan kunci kamar dibawa mba Laras lagi padahal ngak mba", tegas Minah.


"mmm begituuu, aku akan memberi tahu nya nanti, sekalian biar dia saja yang menjemputku", kata Laras, yang berfikir,. ^aku akan mengerjai mu Arya^, sinis jahilnya.


"Oke mba",


"Aku pergi dulu ya", sorak Laras beranjak pergi keluar.


Namun saat sampai diluar pintu, ia melupakan sesuatu, dan kembali lagi kedalam.


"Minah!!! ", sorak Laras yang membuat minah terkejut.


"Iya mba", kocar kacir minah


"Itu bawakan Cery pada ku", kata Laras


"Iya mba, aaasigap", jawabnya mengambil Cery sekaligus dengan kandangny.


"Ini mba, Cery nya mau dibawa kemana mba", tanya Minah.


"kepo!!", jawab Laras.


Minah yang mendengar terdiam sipuh kesal kepada Laras, ^sabar,. Sabar manjikan mu ituu^, dalam hatinya.


Setelah menerima Cery dari tangan Minah, Laras langsung beranjak pergi menuju tempat kediaman Ibu nya.


Beberapa menit kemudian,.


~ting nong


Nong ting nong~ (bunyi bel)


~iya sebentar~, sorak ibu dari dalam rumah, dan membuka pintu.


"Laras!!", sorak ibu memeluk Laras.


"Ayo masuk, ibu rindu dengan mu", kata Ibu merangkul pundak putrinya, "ehh kamu bawa apa ini", tanya Ibu sambil berjalan ke dalam.


"Aku tadi dijalan mampir beli buah bu", jawab Laras


"Bukan itu, kandang ini", telujuk ibu melihat kandanh si Cery.


"Ooh ini kucing ku bu, kemarin itu Arya tidak sengaja menabrak dia, jadi karna kasihan aku adopsi dia saja",


"Hmmm begituu", balas santuy Ibu.


"Bu Ibas mana?", tanya Laras

__ADS_1


"Ada di dalam kamarnya", balas Ibu beranjak pergi ke dapur


Laras pun meletakan bawaan yang ia bawa di atas meja dan mengeluarkan Cery dari kandangnya, ia rangkul si Cery yang malang ke tanganya.


~kemarilah cery~ Sahutnya sambil menuju kamar Ibas.


~tok tok


Ibass!!~ sorak Laras mengetok pintu


"Iya kak, sebentar", balas Ibas membuka pintu kamarnya.


"Weiii ada yang baru nih", sorak Ibas pada Laras.


"Baru apaan, ngaur aja kamu", balas Laras masuk ke kamar Ibas


"Hehe", tawa cengir Ibas


"kucing siapa kak?", tanya Ibas


"Kucing dapet di jalan, waktu itu ketabrak sama Arya", balasnya yang duduk di kasur Ibas


"Lah kenapa dibawa kesini", tanya Ibas


"Terserah gw donk",


"Eh BTW Rabu besok kamu dateng ya", kata Laras


"Kemana?", tanya Ibas


"Ngapain", tanya Ibas


"Wisuda nya Aku", dengan banga Laras mengatakan pada Ibas, dan tersenyum lebar.


"Ah,. Kakak wisuda", kata datar nya


"Yaa ngak usah gitu juga kali jawabnya", balas Laras


"Hahaha, bercanda kok",


"Bg Arya mana, ngak bareng sama kakak kesini", tanya Ibas


"Ngak, dia kerja",


"Oooh,. Ngomong ngomong",


"Apa?", tanya Laras


"Hmn PS", balas Ibas yang mengigat kata Laras dulu,


Dengan tatapan tajam Laras melihat Ibas, "hahah", tawa cengirnya,

__ADS_1


"Jadi sekarang minta jatah ni",


"Bukan gitu, yaa tapi gitu lah, kakak kan udah janji", balas Ibas


"Iyah iya, tapi kan kakak janji  kalo Nilai UN nya bagus",


"Ayoo lah kak, aku sudah bersusah payah dari dulu",


"Iya iya baiklah, tapi kamu yang beli nanti akan ku transfer uang nya", kata Laras


Ibas pun tiba tiba bersorak keras,.


"Yeeeee,..", soraknya sambil memeluk kakak nya


~Ibas, Laras ayo keluar makanan ny sudah siap~ sorak Ibu dari luar.


"Ya bu", balas Laras dan Ibas


Saat keluar Ibas dan Laras pun menyantap masakan yang dimasak ibu nya, mereka juga berbicara berbincang kecil, Dan Laras pun juga memberitahu Ibunya kalau Rabu besok ia akan Wisuda,


ARYA


Di siang hari saat jam istirahat Arya mendapati pesan singkat dari Laras bahwa Laras kerumah ibunya sekalian nanti menjemputnya,


Saat semua pekerjaanya selesai Arya pun langsung menuju rumah Ibu Laras.


~ting


Nong~


~ceklek~ pintu terbuka


"Eehh ada minantu ayo masuk", kata Ibu Laras


"Iya bu", jawab Arya.


Ibu Laras bersorak gembira pasahalnya semua keluarga nya berkumpul


"Ayo siapa yang Ibu bawa", sorak gembira Ibu.


Laras pun menoleh ke belakang dan melihat Arya sudah datang, senyum biasa ia berikan pada Arya.


"Arya ayo makan bersama dulu", kata Ibu


"Ahh iya bu", balasnya sambil duduk di meja.


"Ibu sudah masak banyak", sambil menyiapkan masakan, "ayo dimakan",


"Iya bu, terimakasih bu",


,..

__ADS_1


 


 


__ADS_2