Forced Married

Forced Married
。。


__ADS_3

( "Apa kalian tidak berencana punya momongan?", tanya Roi.


"Uhuk uhuk (sedakkan Laras), jangan bertanya tentang  itu", )


~tring tring~ bunyi seluler.


Ternyata yang berbunyi hp nya Laras dan ia pun mengambil hp nya.


"Yah , hallo"


^kau ada dimana?^, siapa lagi kalau bukan Arya, dengan pertanyaan judes dan dingin.


"Aku diluar mengambil pakaian wisuda ku",


^berikan aku alamatnya, akan aku jemput^,


"Tidak usah aku bisa pulang sendiri",


^jangan ngeyel jika aku minta^


"Hmm baiklah, akan aku kirim", cetus Laras sambil mengirim alamat dimana ia berada.


"Arya yah?", tanya Roi pada Laras.


"Hmmm iya",


"Aa ada masalah kah?", tanya Roi,


"Tidak, hanya bertanya keberadaan ku saja",


"Hmm begitu, aku jadi tidak enak, apa kau ingin pulang", tawaran Roi


"Tidak usah, Arya sedang menjemput ku disni",


"Aku jadi tidak enak",


"Hehehe tidak kok, santuy",


"Ngomong-ngomong aku dengar percakapan tadi kau mau wisuda ya?", tanya Roi,


"Heheh iya betul", cengir Laras,


"Wah selamat ya, congratulations Laras",


"Hehe aku jadi malu, terimakasih Roi",


Tidak lama kemudian Arya datang, memakir kan mobilnya, lalu mencari keberadaan laras.


Laras pun tak sengaja menoleh ke arah pintu, yang ia dapati melihat Arya sedang berdiri di pintu masuk.


"Mm itu Arya!", seru Laras, "Arya,.", soraknya.

__ADS_1


Arya yang melihat langsung menuju ke arah tersebut. Namun saat disana ia melihat Roi, dan memainkan mata dengan Laras seolah inggin bertanya.


Laras pun kebingungan apa maksud lirihan mata itu. Berapa detik kemudian ia pun baru sadar maksud Arya apa.


"Aaaa,. Aku bertemu Roi saat diperjalanan baru pulang, dan dia mengajak ku kesini", cetus Laras.


"Bagaimana kabar mu Arya?", tanya Roi, mengulurkan tangan ny.


"Kau liat sendiri aku baik-baik saja", membalas uluran tangan Roi.


"Ooh iya bagaimana dengan Ani?", tanya Arya.


"Mm kami baik-baik saja",


"Maksud kalian apa, Ani siapa?",tanya Laras.


"Ani adiknya Arya", tegas Roi.


"Apa kau dan Ani punya hubungan?", tanya Laras.


"Hahah begitulah", tawa Roi.


Mereka pun berbincang-bincang tentang kisah lama, lumayan memper erat hubungan yang longar.


Setelah lama nya berbincang, Arya dan Laras pun pulang, selama diperjalan Laras hanya memikirkan satu hal, ke inginan perut yang belum terwujudkan. Ia pun menoleh ke Arya, namun tak sangup untuk mengatakan nya.


Arya yang melihat, terpaku heran, kenapa wanita ini. "Kenapa?", tanya nya.


"Lalu?",


"Kenapa kau tidak peka sih, aku inggin sosis bakar, seharusnya kau carikan,  daerah disini yang ada bakul sosis bakar, bukan nya malah tanya balik", cetus Laras dengan cerewetnya.


Hingga membuat Arya menolehkan wajah nya ke Laras, "baik lah",


Arya pun mencari bakul sosis bakar yang ada disebrangan jalan, mana tau ada yang menjual dimalam hari begini. Yap. Sekejap ia menemukan bakul sosis dipingiran jalan,~untung saja belum tutup, kalau tidak, sampai pagi belum ketemu tidak akan boleh pulang aku oleh perempuan ini~, pikirnya, sambil memarkirkan mobil.


"Beli lah, aku akan menunggu disini", kata Arya.


"Iya, baiklah",


Tak lama kemudian Laras pun kembali dengan jajanan sosis bakar tersebut.


"Apa kau mau?", tanya Laras.


"Tidak", jawab Arya dengan dingin.


"Ya sudah",


Selama diperjalanan Laras menyantap sosis nya dengan lahap, sambil makan ia pun bercerita pada Arya.


"Semalam aku bermimpi memakan sosis, mimpiku itu seperti asli, tapi sekarang aku sudah membeli nya",

__ADS_1


Arya yang mendengar pun menjadi cangung dan malu, pasahal ia menjadi ingat apa yang ia lakukan kemarin.


"Mmm", jawabnya sambil mengelus elus alis kiri, menutupi aib yang ia lakukan.


Sesampai nya dirumah, saat berjalan menuju kamar, Minah pun datang.


"Mba", sahut ny.


"Ah iya",


"Ini ada pesanan datang", kata Minah sambil memberikan barang tersebut.


"Terimaksih ya", mengambil barang, lalu pergi menuju kamar ny.


Saat sampai dikamar ia melihata barang yang datang itu, saat ia memeriksa ia menemukan alamat tempat Arya berkerja.


"Hmm bukan kah ini alamat perusahaan Arya, apakah mungkin,..",


"Ada apa", tanya Arya yang keluar dari kamar mandi,


"Ini, aku dapat kiriman, alamat nya dari perusahaan mu",


"Mungkin itu barang yang aku janji kan pada mu",


"Benarkah? Aku pikir kau Cuma bercanda, kau benar-benar menberikanya pada ku?", tanya Laras.


"Mmm",


"Apa ini hadiah?", tanya Laras,


"Tidak, aku hanya membelikannya untuk mu",


"Itu sama saja", sambil menatap Arya dan tersenyum bahagia,


"Aaaahhh terserah mu, aku ingin tidur", menuju tempat baringanya.


Laras  yang bahagia membuka barang yang ia terima, saat membuka yang ia dapati memang bra, mungkin itu yang terbagus yang ia miliki, sambil mencoba nya.


"Arya ini bagus sekali", sorak bahagia Laras.


"Harus kah kau mencoba nya seperti itu",


TBC.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2