Forced Married

Forced Married
。。


__ADS_3

("Arya ini bagus sekali", sorak bahagia Laras.)


"Harus kah kau mencoba nya seperti itu", kata arya.


"Kau benar, aku akan ganti baju, memakai ini, lalu Memakai piama", dengan bahagia ia mengatakanya, dan langsung menuju kamar mandi.


Arya yang melihat hanya tertawa cengir, sambil mengupat, ~dasar gila~, cetusnya memejamkan mata.


Dan tak lama kemudian Laras keluar dengan piama berwarna silver, sambil mengiraikan rambut ikal nya.


"Arya!!(soraknya) aku sudah memakai nya",


"Mmm",


"Arya lihat lah",


"Mm aku sudah melihatnya, bagus sekali", tanpa lirihan mata sedikit pun.


"Bagus apa nya, aku belum memperlihatkan apa yang kau hadiahkan",


"Lalu",


"Lalu, lihat lah, sebagai hadiah yang kau berikan padaku, aku menghormatimu dan memakainya".

__ADS_1


"Apa kau sudah tidak waras?", tanya Arya.


"Aku waras, jika tidak waras mungkin aku tidak disini", jawab Laras.


"Kau membuat mood ku hancur, dasar pria dingin", cemburut Laras.


"Baiklah, kau jangan macam macam padaku".


"Hheheh", tawa cengir Laras sambil perlahan membuka piamanya, namun,.


"Sebentar apa yang kau lakukan", sorak arya menghentikan Laras.


"Mmm memperlihatkanya, salah kah",


"Kau kan suami ku, lagi pula kita sudah halal bukan, apa jangan-jangan kau!!, kau berfikiran negatif lagi ya?", kata Laras melirihkan mata ny.


"Maksudmu apa, kau sudah tidak waras yah, Aku dengan Mu, yang benar saja, kau bukan tipe ku, tipe ku itu orang yang baik-baik, kau tidak masuk kriteriaku", jawaban songong Arya.


"kalo begitu tidak salah kan aku memperlihatkanya, dari tadi kau tidak peka, kau ini punya perasaan apa tidak, dari tadi kau memutar balik percakapan kita", kata Laras dengan cemburut.


"Kenapa kau berbicara seperti itu, terserah kau saja lah", cetusan Arya dengan gugup,


"Ahhh (helakkan nafas Laras), pria ini", omelanya, sambil mengembangkan piama yang ia buka,

__ADS_1


Arya yang melihat pun merasa kaku dan gugup, ~dengar Arya humor mu harus tinggi kau tidak boleh salah teknis~, pikir nya dalam batin, dengan seteguk air liur ditengorokan, ia telan secara perlahan-lahan.


"Bagaimana cocok kan", kata Laras dengan senyum mempesona.


~aku salah memberikan hadiah untuknya, yaa tuhan aku menyesal, lebih baik aku memberi nya piama saja dari pada isi dalam piama itu~, pikir arya sambil melihat Laras dengan wajah menyesalnya, ~dunia ku hari ini tidak terselamatkan~.


Bagaimana tidak yang ia kenakan begitu erotis bagi pria, benda itu dirancang khusus untuk Laras, tidak salah lagi ia sangat bahagia, lagi pula sepertinya nyaman di tubuh mungilnya.


"Mm,. (Agukan kepala Arya, ia melihat tubuh Laras begitu sempurna, belahan yang seharusnya tidak ia lihat), apa kau sudah selesai, kemari dan tidur lah!", sambil membalingkan kepala.


"Apa!, maksud mu apa?", kata Laras menutupi tubuh nya kembali dengan piama. "Kata kata mu terlalu ambigu".


"Maksud ku, besok kau ada acara lebih baik kau tidur, lagi pula aku sudah lelah, jangan berfikir yang tidak tidak", ia mengambil selimut dan memejamkan mata nya begitu saja.


"Ahh, kau benar", melongo Laras, sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur, lalu dengan sekejap ia tertidur nyenyak.


Tak lama berselang waktu, Arya yang tidur pun merasa resah dan gelisah, pasahal ia mengingat kejadian erotis itu, putar balik badan, terus ia lakukan, saat ia memutar kan badanya ia sekejap melihat Laras tertidur pulas.


"Kau membuat ku gila", cetus Arya yang melihat Laras tertidur, tidak berfikir panjang, ia terduduk dan beralih tidur di sofa, agar terhindar dari hawa nafsu, sambil memejamkan mata dengan tenang Arya kembali tidur dengan nyaman.


 


 

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2