
Di dalam mobil Arya yang masih menunggu Laras menuju ke mobil, membuka kotak itu. Yang ia pikir adalah permen, tanpa ia sadari. lalu melihat bagian luar kotak itu lagi, Arya terkejut geli lalu tiba-tiba Laras datang masuk ke dalam mobil dan ia dengan sigap menyembunyikan kotak itu di saku celananya.
"Kau kenapa?", tanya Laras,
"Hm,.. tidak ada", melongo ke Laras.
Hening sejenak di dalam mobil lalu Arya berkata, "kau sudah selesai belanja", sahut nya,
"Hm,. Sudah", balas Laras merangkul Cery yang di tinggal di dalam mobil saat belanja.
Lalu dengan sigap Arya menghidupkan mobil dan langsung tancap gas ke rumah Ibu Angel.
Sesampai dirumah Ibu, rumah itu sangatlah besar, pagarnya saja bisa menutupi rumah besarnya, dari luar seperti Istana tampaknya sama saja seperti rumah Arya, namun dirumah ini berbeda, asisten rumah tangga sungguh tidak dapat dihitung berapa jumlah banyaknya.
Saat Laras dan Arya masuk ia disambut hangat oleh Ibu Angeline dan juga putri cantiknya, adik dari arya, Ani namanya, begitu cantik, rambutnya yang berjuntai panjang Begitu pula dengan matanya sama seperti Arya.
"Wah,. Sudah datang,. Oh kucing siapa ini?", tanya Ibu sambil memeluk hangat Laras tanpa disadari Cery yang malang terjepit karna pelukan Ibu.
Cery hanya pasrah jika beranjak kaki nya sakit apa boleh buat kucing yang malang ini harus menghadapi sesakan nafas. tersenyum manis adik Arya melihat Laras,
"Ayo masuk lah!!", sahut Ibu,"Arya pergi lah ke ruangan Ayah, Ayah menunggu mu",
"Iya bu", tanpa menoleh ke siapapun Arya langsung menuju ke ruangan Ayahnya, Laras hanya bisa melihat dari kejauhan saat arya pergi.
"Kak kucing nya cantik sekali", sahut Ani pada Laras yang sontak membuat nya terkejut,
"Ahh,. Iya dia begitu imut kan!!,. kami Mengadopsi nya saat ia tertabrak Arya", balas laras sambil tersenyum pada rani,
"Malangnya, kau harus memakai Cone Coller ya, yang sabar ya", sahut Ani pada kucing Cery yang malang, kucing itu hanya membalas dengan rasa sedih,
"hrmmm", regukan Cery.
"Apa Ani ingin memegang nya, ini ambil lah", tanya Laras memberikan Cery ke tangan Ani,
"Wah,. Boleh ya", senang Ani melihat Laras merangkul Cery dalam pelukanya.
"Laras pasti lapar Ibu sudah memasak, ayo kita makan bersama", tanya Ibu tersenyum manis pada Laras,
"Tidak usah repot bu",
"Ini rumah mu juga, ayo makan", tanya Ibu kembali, menarik tangan Laras untuk duduk di meja, lalu ibu mengambil makanan di lemari makan dan menyiapkan peralatan makan.
"Ibu jangan repot-repot", sahut Laras pada Ibu Angel,
"Kak ibu sudah menyiapkan semuanya, tidak usah sungkan", jawab Ani pada Laras yang duduk disamping nya.
Selama di meja makan laras berbincang -bincang, tertawa geli namun ia masih menoleh, melirih ke ruangan yang arya tuju.
"Ah iya,. Ani sudah kelas berapa?", tanya Laras,
"Aku kelas 2 Sma kk", balasnya,
"Wah sebentar lagi sudah kelas 3 Sma dong, kakak punya adik namanya Ibas dia sudah kelas 3 Sma, akan kakak kenalkan pada Ani nanti", jawab Laras pada Ani sambil tersenyum.
__ADS_1
( Autor: tidakk!!!!!! Autor tidak setuju, Ibas punya autor :( ,.... ).
"Mungkin aku pernah melihatnya kak, sewaktu kak dan bg Arya menikah", senyum Ani pada Laras.
Arya keluar dari ruangan Ayah menutup keras pintu ruangan itu, dengan wajah marahnya, dan tampang datar namun mungka nya penuh dengan amarah, sontak Ibu dan Ani maupun Laras terkejut, lirih mata Laras melihat Arya namun Arya meluruskan jalanya bersorak kepada Laras, "apa kau tidak pulang!!!?",
"Ah,.. iya", dengan cepat Laras berdiri dan berkemas.
"Kak kucing mu", kata Ani memberikan Cery di tangan Laras dan tersenyum manis kepada Laras begitu pula dengan Ibu Angel mengangukan kepalanya kepada Laras.
Dengan sigap ia mengejar Arya yang berjalan duluan menunggu di mobi, Ibu dan Ani mengantar Laras keluar rumah, menoleh Laras kepada mereka dan berkata, "bu aku pulang dulu, Ani kk duluan ya!", seruanya pada Ibu sambil melambaikan tangan.
~tuuuuut~( klakson mobil ).
"Apa pria ini tidak punya sopan santun", pikir Laras yang mengupat menuju masuk ke dalam mobil.
Selama di perjalanan, Laras melirih mata Arya, geram bibirnya dan wajah merah itu memperlihatkan ada sesuatu yang membuatnya marah, Laras ingin bertanya tapi ia takut, ia mencari cara agar Arya dapat merubah wajah merah nya itu.
"Cery lihat lah Ayah mu, ( sambil mengeliti cery ) wajah nya memerah seperti memakai Blush on saja, dia juga tidak punya sopan santun, cery jangan pernah bicara pada Ayah mu, nanti kau akan direbusnya, Ibu hanya mengigatkanmu!!", seruan Laras membuat lirih mata Arya tertuju kepdanya, wajah Arya berubah seketika, senyum di bibirnya yang ditahan akan ucapan laras tadi.
"Kalau ingin tertawa, tertawa saja", balas Laras melihat Arya dan merayunya.
"Kau gila!!", balas datar wajah Arya,
"Aku!!! Lalu berarti kau menikahi orang gila selama ini", jawab gerutu bibir Laras,
"Hmm,. Otak mu yang gila", sambil mengacak-acak rambut pirang Laras hingga berbentuk seperti orang gila,
"Aa aaa ah,. Sudah!! Rambut ku kusut bodoh", balas Laras melihat Arya dengan tertawa geli begitu pula dengan Arya yang tertawa.
Sesampai di rumah hari sudah malam, Arya maupun Laras membersihkan diri dan bersiap beraktivitas untuk besok, saat berada di kamar Arya meletakan kotak yang ia simpan di saku celana di dalam laci lemari kamarnya lalu menuju kamar mandi.
Di malam harinya.
Beda hal nya dengan Arya dimana-mana selalu sibuk, Laras memperhatikan Arya yang duduk Sambil memegang Leptop,
Pikirnya, "apa pria itu tidak lelah ya", lalu Laras kembali membuka Hp nya.
~kring~(bunyi Hp), tentu bunyi Hp Laras.
"Aaaaa,... hahahawkwkwk", tawa geli Laras melihat Hp nya.
Arya melihat ke arah laras, "kenapa dia, gila karna Hp, ntah aneh saja melihat orang Zaman sekarang senyum-senyum sendiri liat Hp", pikir Arya,
"kau kenapa?,. Masih aman kan!!", sorak Arya,
"Hmm,. Aku bahagia hari ini, skripsi ku di terima oleh Dosen dan minggu ini aku tinggal sidang skripsi saja", balas Laras tersenyum manis pada Arya.
"hmm,.",
"Ngomong-gomong saat di Minimarket aku membeli sesuatu yang ku berikan pada mu, dimana dia, berikan pada ku, itu permen kan?", tanya Laras yang meminta kotak tadi siang.
Arya yang melongo berfikiran, "jangan meminta nya pada ku itu bukan permen", pikir nya melirih mata laras.
__ADS_1
"sudah ku habiskan", jawab bohong Arya,
"Aku rasa tidak, aku tidak melihat mu memakanya, dimana kau sembunyikan", tanya Laras menuju ke Arya.
"Sudah ku habiskan, saat di kamar mandi, dia tertinggal di saku ku, ya!! Sudah aku makan semua", jawab Arya yang membuat kata,
Laras melihat Arya yang berpikir, "naluri keperempuan ku keluar, kalau dia berbohong,", yang sama sekali tidak percaya kata Arya.
"Kau bohong!!", tegas bicara Laras,
"Aku tidak bohong", jawab Arya melihat Laras,
"Ya sudah", melihat ke Arya namun masih tidak percaya akan hal itu.
Laras beranjak dari Arya dan menuju ke kasur namun lirih matanya ke arah laci lemari yang kecil itu.
"perasaan ku kotaknya ada di laci nya", pikir Laras yang ingin membuka lacinya, berjalan perlahan menuju laci namun tiba-tiba Arya menghalanginya.
"kau kenapa?", tanya Laras terkejut,
"Hm,. Tidak ada", balas Arya yang berdiri di depan laci,
"Aku tau,. Kau menyembunyikanya di laci kan", jawab Laras menaruh curiga Pada Arya,
"Tidak, sudah ku katakan, aku memakanya, aa,. aku ingin tidur, ayo kita tidur", balas Arya memegang pundak laras namun laras mengikuti perintah arya.
Sesekali Laras masih melihat laci, rasa ingin tahu mengecoh Arya, dengan sigap dan cepat Laras membuka laci lemari kecil itu, dan melihat kotak nya memang ada di laci namun Laras melongo melihat itu, Laras mengambil Kotak lalu bertanya.
"ini apa?", tanya Laras melihat ke Arya namun Ekspresinya begitu berbeda, mata yang tadinya biasa-biasa saja menjadi bulat.
"Hm,.. kau yang mengambilnya lalu memberikanya pada ku, itu tidak salah ku", balas Arya yang tidak tau menau,
"Kenapa kau tidak mengatakan jujur pada ku, kalau begini jadinya aku tidak akan penasaran", jawab Laras yang mengerutu bibir kecilnya,
Arya mengambil kotak itu dari tangan Laras, kotak yang terlalu berbahaya bagi anak perempuan ( autor jadi malu ingin mengatakan nya ) yah sebuah kotak kemasan nya seperti permen namun melainkan ( Kondom ).
"Aku simpan saja", kata Arya.
"Hmm,. Untuk apa kau menyimpanya",
"Trus,. Apa kau ingin aku yang memakainya?", balasnya menatap mata Laras,
"Kau sajalah yang menyimpanya", jawab Laras menepati ranjang, menyelimuti tubuhnya dengan kain selimut. Arya hanya bisa tersenyum tersipuh lalu kembali duduk memegang Leptop.
**
Arya berfikiran sejenak mengenai amarah nya dirumah, bagaimana mungkin Ayah Agus tidak memikirkan secara matang dulu.
*TBC*
__ADS_1