Forced Married

Forced Married
Continued


__ADS_3

Arya yang mendengar terdiam dan melihat Laras.


"Apa?, sinetron!!", sorak Arya yang melepaskan pelukanya, matanya melirih heran pada Laras.


"Hmm", balas Laras mengangukan kepalanya,


"Lalu pelukan tadi,


ahh,. Malunya diri ku, untung saja dia perempuan, sabar Arya!!..(tersemyum pada Laras), perempuan selalu benar", pikir Arya dalam otak kecilnya, hingga tersenyum manis dan cangung pada Laras.


"Hehe sinetron yah!!", tawa cengir mulut Arya kepada Laras sambil meluruskan jalanya menuju ruang kantor.


Laras yang melihat kebingungan dan terheran kepada Arya.


"Kau kenapa?", tanya Laras.


"Tidak ada", balas Arya tanpa melihat Laras dan masih berjalan menuju ruang kantor dengan wajah datar ia sembunyikan wajah merah mudanya, sunguh malunya Arya, berjalan lurus tanpa mengedip mata.


"Ishh, dasar pria dingin", kata Laras yang terheran-heran.


Dengan tangan yang menempel di dagu dan jari telunjuk yang bergerak, diri nya masih berdiri dan memikirkan kata Arya tadi, "Tapi kata nya tadi apa?, aku menangis karna dia??", kata Laras yang mengerutkan kening nya.


 ****


Saat Arya duduk di kursi kantor nya, tempat biasa ia mengerjakan semua bisnis dan tempat letak dokumenya.

__ADS_1


Duduk mengerutu, "ahh, apa-apan tadi, aku!! Mengusap nya, memeluknya", kata Arya,


"Aaaaarghh",


"Aku bisa gila karna ini", memukul jidad dengan tangan.


"Mati lah aku",


"Apa yang ku lakukan",


Teriakan Arya yang untung saja ruangan nya kedap suara.


"Karna sinetron?", kata Arya yang masih terheran dengan dunia yang ia lakukan.


"Gara- gara sinetron, malu nya diriku!!", kata arya mengusap wajah dengan kedua tangan, kini dirinya seperti orang gila dengan rambut yang ter acak-acak.


 ****


"buket bungga ku", katanya sambil mengambil burket tersebut.


"bukannya aku menjatuhkan disana, lalu kenapa di bawah meja ini, apa aku salah berdiri", bingung otak laras berbicara, tanpa basa basi ia mengambil burket, lalu pergi.


saat berjalan laras yang sedang memegang buket berpapasan dengan Arya.


"brakks brukss",

__ADS_1


"aawwww", suara tabrakan yang dikeluarkan dari mulut Laras, mata nya menatap tajam Arya yang kesal atas sengolan yang terjadi.


"bisakah kau berjalan sesuai dengan kaidah kaki?", tegas Laras,


"aku!! aku berjalan sesuai arah ku,.. kau yang menabrak aku, kau saja yang tidak melihat", kata Arya yang raut wajah kesal.


"ahhh ya,. kau salalu benar, tidak malam tidak pagi sama saja, selalu ribut dengan ku, sudalah aku lelah bertengkar dengan mu", lirihan mata Laras menatap Arya, yang dirinya beranjak pergi meningalkan tempat itu, dengan ayunan tangan sebelah kanan laras menenteng buket tersebut.


namun berbeda dengan Arya, ia menatap Laras yang beranjak pergi meningalkan kan dirinya, dengan sadar diri, ia melihat laras memegang burket itu,


"mmm buket nya",


mata Arya menatap tajam burket itu, tepat sekali, yah burket yang ia tendang dengan kaki nya,


"dasar buket sialan", mengupat Arya.


tanpa ia sadari, kata mengupat nya hampir terdengar jelas di telingga Laras.


"kau mengatakan sesuatu", hentian kaki Laras yang spontan membalikan tubuhnya lalu menatap Arya.


 *****


maaf kepada pembaca karna author kurang update, maaf sebesar-besarnya, kini FORCED MARRIED akan hadir sekali seminggu, author akan pastikan update sesuai janji, maaf untuk para pembaca, karna kemaren author kurang sehat, dan akan melanjutkan sebisa author 🙏🙏


mohon kepada yang baca umur anda di atas 18+ sesuaikan lah umur anda. maaf karna EYD yang tidak sesuai, terimakasih 🙏

__ADS_1


tunggu selanjutnya cerita FORCED MARRIED yang buat para pembaca jadi penasaran.


__ADS_2