Forced Married

Forced Married
LEPASKAN


__ADS_3

Saat itu aku benar sedang tidak dalam kendali, aku mecacimaki laras, mengangapnya rendah, aku meluangkan semua amarah ku padanya, aku melihat tetesan air matanya.


Wanita ini membuat hati ku rapuh dan bersalah ketika deyuran air yang keluar dari matanya, mulutnya yang bercelotoh terus menerut membuat ku marah, aku sempat menyuruh nya untuk diam, tapi mulutnya berbicara dan terus berbicara, pantas kah seorang istri begini.


Tanpa sebuah pengaman amarah, aku meluapkan ke meja, ku tendang sebuah meja yang ada dihadapan ku, supaya bibir nya yang bercelotoh terus berbicara terhenti, guraian air mata Laras terlihat di mata ku.


"Maafkan aku!!! Aku salah!!! Tapi dirimu membuat ku seperti ini!,..", pikir ku.


Perlahan aku mencoba mendekatinya ingin menenangkan diri nya, tapi diri ku seperti magnet yang bertolak belakang dengan tubuh Laras.


"Aku tidak bisa!! Maafkan aku", pikir ku sambil aku berbalik badan dan menuju ruangan ku.


"Aishh", mengupatku.


Laras hanya terdiam dan menangis, suara tangisanya terdengar dengan ku saat aku di dalam Ruangan kantor duduk di dekat pintu, merasakan penyesalan.


"Aku tidak bermaksud menghina hanya ingin mendidik mu dengan benar", sahut ku yang mengeluarkan air mata, aku memukul pintu dengan keras.

__ADS_1


~daaaaark, daaaaark~,


Duduk dengan penuh uraian air mata dan ku diamkan amarah ku dengan tenang, terfikir di otak ku,


"Lebih baik aku menenangkan nya",


Saat aku membuka pintu ia tidak ada diluar, mungkin kah dia ke kamar, aku dengan cepat pergi ke kamar dan membuka pintu, saat ku lihat mata nya yang merah membengkak dan air yang menempel di wajahnya, air tangisanya membuat hati ku sakit dn merasa bersalah.


Perlahan aku mendekati laras membungkuk dihadapanya, memegang erat jemari tangan mungil itu sambil ku tatap mata yang bercurahan air, ku hapus air mata yang ada di pipi mungil itu, lalu kepala ku lemah dan hanya bisa membukuk dan menempel di tanganya, air mata ku tiba-tiba saja datang tanpa ku pangil sedikit pun, aku berusaha meminta maaf padanya, hanya suara tangisan yang ku dengar dari mulut laras.


Sejenak kembali ku tegakKan kepala ku, dan membujuknya untuk diam, lalu ku peluk erat tubuh laras, ia hanya menangis dan memukul tubuh ku.


Aku hanya pasrah dan diam, dengan erat ku peluk dirinya.


Rasa salah didiri ku benar- benar ada, apa aku yang menaruh curiga atau Dia yang salah. Sembari perlahan pelukan ku aku lepas dan menyuruh nya berhenti.


Saat ku suruh berhenti jawaban yang lucu atau itu benar lucu aku tidak tau, tapi dirinya, benar membuat hati ku tertawa saat mendengar kata itu, dan ku bujuk secara perlahan untuk dia berhenti menangis, saat diri ku merebahkanya diranjang dan memeluk erat tubuhnya.

__ADS_1


Air mata laras menetes mengenai baju kemeja ku,


"Sudah berhenti lah menagis", sahut ku.


"Hmmm,... hiks!! Hiks!!", suara cegukan tagisanya membuat ku tertawa.


Aku melihat laras dan menghapus ingus nya dengan baju putih ku, rasa hati ku benar sangat menyayanginya, dia persis sama dengan adik perempuan ku Ani.


"Aku ingin!!!", sahut laras.


"Ingin Apa?", tanya ku,


"Ini lepaskan",


"Maksudmu?", tanya ku yang terheran-heran.


TBC.

__ADS_1


Komen dibawah apa aja yang harus author perbaiki ❤🙏👌 terimakasih sudah membaca 😅❤


__ADS_2