
Selesai akan hal makan bersama keluarga Laras, dan bertamu sesekali ke rumah mertuanya Arya pun pamitan bersama Laras pulang ke.
"Bu aku pamit dulu", kata Laras
"Ko cepat sekali kalian pulang, menginap disini saja", balas Ibu
"Tidak bisa bu, besok ak menyiapkan baju wisudaku",
"Kau belum membeli baju wisudamu", tanya Ibu
"Hm,. Belum bu", jawab santai Laras
"Ahh,. Ya ampun, anak satu ini, Rabu acara mu, dan baru besok kau membeli baju", omel Ibu
"Bu, hari ini pasti banyak Butik yang menyiapkan baju wisuda, ngak usah khawatir lah bu",
"Anak zaman sekarang memang seperti itu, acara besok, hari ini kocar kacir, arhhh,. Tidak mengerti lagi aku", omelan Ibu
"Sudah lah Ibu tenang saja, aku pulang dulu",
"Ya hati hati",
"Kak!!", sorak Ibas
"Jangan lupaa",
"Ya nanti aku transfer", jawab Laras
"Ada apa?", tanya Ibu
"Si Ibas dia meminta uang untuk membeli buku Kimia kepada ku bu", rayu Laras mengosok pungung Ibu nya sambil tersenyum menutupi kebohongan.
__ADS_1
"ahh ya sudah lah, hati hati", jawab Ibu
Laras pun mengemasi barang nya dan memasukan Cery dalam kandang nya.
"Bu?", tanya Laras
"Ya",
"Bu aku titip Cery disini ya bu", sorak Laras
"Kenapa tidak membawa dia pulang", tanya Arya
"Nanti kalo di rumah siapa yang mengurus dia, disini kan ada Ibu dan Ibas, lagian Ibu juga suka kucing, aku pun sesudah Wisuda akan memilih untuk membatu Ayah di Perusahaan nanti", balas Laras
"Sudah tidak apa biar kucing nya disini saja, Ibas kan ada biar Ibas yang mengurus nanti, sambil menjadi temanya", kata Ibu
"Lah kok jadi ke Ibas", jawab Ibas yang mendengar pembicaraan
"Aku tinggal disini ya bu",
"Iya, tidak apa kok, sudah sana pulang nanti kemaleman", kata Ibu
"Iya bu, aku pamit dulu", sambil memeluk Ibu dan memberi kecupan, "dahh ibu", pergi keluar.
"Bu aku pamit dulu", sahut Arya beranjak pergi
"Iya hati hati", menuju depan pintu sambil mengantar Laras dan Arya.
Ibu yang melihatpun tersipuh manis melihat Arya dan Laras berjalan,
~ahhh~ helakan nafas
__ADS_1
"Sekarang putri ku sudah dewasa", ucap Ibu yang masih melihat mereka hingga beranjak pergi.
,..
Di perjalanan rumah di dalam benak Arya ia selalu bertanya, ^kenapa dia meningalkan kucing ny, dulu saja merengek untuk merawat, lah sekarang malah kucingnya yang di opor, ada apa dengan wanita ini^.
"Hmm", dehem Arya
Laras pun melirih tajam, "kenapa?", tanya Laras
"Tidak ada", jawab Arya dengan santai
"oooh",
Hanya percakapan singkat didalam mobil, dan itu pun tidak menjawab pertanyaan di dalam benak Arya, ya karna Arya sendiri yang sungkan ingin bertanya padahal sangat ingin tahu kenapa Laras meningalkan Cery.
Sesampai di rumah, Arya dengan benar memarkir mobil.
Namun saat ingin beranjak pergi dan mencopot sabuk pengaman Arya melirih Laras, dan ternyata yang ia dapati Laras tertidur pulas.
Perlahan dan medalami ia melihat Laras, dan tiba tiba tersenyum sendiri melihat Laras, dengan pelan pelan Arya mencopot sabuk pengaman milik Laras, dan beranjak keluar dari mobil, kembali lagi ke pintu yang satunya.
Saat ingin merangkul Laras untuk mengendongnya tiba tiba, salah satu asisten rumah tangga datang.
"Maaf pak ada yang bisa saya bantu",
Dengan cepat Arya berkata, "usst", melihat ke asisten sambil menyuruhnya diam.
__ADS_1