
Pagi hari aku bangun, hari yang cerah akan mimpi ku tadi malam, aku bermimpi seorang pangeran mencium ku, rasanya benar-benar nyata, aku mencoba menoleh namun tidak melihat Arya, "kemana pria ini", pikir ku. Aku tidak menghiraukan nya dan berdiri membersihkan diri.
"Hari ini Aku harus ke kampus", sahut ku sambil menuju kamar mandi.
Setelah selesai berkemas aku pergi menuju ruang makan, aku melihat Bik minah menyiapakan sarapan pagi.
Terfikir sejenak oleh ku, "apa aku tanya ke minah saja ya? Mungkin dia tau", firasat ku.
"Bik!! Bik tau kemana Arya pergi?",
"Ohh,. Pak Arya sudah pergi dari tadi mbak, mungkin beliau pergi berkerja soalnya saya melihat dia memakai jas hitam, sangat rapi!!",
"Hmm ya sudah lah",
Aku berfikir, "dia melangar janji nya, dia bilang akan memberi tahu kalau mau pergi ke mana".
Aku beranjak pergi dari rumah ke kampus saat di perjalanan aku membuka Hp ku, lalu melihat sebuah pesan masuk dari tadi.
Pagi Laras, aku tidak tega membagunkan mu, jadi ku sms saja. Aku membuka HP mu dan menyalin nomor mu di HP ku, aku hari ini ada miting perkerjaan jadi aku berangkat pagi, aku tidak lupa janji ku, bye.
ARYA.
Sms itu yang ku baca pagi ini, benar-benar jutek dan cuek.
~aahhhhhh~, helakan nafasku melihat Sms yang ia berikan.
Saat sampai di kampus seperti biasanya aku duduk di kursi ku, semua orang sibuk dengan perkerjaan nya masing-masing, sedangkan aku hanya membuka buku dan bermain Hp.
Aku tidak tau kenapa kebiasaan ku seperti itu, ntah lah buku yang ku buka tidak ku baca melainkan aku hanya sibuk bermain Hp. Kebanyakan dari remaja yang ku lihat tidak beda tipis dengan ku.
"Larasss!!!", seruan itu yang ku dengar dari sahabat gila ku.
"Laras lo kemana aja, kenapa kemarin tidak masuk?", tanya Ena mengahampiri ku,
"ohh,. Gw kemarin ke Rumah Sakit",
__ADS_1
"Lo kenapa, lo demam,. Atau jangan-jangan, huhihihihi", tanya Ena sambil ia tertawa.
"Lo gila ya, mana mungkin ngelakuin nya aja gw belum", sahut tegas ku melihat Ena.
"Ah,. Beneran, yang gila itu elu, orang kalo udah nikah pasti udah ngak PW bodot, seharusnya lo Sebagai istri ngerti ama suami, atau selama ini kalian tidur pisah?", tanya Ena menatap mata ku.
"Ish,. Apaan sih lu, ngak mungkin lah, masa gw harus niru Film sinetron, yang nikah paksa terus cowoknya tidur di sofa, tega banget gw kek gitu",
"Yah,. Mungkin aja kan, lagian apa kurang nya sih Arya buat lo, udah tajir, ganteng, baik, apa lagi yang kurang, kalo gw jadi lu udah gw sikat tuh cowok yang kek gitu",
Aku hanya bisa menatap sahabat ku ini bercelotoh dan membalas dengan senyuman.
"Hmmm", balas ku sambil bermain Hp.
"Lu denger gw ngak sih, ntar lu nyesel sendiri, jadi bini ngak nuntasin kewajiban nya",
"Hmm,.. Enaa!!", belum selesai aku berbicara tiba-tiba Dosen pun datang, apa boleh buat tentu aku belajar tidak mungkin harus membicarakan hal ini saat situasi seperti ini.
Selesai belajar seperti biasa aku duduk dulu dengan Ena di Caffe.
"Laras sebenarnya gw mau ngasih tau lu ni, kalo gw bentar lagi mau nikahh,..",
"Ya,.. ela kalo lo datang kemaren pasti gw kasih tau, Dateng aja kemaren kagak,. gw itu baru di lamar sama dia, tapi dia bilang nikah nya sesudah gw tamat kuliah",
"Emang nya orang mana sih",
"Itu loh orang yang dinner sama gw kemarin itu",
"Ohhh,.. bule nyasar itu, yang kita ketemu di Klap malam",
"Hmm,.. iya itu, sebenernya dia bukan bule dia itu Cuma keturanan bule, lo aja yang bilang dia bule nyasar, dia itu sama keluarga nya udah lama netep disini",
"Keluarga dia sama keluarga lu udah sama kenalan kan",
"Ya iya lah masa anaknya dilamar orang emak gw kagak tau",
"Syukur lah",
__ADS_1
"Eh ngomong-ngomong lu kan masih PW, pas malam pertama lu ngapain aja",
"Aaah,.. idih bocah kepo lu, gw balik dulu yak", tanya Ena kepada ku membuat jantungku berdebar kencang, dan berfikiran, "nih anak aman ngak sih, Malam pertama di tanya ke gw coba aja sendiri".
Aku langsung beranjak Pergi dari Caffe meningalkan Ena sendirian, saat berjalan lalu aku berniat untuk pulang naik Grap saja namun tiba-tiba Erik datang.
"Hai,.", sapa Erik kepada ku, aku langsung menoleh dan melihatnya.
"Hai juga",
"Mau aku antar",
"Hmm,. Tidak usah", jawab ku, "sebenernya mau sih tapi kalo di lihatin Arya lagi gimana", pikir ku.
"Beneran",
"Hmm iya aku naik Grap saja",
"Kamu takut pada suami mu ya",
"Hmm,. Ngak kok, Cuma mikirin persaanya aja", jawab ku yang langsung keceplosan bicara, "mati lah aku", pikir ku melihat Erik lalu aku hanya memberikan senyuman pada nya.
"Perasaan ya, aku mengerti",
"Ngak kok Cuma ngak enak aja di lihat sama asisten, ntar jadinya negatif gimana gitu",
"Ya sudah pesan saja Grap mu, aku akan menunggu bersama mu",
"Beneran, baiklah", aku hanya terkejut saja ketika Erik mengatakan itu, "niat sekali dia menunggu ku", pikir ku yang mengambil Hp lalu memesan Grap.
Saat Grap nya datang aku membuka pintu mobil lalu ku katakan pada Erik,
"Terimakasih sudah menunggu aku pulang dulu, daaah!!", aku lambaikan tangan kanan ku.
"Hati-hati dah!!", seruan Erik yang ku balas dengan senyuman.
Sesampai di rumah aku Membersihkan diri.
__ADS_1
TBC,.