Forced Married

Forced Married
ADA APA GERANGAN 2


__ADS_3

"Lu parah nih, mulai nyimpen nyimpen sendiri nih",


"Haha tapi serius gw malu bilang tapi,.. aduhh jadi geeeer sendiri gw,. ", "lu tau ngak gw itu di,. Hahahwkwk", sorak tawa cengir Ena membuat Laras jadi penasaran.


"Dii apa?", tanya Laras kepada Ena yang memengang tangan nya.


"Gw itu sebenarnya di Lamar sama bule ituu",


"Wah gila parah lu, trus lu terima", sorak laras,


"Hahawkwk, ya jadi gw terima,.", jawab Ena


"Gimana ceritanya sih?", tanya Laras


"Jadi gini,. @%*+++++,. ", jawab Ena yang hingga berujung ke ghibah masing masing.


****


ARYA


Saat semua pekerjaan selesai Arya pulang menuju rumah nya, namun yang ia dapati tidak ada satu pun orang dirumah kecuali si Cery.


"Cery ibu mu mana", tanya Arya pada Cery,


"Meooww", sahutan Cery mengeliti di kandang nya.


~LARASS~


Krik``


Krik~


Sorak Arya dirumah tanpa ada sahutan secuil sedikit pun.


~kemana orang rumah ini~ pikir otak Arya.


Arya yang tak memdapati satu suara edikitpun beranjak pergi dan menuju ruang kantornya.


Di dalam ruangan ia berputar balik memikirkan sesuatu.


"Hmm barang itu, bagaimana caranya, tidak mungkin kan aku mem,..",


Kata Arya yang belum terselesaikan  dihentikan dengan sapaan Minah,

__ADS_1


~tok tok~


"Maaf pak sudah pulang, Saya habis dari taman pak, bapak mau sesuatu?", tanya minah


"Mm buatkan saya kopi seperti biasa", jawab Arya


"Dan satu lagi, Laras kemana?", tanya Arya,


"tadi teh mba Laras saya liat pergi keluar, tapi saya lupa nanya kemana pak",


" Bapak Arya kehilangan mbak Laras yah!!,.", seru minah kepada Arya


"Mm tidak dia membawa kunci kamar, mangkanya saya bertanaya,. Itu Kopi saya,. Saya mau kopi", helakan Arya kepada Minah yang menganti topik pembicaraan.


"Heheh iya pak",


"Tapi pak", pikir minah yang ingin mengatakan bahwa kunci cadang masih ada.


"KOPI", sorak Arya dengan menunjuk kan jari telunjuknya dan tersenyum paksa.


"Iya pak", jawab minah dengan rada tertawa, sambil beranjak pergi dari ruangan,


Tak lama kemudia Arya melihat minah yang berdiri beranjak pergi, mengontrol dirinya dan bicara lagi.


Lalu tak Lama berselang waktu tiba tiba minah datang lagi membawa secangkir kopi untuk Arya.


"Pak kopinya", sahut Minah


"Taroh dimeja saya", jawab Arya yang masih bingung dan memikirkan sesuatu.


"Pak kalo bapak mau ini kunci kamar ny pak", sahut Minah


"Permisi pak",


"Hmm", balas Arya melirihkan mata nya ke secangkir kopi


Minah pun pergi meninggalkan ruangan dan menuju pintu kamar Arya, rasa penasaran nya pada pintu kamar yang biasanya tidak di kunci sama sekali.


~ceklekk~


"Betul firasatku, tidak dikunci, apa pak Arya khawatir ya!! Sama mba Laras, mungkin saja", "kwkwk", cetusan Minah yang tertawa cengir di depan pintu, lalu menutup kembali pintu yang ia buka.


Selang waktu yang cukup lama dan Laras yang juga tak kunjung pulang ke rumah.

__ADS_1


Apa boleh buat si Arya hanya berbaring di atas kasur menunggu kepulangan istrinya, sunguh ironisnya Arya yang tidak ingin bertanya kepada Laras dimana keberadaanya.


Malu bertanya sesat di ranjang.


***


Dua Jam Kemudian,..


~ceklek~ pintu terbuka.


"Mmm Arya sudah tidur!!", sahut Laras Mendekatiny


Akhir yang di tunggu Arya pasahal dirinya ingin merayu Laras untuk menerima barang itu.


"Urghmmm", guman Arya yang hanya pura pura tidur saja. ( pandai merayu )


"Kau dari mana?", tanya Arya yang seperti orang bangun tidur


"Habis bertemu Ena, kenapa? Apa kauu,.."


Belum saja berbicara Arya memotong pembicaraan.


"Kau belum mandi yah,. Bau", cetus Arya pada Laras yang mengepas gepas kan tanganya.


"Mandi?? Benar juga aku mandi dulu", beranjak pergi dengan cepat


Beberapa kemudian, Laras keluar dari kamar mandi, mengepas gepas rambutnya.


~syuuur,..


Syurrr~


Deg..


Deg..


Deg.. (detungan jantung)


Tatapan tajam yang Arya berikan pada Laras, ^wanita ini, tidak Arya tidak boleh terpesona, ingat tujuan mu, rayu dia dan pikirkan barang itu sampai ke tanganya, ini demi kebaikan dia juga^, pikir Arya dalam otak kecilnya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu", sorak Laras yang melongo.


"Jangan GE ER ada sesuatu", kata Arya

__ADS_1


"Apa?", tanya Laras ^batin Laras terus bertanya, kenapa hari ini semua orang pada membuatnya kepo^.


__ADS_2