Forced Married

Forced Married
GARA-GARA SINETRON


__ADS_3

Disaat Arya sudah pergi berkerja Laras hanya terduduk diam di depan Televisi, lain halnya dengan  Minah yang membersihkan rumah.


"Mbak Laras suka nonton sinetron yah?", tanya minah.


"Ngak juga, akhir-akhir ini aku hanya ingin menonton ini", balas Laras,


"Aduh mbak!! Sinetron yang seru itu di Indosi@** mbak",


"Hm benarkah", tanya Laras.


"Coba aja liat mbak, bikin hati cenat cenut nonton nya mbak", balas Minah.


Laras mencoba merangkul remot yang ada di depanya, dan menukar chanel tontonanya.


"Oh iya mbak, Cery sudah saya bawa ke Dokter, Cone Coller nya sudah di buka mbak", kata Minah.


"Syukurlah!!., kau sudah memberinya makan?", tanya Laras.


"Sudah mbak", balas Minah.


Laras kembali menatap sinetron yang ia tonton, sedangkan minah kembali  berkerja membersihkan rumah, mata Minah melihat sinetron yang Laras tonton, pas sekali adegan nya menegangkan.


"Tuh kan mbak saya bilang apa, sinetron nya bagus mbak", sahut Minah.


"Hiya juga, sini temeni saya", kata Laras.


Minah mencoba duduk dibawah Laras, sambil mengelap meja.


"Aduh kasihan sekali dia", kata Laras yang menonton serius.


"Hiya mbak", kata Minah.


Pada Akhirnya mereka menonton Televisi bersama.


Dan tak lama kemudian.

__ADS_1


~A FEW MOMENTS LETTER~.


Adegan sinetron yang membuat isi rumah ke banjiran, Cery yang mendengar terbangun dari tidurnya, melihat sekeliling rumah, dan kembali tertidur.


~huaaaa~ .


~huahuaa~.


~hmm. Huaa~.


Tangisan mereka berdua pecah, saat menonton sinetron, Laras mencoba merangkul kotak tisu dan mengambil isinya, lalu memberikan ke tangan Minah.


"hm,.hm,. Mbak ku bilang apa, seru kan!!", sahut Minah yang masih terisak-isak akan tangisnya.


"Hiyaa", balas Laras yang menghapus air mata nya.


Setengah hari mereka habiskan untuk menonton sinetron tanpa hentinya, benar dunia maya membutakan waktu anda.


~FOUR HOURS LETTER~


Empat jam kemudian Laras masih terduduk diam menonton Televisi, sedangkan Minah masih membesihkan rumah namun lirihan mata nya masih melihat TV.


"Aah,. Dasar aku, mata ku bengkak lagi", kata Laras.


Dirinya beranjak pergi dari kamar mandi dan pergi menuju ruang Tv.


Saat berada disana, lirihan mata Laras melihat Tv dengan kesal.


"Dasar Tv, kau membuat ku menangis", mengupat Laras melihat Tv.


Tiba-tiba saja Arya datang dan membuka pintu rumah, dengan sontak Laras melihat Arya yang membuka pintu.


Arya yang melihat Laras terheran, saat ia pulang Laras tidak seperti biasanya, wajah kusut dan mata yang bengkak.


"Dia kenapa lagi, aku benar pria yang jahat, kenapa aku memarahinya kemarin", pikir Arya yang melihat Laras.

__ADS_1


Perlahan Arya mendekati Laras, saat dirinya berada di dekat Laras ia mecoba mengosok pungung Laras, Laras yang melihat hanya melongo dan berpikir Arya kenapa.


Arya mencoba memegang pipi Laras mengusap mata lembam nya.


"Maaf kan aku seharusnya aku tidak memarahi mu kemarin", sahut Arya melihat Laras,


Diri Laras terkejut saat mendengarnya dan mencoba untuk memberi tahu Arya, namun sayang nya Arya terus bicara dan tidak membiarkan mulut Laras untuk bersuara.


"Aku tahu, aku salah, sudah jangan menangis lagi", kata Arya menepuk pundak Laras.


"Sudah lah, maafkan aku", kata Arya yang memeluk tubuh Laras dan mengusap-usap kepala Laras.


Laras terdiam dan bingung Berpasrah diri saat Arya bicara dan memeluk dirinya.


"Arya!!", sahut Laras.


"Hm,. Sudah jangan dipikirkan", balas Arya.


"Tapi!!", sahut Laras.


"Aku tahu", kata Arya yang megelus kepala Laras.


Laras kebingungan dan panik saat dirinya mencoba membenarkan sesuatu.


"Tapi aku menangis karna menonton sinetron", sahut Laras, mengheningkan suasana.


Arya yang mendengar terdiam dan melihat Laras.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2