Forced Married

Forced Married
Gelap II


__ADS_3

"Aryaaa!!!", sorak laras,


"Apalagi?", tanya ku,


**


"Maaf kan aku",


"Iya, aku juga minta maaf", balas ku,


"Aku benar tidak becus sebagai istri yah?",


"Sudah lah, lupakan", balas ku,


"Maaf kan aku, aku akan berusaha", sahut laras,


"Hmm",


"Maaf", sahut laras, ~hiks hiks hiks~,


"Jangan menangis, aku tidak mencubit mu, berhentilah menangis atau aku akan masuk", balas ku mencengir tersenyum mendengarnya menangis.


"Kau ini!!,. Sudah lah aku tidak ingin bicara pada mu", balasnya,


Aku hanya terdiam dan tersenyum cengir mendengarnya, ternyata dia wanita penakut, dan ku coba untuk duduk dengan tenang menyandarkan kepala di kayu pintu, ku tutup mata ku sambil menunggu lampu nya hidup.


Mati lampunya sangatlah lama firasat ku mengatakan mungkinkah sudah satu jam lebih, aku dan laras menunggu dengan sabar, aku kasihan denganya mungkin dia kedinginan tanpa pakaian di dalam kamar mandi, hanya suara detikan jam yang kudengar di kamar ku, apa wanita ini baik baik saja, atau tubuhnya yang kebal.


"Laras!!", sorak ku,


"Hmm iya",


"Apa kau tidak kedinginan, lampu nya tidak akan menyala?", tanya ku,


"Hmm disini dingin, aku hanya bisa mendengar suara mu, sepoian udara dan jatuhan air",


"Begini saja, aku menemukan baju ku, kau pakai saja baju ku, bagaimana?", tanya ku,


"Hmn baiklah",


"Kau ambil yah, baju ini basah tida apa-apakan?", tanya ku,

__ADS_1


"Tidak masalah", balas nya,


Aku melepaskan baju ku dan mencoba berdiri mencari gangang pintu, perlahan tapi pasti aku menemukan gangang pintunya,


"Apa kau sudah berdiri?",


"Sudah",


"A,.aku buka pintu nya", balasku,


"Hmm",


Aku mencoba membuka pintu nya sedikit mengulurkan tangan yang berisi baju ku.


"Ambil lah", sahut ku,


"Dimana dan arah mana, disini sangat gelap?", tanya laras,


"Di sini, sebelah sini",


"Aku tidak menemukanya bodoh",


"Yang benar saja, arah sini, tangan ku sudah terulur", diriku yang masih memegang gangang pintu dengan tangan kanan dan mencoba mengarahkan nya kepada laras,


Aku Mencoba perlahan mendekat pintu dan ku rasakan sebuah tangan laras yang ingin merangkul tangan ku, kini tangan kiri ku yang memengang baju Bersentuhan dengan tangan laras.


"Aku menemukan tangan mu!!", sorak ku,


"Aku juga merasakan tangan mu", sahutnya.


~ttlikk~.


Ternyata sebuah cahaya muncul secara perlahan Menerangi ruangan ini, tepatnya lampu yang mati ternyata sudah menyala, yang seketika diriku terkejut karna sebuah suara detingan kecil itu, tepat dihadapan ku, mata kiri ku melihatnya (18+), dibalik sial ku apa terdapat kelebihan kesialan?, kini diriku yang melengo, bigung, dan terheran mata kiri yang sial atau beruntung melihatnya , keheningan di antara aku dan laras terjadi seketika, mata ku dan matanya saling berhadapan.


~aaaaaaaaaa~.


Teriakan laras membuat ku terkejut, mata ku yang terlihat biasa-biasa saja menjadi bulat besar, pipi ku yang kembang tidak tau asalnya dari mana.


Tiba-tiba saja secara Spontan dan cepat tangan laras mendorong tangan kiri ku yang memegang baju, diriku yang tidak terkendali Reflek saja terdorong ke belakang, belum sempat maximal terdorong, pintu yang ditutup laras tepat di kepala ku.


~brakkk~

__ADS_1


~tung~, Suara benturan.


Pintu yang terbentur di kepala ku atau kepala ku yang terbentur pintu, rasanya diri ku seperti jatuh yang tertimpa tangga lalu terpleset ketika berdiri, hidup ku benar bertubi Kutukanya.


~aaaa~, teriak ku.


Aku mencoba memegang kepala ku dengan tangan kanan, wajah ku yang luntur akan merengeknya diriku.


"Apa kau tidak punya perasaan menutup pintu", sorak ku pada laras,


"Kauu!!!, kau melihatnya", sorak laras,


"Aku!!, a, a, aku tidak melihatnya", suara ku yang perlahan membalasnya,


"Kau bohong!!, jelas-jelas mata kita berhadapan tadi",


"Ahh,. Wanita ini!!, jika aku tau lampu nya hidup aku tidak akan memberikan baju nya pada mu", sahut ku,


"jangan bicara lagi, kau pelecehan!!, dasar mesum", balas laras,


"Aku!! aku tidak menyentuh dirimu, dari mana aslanya pelecehan, Kau sudah ku bantu, malah mengupat diri ku seperti itu, dikasih jantung malah mintak hati",


"Jika bicara lagi akan ku bunuh kau!!", sorak laras dari dalam,


"Bunuh saja!!, kau akan menjadi janda", balasku sambil pincang berjalan menuju lemari baju mencari baju ganti.


~tluk~, suara pintu.


Saat ku lihat yang membuka pintu laras dengan wajah merah, lembam, dan kesal dirinya, sedangkan diriku tidak memakai baju sama sekali, celana masih lah yah!!, sontak diri ku terkejut dan melengo menutupi bagian dada ku.


"Kau!!", sorak ku,


"kau melihat diri ku tadi", balasnya yang mengupat kesal,


"Setidak nya jangan lihat juga diri ku seperti ini", Sorak ku yang masih ketakutan menutupi tubuh terbuka ku,


"Biar saja biar kita imbas",


"Baiklah!!, aku melihat dirimu seluruhnya, Kau juga ingin melihat diriku seluruhnya kan, biar kita imbas", sambil ku menuju ke arahnya dengan sangat tegar kaki yang pincang tadi ku luruskan, ku pengang celana yang ku pakai perlahan menuju hadapan laras.


TBC.

__ADS_1


Terimakasih sudah setia di lapak author ❤ jangan lupa comen, sukai, fav, kalo perlu bintangnya 😇


__ADS_2