Forced Married

Forced Married
SIDANG


__ADS_3

Yah hari ini, hari sidang Skripsi ku setelah satu hari berlalu, jantungku hampir copot saat berada di ruang yang begitu banyak Professor, orang- orang yang rambutnya begitu lucu untuk ku lihat, aku sedikit tertawa tapi bulu kuduk ku ini tidak mau berhenti turun, kepala ku hangat membesar, jantungku berdebar-debar apa ini yang dinamakan cinta, tidak!!!! Ini bukan cinta, pikir ku, ambang kematian ku saat di hari ini.


Aku berdiri menyambut mereka yang datang, saat disana aku sedikit terkejut kenapa Erik ada disana, tapi lumayan lah aku tidak grogi. Erik tersenyum lebar dan mengangukan kepala nya pada ku, itu seperti dukungan untuk ku, aku membalas dengan senyum manis ku, "aku bisa"!!, pikir ku.


Saat acara ny mulai aku grogi, dan untunglah aku belajar saat mereka memberiku pertanyaan.


~ufffsss~, rasa nya jantungku benar-benar ingin copot.


Setelah selesai aku keluar dari ruangan hangat itu, sepoian udara yang ku hirup melepas penat ku, lumayan lah dari pada tidak sama sekali.


"Hmmm",


Suara sahutan orang disampingku dan ternyata itu Erik,


"Hai. Erik", balasku tersenyum,


"Laraaaas!!", yah suara dari kejauhan yang terdengar keras, kutebak saja itu pasti Ena, dan ternyata aku benar,


"Dia,.. ishhh!!", geram bibir ku,


"Lu udah lulus, wah wah, kuy?", tanya Ena,


"Kemana", balas ku,


"Yah kemana lagi, kita rayakan, aku sudah sidang dan kamu sudah sidang, yasudah ayo kita rayakan",


"Hmm,.",


"Ayo lah, suami mu kan tidak dirumah, kapan lagi",

__ADS_1


"Ya sudalah",


"Erik kamu juga ikut yah!", tanya Ena pada Erik,


"Mm baiklah", jawab Erik.


"Ayo!!. Lest go",


Kami pergi dengan mobilnya Erik, aku juga tidak tau di bawa kemana, tapi yang ku pikirkan, apa aku harus beri tahu Arya, aku cemas, dan kupikirkan kembali lebih baik sms dia saja.


Arya hari ini aku pergi bersama teman ku, merayakan kelulusan Sidang Skripsi, apa boleh?.


Laras.


Sms itu yang ku kirim, dan tak lama kemudian Arya membalas nya.


Hmm,. Aku berharap kamu tidak ke klap malam.


Sms balasan yang membuat jantungku copot, "bagaimana aku tau aku akan pergi kesana, apa ku tanya saja ke Ena", pikir ku.


"Ena kita mau kemana?", tanya ku ke Ena.


"Hmm,. Kemana aku suka", balasnya.


"Bagaimana kita duduk di Caffe saja atau Restaurant?", tanya ku.


"Ku tebak kau vakum ke klap malam",


"Bukan begitu, aku hanya malas saja pergi ke sana", jawab ku.

__ADS_1


"Baiklah", balas Ena.


~ufss~, helakan nafas ku yang lega.


Saat sampai di Caffe seperti biasa si Ena orang yang suka akan akohol, dia sangat terobsesi akan itu, mau bagaimana lagi harus memberhentikanya, dia juga memaksa ku untuk meminumnya, apa boleh buat aku hanya meminum sedikit, kami betiga bersenang- senang dan menikmati semuanya.


Saat selesai berpesta kami akhirnya pulang, Ena yang tak sadarkan diri, dan terkulai-kulai akan mabuk nya, ia di jemput oleh kekasihnya, ini sudah yang dua kalinya aku melihat bule sesat, tidak!!.dia bukan bule sesat, hanya keturunan bule, kata Ena yang dulu nya ku ingat.


Sedangkan aku di antar oleh Erik, sedikit cemas sih, tapi Arya tidak ada di rumah, mau bagaimana lagi di jam segini mana ada taxi.


Saat sampai ny dirumah Aku keluar dari mobil, ku lirih rumah dan semua nya terlihat aman di mata ku,


"Terimakasih Erik", sahut ku pada Erik.


"Hmm ya sama-sama",


"Dahh!! Aku masuk dulu",


"Larasa!!", sorak Erik yang membuat jalan ku terhenti.


"Hmm iya", balas ku melihatnya.


Ia memberi ku burket bungga yang indah, aku terkejut saat ia memberikan nya pada ku.


"Ambil lah,. Selamat", kata Erik.


"Terimakasih", ku ambil bungga yang Erik berikan pada ku,


"Dah!! Aku pulang dulu", sahut nya.

__ADS_1


Lalu perlahan aku masuk ke rumah begitu pula dengan Erik yang sudah pergi.


TBC.


__ADS_2