
Disisi lain, arya dengan perkerjaan nya, "pak ini adalah hasil Desein kemeja yang terpopuler penjualan nya, bagaimana pak ada yang harus kita rubah di kemeja nya?", tanya karyawan kantor,
"Aku ingin bertemu dengan Deseiner nya hari ini, untuk yang ini aku ingin warna baju nya di rubah, dan jadikan sebagai penjualan Limited", kata arya, "baik pak", sahut karyawan dengan tegas.
Arya menunggu Deseiner tersebut di ruangan sambil menikmati kopi hangat nya, tak lama kemudian Deseiner tersebut datang, "pak saya bapak pangil?", tanya Deseiner,
"Ah iya, kupikir kau seorang lelaki ternyata tidak saat ku dengar suaranya", sahut arya sambil berdiri dan berkata, "duduk lah (mengulurkan tangan kanan nya), aku ingin membahas sesuatu",
"Iya pak mungkin bisa saya bantu?", tanya Deseiner,
"Kalau boleh tau namamu siapa?", tanya arya,
"Nama saya rani pak, saya dari anggota B group BC", jawab rani,
"Rani begini,. saya jadi bingung untuk mengatakanya, karna produk yang kau buat terjual sangat populer jadi aku ingin kau membuatkan suatu produk Limited, yang melenceng dengan produk kita", kata arya yang kebingungan harus mengatakan dari mana,
"Baiklah pak, inti nya saja pak",
"Aku ingin kau membuat Bra, aku jadi malu mengatakanya,. Begini yang ku maksud sebuah produk yang nyaman saat dipakai tanpa harus melepasnya", kata arya dengan wajah malu mengatakanya,
"Saya mengerti pak", kata rani sambil tertawa menutup mulutnya,
"Jangan lupa apa yang ku maksud, dan warna nya yang disukai oleh wanita, Aku tidak ingin Desein nya sama dengan Bra produk pasaran, aku ingin yang berbeda", kata arya dengan elegant nya,
"Saya mengerti pak, akan saya usahakan untuk jadi yang terbaik", kata rani,
__ADS_1
"Baiklah kau boleh pergi, jika produk ini meningkat aku akan memindahkan mu ke anggota A, dan hari ini pindah lah ke group BA", kata arya,
"Terimakasih banyak pak", sorak rani dengan bahagia sambil berdiri dan menundukan kepalanya,
"Hmm,. Pergilah", sahut arya dengan mengayunkan tangan kanan nya pada rani,
"Baik pak", kata rani yang berjalan keluar ruangan.
***
Kembali ke laras, setelah berbincang dan makan di Caffe mereka pergi duduk di taman, "laras kayaknya gw harus pulang deh, gw duluan ya, soalnya lo tau lah gw mau pergi dinner sama seseorang", kata ena sambil berdiri didepan laras,
"Ahh begitu, yasudah pergi lah, semoga lo berhasil buncin", jawab laras menyemangati ena,
"Gw pergi dulu yah daah laras!!,.erik", sorak ena sambil berjalan meningalkan laras dan erik,
"Bagaimana ini, erik Cuma tau rumah ku bukan rumah arya, apa aku beritahu saja", pikir laras, "hmm,. Baiklah", kata laras,
Selama di perjalanan laras mencoba memikirkan bagaimana cara memberitahu erik yang sebenarnya, "hmm,..begini erik, ada sesuatu yang ingin aku bicara kan pada mu", kata laras,
"Ada apa, ingin mengatakan kalau kamu masih sayang pada ku", jawab erik sambil menyetir mobil,
"Bukan", kata laras dengan mengelak kata erik,
"Lalu?",
__ADS_1
"Aku tidak tahu harus mengatakan dari mana, tapi aku takut!! (menundukan kepalanya)", kata laras,
"Kenapa, jelaskan dengan cara mu sendiri", tanya erik menatap laras,
"Begini,. lihat jari ku (menunjukan tangan kanan nya pada erik), cincin itu", tanya laras menatap wajah erik,
"Aah kamu sudah menikah ya", jawab Erik,
"Bagaimana bisa kamu tahu?", tanya laras sambil bingung,
"Aku sudah tau dari awal, tapi aku ingin kamu yang Mengatakan nya, aku berfikir bagaimana ini bisa terjadi, yah!! Aku menyesal dalam hidup ku, sudah membuang mu, sekarang aku tahu kehilangan orang yang kamu sayangi benar-benar sangat menyakitkan, menyia-nyikanmu adalah sifat yang bodoh, aku merasa terpuruk saat mendengarnya, mangkanya aku balik ke Indonesia, aku Cuma ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu", jawab erik sambil memegang tangan laras,
"Kenapa kamu baru mengatakanya, setelah sekian lama, saat mengakhiri hubungan kita aku sempat berniat untuk menunggu mu pulang, tapi semua,.. sudah tidak bisa dirubah lagi, aku sudah menikah", kata laras dengan suara tegasnya,
"Andai waktu bisa berputar aku tidak akan pernah pergi ke Paris, semua tidak akan terjadi", kata erik menatap laras, "laras apa kamu bahagia denganya?, jika tidak,. bersama ku saja, kita akan hidup bahagia dengan dasar cinta",
"Aku bahagia, dia mengerti sifat ku, karna dia, keluarga ku juga bahagia, aku tidak akan meningalkan nya, seburuk apa pun sifat dia yang tidak aku tahu, aku akan tetap setia padanya dan soal cinta mungkin belum untuk sekarang", kata laras dengan tegas menoleh ke erik,
"Aku tidak tahu harus bicara apa, tapi jika kamu terluka, jangan sungkan minta tolong lah pada ku, aku tetap akan ada disisimu", senyum erik pada laras sambil menghelakan nafas, "jadi tuan putri akan pulang kerumah siapa?", tanya erik sambil mengoda laras,
"Baik lah pak supir ayo kita menuju rumah suami ku,. Kamu hanya tinggal belok kiri saja dari persimpangan tiga", sorak laras melirih mata erik dengan senyuman,
Sesampai dirumah laras menutup pintu mobil lalu melambaikan tangan pada erik, dan erik membalas dengan klakson mobilnya, setelah laras menoleh ia tidak sadar ada arya dibelakangnya.
__ADS_1
*CERBUNG*