Forced Married

Forced Married
Habis lah aku


__ADS_3

"aryaa,.. laras,.. dimana kalian ibu datang",



"Ibu mertua berkunjung ya", sorak laras menuju ruang tamu di luar,



"Laras bagaimana kabar mu, dimana suami mu", tanya ibu mertua,



"Baik bu, arya ada di ruang kantor nya bu, dia sedang berkerja, akan aku pangilkan bu", kata laras,



"Tidak usah sayang, bik antun pangilkan arya, saya ingin bertemu denganya", sorak ibu mertua, dan ternyata arya langsung datang dan berkata "aku disini bu",



"Putra ibu, ibu sangat merindukanmu", sambil memeluk arya,



"Manja sekali dia", pikir laras melihat arya ,



"Kenapa ibu datang?", tanya arya,



"Ibu datang karna ibu rindu kalian, ibu akan menginap hari ini dirumah kalian, bagaimana bolehkan? Lagi pula ayah mu sedang berada di luar kota dan adikmu juga ada di bali, ibu sendiri di rumah, kalo disini kan ada minantu ibu", kata ibu dengan raut wajah iba,



"Hanya sehari", kata arya,


__ADS_1


"Benarkah, baik lah ibu tidak akan mengangu kalian, ah iya ibu membawakan makanan kesukan mu arya, lihatlah yang ibu bawa", sambil membuka rentang,



"Wahh ibu membawa rendang, pasti rasanya enak", sahut laras, dan lirih mata arya menuju rentang,



"Ayo kita makan, ibu sudah masak banyak lo", kata ibu mertua, "baiklah bu, akan ku siapakan piringnya dulu", jawab laras.



Selama makan arya begitu lahap menyantap sambal yang ibunya bawakan, "sesuka itu kah dia dengan rendang ini", pikir laras,



"Gomong-gomong dimana cucu ibu", kata ibu,


Dan sontak laras terbatuk sambil melirih mata arya, "sedang diproses bu", kata arya dengan santai, "pria ini", pikir laras menginjak kaki arya,




"Ibu dirumah saja sudah cukup, aku sudah bahagia bersama laras tidak perlu pergi bulan madu bu", kata arya sambil merangkul pundak laras dan tersenyum kepada laras,



"Hahah,. Benar bu, begini saja aku sudah bahagia bu", jawab laras dengan terpaksa,



"Ibu jadi teringat masa muda ibu dulu dengan ayahmu", sambil senyum-senyum sendiri,



Setelah makan laras membersihkan meja dan mencuci piring, dibantu oleh ibu mertua, "laras apa kau bahagia bersama arya?", tanya ibu,


__ADS_1


"Aku bahagia bu", jawab laras,



"Ibu merasa tidak, ibu juga pernah merasakan sepertimu dulu, sewaktu ibu masih muda, ibu pikir jika ibu menikah akan membuat waktu ibu bersama ayanya arya Semakin erat tapi semuanya malah terbalik, ibu sering ditinggal pergi kerja oleh ayah arya, tapi ibu sadar mereka pergi untuk kebutuhan dan juga reputasi keluarga, laras bujuk lah arya untuk pergi bulan madu, kau pasti ingin arya liburkan", kata ibu mertua sambil mencuci piring bersama, dan laras hanya membalas dengan senyuman.



****



Malam harinya,


"Pokonya ibu tidak mau tau arya, kau harus ada hari untuk istri mu, kalian berdua harus memberikan ibu cucu, hari ini", kata ibu dengan tegas,


"Ibu jangan seperti anak kecil bu, aku akan membuatkan ibu cucu, bersabar dan ibu tidur, hari sudah larut malam", jawab arya, "seperti sudah pengalaman saja", pikir laras dan melirih mata arya,



"Kau benar juga, ibu akan tidur (sambil berjalan menuju kamar) pokoknya cucu ya!! (menoleh ke belakang)", sorak ibu mertua,



"Iya ibu", kata arya, "ayo tunggu apa lagi, pergi lah ke kamarmu", kata arya kepada laras,



"Aku!!, baiklah", kata laras, "apa dia akan memberikan cucu pada ibunya, abis lah riwayat ku", pikir laras sambil menuju ke kamarnya.



Laras duduk dikasur dan memantau pintu kamar, "apa maksud dari kata nya tadi, aaaa,.. laras apa yang kau pikirkan (dengan wajah cemasnya)", pikir laras,



Tak lama kemudian arya datang dan reflek laras langsung berbaring di kasur sambil menyelimuti tubuhnya dengan raut wajah cemas, sedangkan arya langsung berbaring ke kasur juga, pelan-pelan laras membalikan badanya dan mata mereka saling menatap satu sama lain, "ayo kita main ML", kata arya,..


__ADS_1


*CERBUNG*


__ADS_2